Channel9.id – Jakarta. Survei Indonesia Network Election Survey (INES) mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,3 persen.
Direktur Eksekutif INES Andri Gunawan mengatakan tingkat kepercayaan publik terhadap Prabowo berada di angka 82,1 persen. Sementara itu, 16,5 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas dan 1,4 persen tidak menjawab.
“Sebanyak 78,2 persen responden mengapresiasi keberanian, ketegasan, serta kecepatan eksekusi program-program pro-rakyat yang digulirkan oleh pemerintah,” ujar Andri dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (28/9/2026).
Namun, hasil survei menunjukkan penilaian terhadap sektor ekonomi lebih rendah dibandingkan sejumlah bidang lainnya. Tingkat kepuasan terhadap sektor ekonomi tercatat 50,8 persen, dengan harga kebutuhan pokok dan lesunya sektor ekonomi disebut menjadi alasan utama ketidakpuasan.
Andri mengatakan persoalan lapangan kerja juga menjadi salah satu catatan dalam penilaian masyarakat terhadap pemerintah. Sebanyak 50,7 persen responden menyatakan kurang puas terhadap penanganan sulitnya mencari lapangan kerja.
“Tingkat kepuasan terhadap penanganan sulitnya mencari lapangan kerja dan mahalnya harga kebutuhan pokok masih tergolong rendah,” katanya.
Di bidang politik, sebanyak 78,3 persen responden menilai kondisi politik Indonesia stabil dan baik. Sebaliknya, 18,6 persen menilai kondisi politik buruk dan tidak stabil, sedangkan 3,1 persen tidak memberikan penilaian.
Sementara itu, strategi diplomasi Presiden Prabowo mendapat penilaian positif dari 80,3 persen responden. Penilaian tersebut berkaitan dengan strategi diplomasi yang dinilai membawa agenda penguatan ekonomi Indonesia sebagai salah satu prioritas dalam lawatan luar negeri.
Pada isu pemberantasan korupsi, sebanyak 78,2 persen responden menyatakan puas dan cukup puas. Adapun tingkat kepuasan terhadap kebebasan berpendapat tercatat 81,2 persen.
Untuk penanganan kemiskinan, sebanyak 68,2 persen responden menyatakan puas dan cukup puas. Sementara itu, 78,7 persen menyatakan puas dan cukup puas terhadap program kesejahteraan sosial dan bantuan sosial.
Survei tersebut juga memotret dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 78,2 persen responden menyatakan setuju program tersebut dilanjutkan, sedangkan 18,4 persen tidak setuju dan 3,4 persen tidak menjawab.
“Ini menunjukkan bahwa program MBG memiliki relevansi dengan kebutuhan dasar masyarakat di berbagai lapisan,” ujar Andri.
Survei INES ini dilakukan pada 8-20 September 2026 di 36 provinsi dengan melibatkan 1.400 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sekitar 2,48 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
HT




