Hot Topic Nasional

Survei LSI: Mayoritas Pemilih Jokowi-Ma’ruf di 2019 Migrasi ke Prabowo-Gibran

Channel9.id – Jakarta. Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terkait perpindahan dukungan dari pemilih Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wapres Ma’ruf Amin di Pemilu 2024. Hasilnya, mayoritas pemilih Jokowi-Ma’ruf di Pemilu 2019, baik dari basis PDIP maupun non-PDIP, bermigrasi ke pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pemilu 2024.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan mulanya menjelaskan, suara pemilih Jokowi-Ma’ruf dari basis PDIP yang mendukung capres dan cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md di Pilpres 2024 adalah sebesar 56 persen. Besaran itu menurun dari survei Januari sebesar 69,2 persen dan survei awal Februari sebesar 63,3 persen.

Seiring penurunan itu, terjadi peningkatan dukungan ke Prabowo-Gibran. Pada survei Januari misalnya, pendukung Jokowi-Ma’ruf dari basis PDIP yang mendukung Prabowo-Gibran sebesar 15,1 persen.

Kemudian, naik menjadi 25,9 persen pada survei awal Februari dan menjadi 36,9 persen di survei pascapemilu yang merefleksikan hari H Pemilu.

“Pemilih Jokowi yang sekaligus juga pemilih PDIP itu terus mengalami penurunan dan rupanya yang mengalami kenaikan akibat adanya penurunan dukungan kepada Ganjar dari basis pemilih Jokowi yang PDIP itu adalah pasangan Prabowo Subianto,” kata Djayadi dalam pemaparan survei, Minggu (25/2/2024).

Djayadi mengatakan Ganjar-Mahfud tak mampu mempertahankan basis suara PDIP. Mayoritas dari mereka beralih ke Prabowo dan Gibran.

“Jadi salah satu penjelas mengapa pasangan Ganjar Pranowo atau pasangan 03 tidak mampu memenangkan pertarungan atau suaranya seperti itu antara lain karena mereka tidak mampu mempertahankan loyalitas pemilih PDIP untuk memilih pasangan yang diajukan oleh PDIP,” ujar Djayadi.

Di sisi lain, survei juga memotret tren dukungan pemilih Jokowi-Ma’ruf dari basis selain PDIP yang terus pindah pada pasangan Prabowo-Gibran.

“Pada saat ini mencapai 66 persen dari pemilih Jokowi-Ma’ruf yang 2019 lalu yang non PDIP, memilih 02,” ujarnya.

Sebagian dari pemilih Jokowi-Ma’ruf yang non PDIP itu juga memilih pasangan Anies-Muhaimin sebesar 23,5 persen.

“Sebagian dari pemilih Jokowi-Ma’ruf yang non PDIP itu sebagian juga berpindah ke pasangan Anies walaupun tidak sebanyak yang dialami oleh 02. Itulah yang menjelaskan mengapa Anies keluar sebagai pemenang kedua,” jelasnya.

Sedangkan di pemilih Jokowi-Ma’ruf yang bukan PDIP, Ganjar-Mahfud meraih dukungan sebesar 10,2 persen.

Menurutnya, hasil temuan itu menunjukkan gagalnya PDIP dalam mempertahankan suara pendukung untuk tetap loyal memilih Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024.

“Itulah yang menjelaskan mengapa Anies keluar sebagai pemenang kedua. Ganjar terus mengalami penurunan dukungan di kalangan pemilih Jokowi-Ma’ruf yang bukan PDIP,” katanya.

Adapun survei LSI tersebut dilaksanakan pada 19 Februari 2024 hingga 21 Februari 2024 dengan target populasi survei warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon atau ponsel, sekitar 83 persen dari total populasi nasional.

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode Random Digit Dialing (RDD), yakni melalui proses pemanggilan nomor telepon secara acak terhadap 1.211 responden yang dipilih secara acak, validasi, dan screening.

Margin of error survei sekitar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden pun dilakukan lewat telepon oleh pewawancara terlatih.

Baca juga: 69 Persen Menerima Bansos Memilih Prabowo-Gibran, Begini Survei LSI

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  51  =  52