Channel9.id-Jakarta. Membintangi sebuah film tentu ada tantangan tersendiri. Demikian dengan Rafi Sudirman yang mengungkap tantangan melakukan transformasi besar dari dunia musik ke layar lebar lewat film ‘Djamin Setia Selamanya’. Ia dipercaya memerankan Djamin Ginting, pahlawan nasional yang memimpin pasukan gerilya mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Setelah dikenal luas lewat karya di industri musik, Rafi kini memperluas kiprah di dunia perfilman. Peran ini disebut sebagai salah satu tantangan terbesar dalam kariernya karena ia tampil sebagai sosok pejuang yang memimpin perlawanan bersenjata.
Selama mendalami karakter, ada hal yang paling membekas bagi Rafi, yakni kecintaan Djamin Ginting dan rekan-rekannya terhadap negeri ini. Ia menilai setiap generasi punya cara berbeda untuk menunjukkan rasa cinta terhadap Tanah Air.
“Apa yang bisa dipetik di sini banyak, cuma yang menarik ingin aku bahas, Pak Jamin dan teman-temannya sangat cinta negeri ini. Setiap orang punya cara masing-masing untuk cinta Indonesia. Kalau Pak Jamin mungkin adaptif, tapi kita bisa lakukan apapun demi Indonesia,” kata Rafi kepada wartawan di Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Sutradara Rako Prijanto memiliki harapan serupa. Menurutnya, film ini tak hanya berbicara soal peperangan, tetapi juga sisi visioner sang tokoh dan keberaniannya mengambil peluang pada zamannya. Rako menegaskan setiap orang punya perjuangannya sendiri, lalu mencontohkan semangat belajar bahasa Belanda yang dilakukan sang pahlawan.
“Kalau Pak Jamin visioner dengan belajar bahasa Belanda mungkin kita belajar bahasa digital. Dengan pikirannya yang visioner, out of the box, semoga jadi inspirasi untuk anak muda dalam menjalani hidup saat ini. Apalagi dengan generasi sandwich dengan segala bebannya, semoga ini menjadi inspirasi,” tambah Rako.
Putri Djamin Ginting sekaligus produser film, Riahna Jamin Gintings, mengatakan film ini bagian dari upaya keluarga memperkenalkan kembali sejarah perjuangan sang ayah. Ia menyadari perjalanan hidup Djamin sangat panjang, sehingga tidak semua kisah bisa masuk ke dalam film.
“Saya bercita-cita supaya generasi muda bisa melihat bagaimana Indonesia waktu itu para pejuang berusaha payah, merdeka atau mati. Jadi kalau sekarang sudah merdeka, saya minta bisa nggak kita perjuangkan Indonesia agar lebih berkembang, adil dan makmur. Karena adil dan makmur itu sangat penting bagi masyarakat Indonesia,” tutur Riahna.
Film ini berkisah tentang perjalanan pemuda Karo yang tumbuh menjadi pemimpin besar lewat keberanian, pengorbanan, dan kecerdasan. Dari pendidikan Belanda hingga menjadi perwira Gyugun, Djamin lalu memimpin perlawanan di berbagai front setelah Proklamasi 1945.
Dinamika hubungannya dengan Likas Tarigan menjadi penyemangat perjuangan, sementara persahabatannya bersama Kadir Saragih, Selamat Ginting, dan Jacob Waas menjadi fondasi kisah tentang loyalitas dan persaudaraan.
“Djamin Setia Selamanya” akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Film ini disutradarai Rako Prijanto dan diproduksi Erjege Pictures. Selain Rafi Sudirman, film ini dibintangi Claresta Taufan, Chicco Kurniawan, Marcell Darwin, Jourdy Pranata, dan Teddy Syach.
Rafi Sudirman, dengan nama lengkap Rafi Ramadhan Sudirman, adalah penyanyi-penulis lagu, produser, sekaligus multi-instrumentalis asal Jakarta yang lahir pada 31 Oktober 2003.
Ia mengawali kariernya di industri musik sejak masih anak-anak lewat proyek Di Atas Rata-Rata generasi kedua yang diasuh oleh musisi Erwin Gutawa dan Gita Gutawa, dan sempat meraih penghargaan AMI Awards 2017 untuk kategori Penyanyi Solo Anak-anak Terbaik.
Rafi resmi debut sebagai penyanyi solo lewat single ‘Goodnight’ pada 2019, yang menjadi bagian dari EP perdananya, Bedroom Mix, Vol. 1. Ia kemudian melanjutkan perjalanan musiknya dengan merilis ulang lagu ‘Heaven’ milik Maliq & D’Essentials pada awal 2023 bersama produser Dipha Barus, sebelum akhirnya menulis lagu berbahasa Indonesia pertamanya berjudul “Pengagum” bersama produser Tohpati di pertengahan tahun yang sama.
Selain aktif merilis karya solo, Rafi juga tercatat pernah tampil di sejumlah panggung musik besar seperti Java Jazz Festival dan Prambanan Jazz Festival.
Pada 2025, ia merilis single berbahasa Indonesia keduanya berjudul ‘Senyam-Senyum’, disusul kolaborasi bersama GAC (Gamaliel, Audrey, Cantika) lewat lagu ‘Kisah Kasih di Jakarta’, sebelum akhirnya merilis album debut penuhnya bertajuk ‘Hari Ini, Esok & Selamanya’.
Kontributor: Akhmad Sekhu




