Tantangan Rachel Amanda Lakoni Peran sebagai Putri dalam Film ‘Monster Pabrik Rambut’
Lifestyle & Sport

Tantangan Rachel Amanda Lakoni Peran sebagai Putri dalam Film ‘Monster Pabrik Rambut’

Channel9.id-Jakarta. Membintangi sebuah film tentu ada tantangan tersendiri. Apalagi film yang mengangkat isu sosial yang nyata terjadi di tengah masyarakat kita. Demikian dengan aktris Rachel Amanda yang mengungkap tantangannya dalam melakoni peran sebagai Putri dalam film ‘Monster Pabrik Rambut’ (judul internasional ‘Sleep No More’). Sebuah film arahan sutradara Edwin yang mengangkat isu perjuangan buruh perempuan di lingkungan kerja.

“Putri mendatangi pabrik tempat ibunya bekerja dan kemudian bekerja di sana,” kata Rachel Amanda dalam konferensi pers film ‘Monster Pabrik Rambut’ di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).

Lebih lanjut, Amanda menerangkan, karakter Putri digambarkan sebagai sosok yang menghadirkan semangat kerja. “sekaligus memperlihatkan bagaimana buruh perempuan menghadapi dan memahami eksploitasi di tempat kerja, “ terangnya.

Menurut Amanda, dalam cerita ‘Monster Pabrik Rambut’, Putri bekerja di pabrik aksesoris rambut untuk melunasi utang keluarga yang ditinggalkan mendiang ibunya. “Namun, pekerjaan tersebut membuatnya menghadapi berbagai risiko keselamatan akibat jam kerja yang panjang serta sistem insentif yang lebih mengutamakan produktivitas dibandingkan waktu istirahat, “ bebernya.

Putri meyakini ibunya meninggal karena bunuh diri akibat kondisi kerja yang ekstrem. Sementara itu, saudara perempuannya, Ida, yang diperankan oleh Lutesha, mencurigai adanya unsur supranatural yang dipicu kelelahan berat.

Seiring perkembangan cerita, keduanya menyadari pentingnya penerapan keselamatan kerja yang melibatkan peran bersama antara pekerja dan perusahaan.

Produser eksekutif film Iqbaal Ramadhan yang juga memerankan Bona, adik laki-laki Putri, menyampaikan bahwa tanggung jawab terhadap keselamatan kerja harus dibagi secara seimbang.

“Perusahaan dan pekerja memiliki peran yang sama besar terhadap situasi keselamatan kerja, it takes two to tango,” ujar Iqbaal.

Ia menambahkan, perusahaan berkewajiban menyediakan alat pelindung diri bagi karyawan, sementara pekerja harus mematuhi prosedur keselamatan yang berlaku.

Menurut dia, kecelakaan kerja kerap terjadi akibat tekanan ekonomi yang mendorong pekerja menyelesaikan pekerjaan dengan cepat tanpa memperhatikan aspek keselamatan.

“Itu yang menyeramkan,” tegas Iqbaal.

Kisahnya akan menguak kengerian dunia kerja yang diklaim sang sutradara, Edwin, jauh lebih menyeramkan dibanding film horor pada umumnya.

“Horor itu bisa tercipta dari situasi kerja sehari-hari yang kita juga hadapi tanpa harus bersinggungan dengan setan,” ujar Edwin.

“Jadi di film ini sama sekali nggak ada setannya. Tapi bentuk lain yang kemudian bisa dipakai sebagai sumber dari terornya,” imbuh sang sutradara.

Film ini juga mengkritik pandangan yang menormalisasi risiko kerja tersebut. Film bergenre horor fantasi yang diproduksi Palari Films ini penggunaan efek praktikal untuk menghadirkan elemen menegangkan secara visual.

Film ‘Monster Pabrik Rambut’ dijadwalkan tayang di bioskop mulai 4 Juni 2026.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  9  =  10