Channel9.id-Nagoya.Tari Piring dan musik angklung dari Indonesia mewarnai Upacara Penyalaan Api dan Estafet Obor Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Toyota City Museum, Jepang, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang mempererat persahabatan Indonesia dan Jepang melalui seni dan budaya.
Momen tersebut terasa istimewa karena salah satu dari lima pembawa obor adalah Mulyono, warga Indonesia yang aktif menjalin kolaborasi masyarakat Indonesia dan Jepang bersama Toyota International Citizens Network.
Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, mengapresiasi Pemerintah Kota Toyota yang melibatkan warga Indonesia dalam rangkaian kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Toyota yang telah melibatkan seorang warga Indonesia untuk membawa api obor Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026,” ujar Al Aula, kepada Andi Lala, kontributor Channel9.id.
Menurutnya, Asian Para Games bukan sekadar ajang kompetisi olahraga tingkat Asia, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persahabatan antarnegara, khususnya antara Indonesia dan Jepang. KBRI Tokyo, lanjutnya, terus mendukung penguatan kerja sama masyarakat kedua negara.
Mulyono mengaku bangga mendapat kesempatan membawa obor dalam ajang olahraga tersebut. Dia menilai kesempatan itu sebagai pengalaman langka, terlebih karena berlangsung di Jepang.
“Senang dan bangga dapat mewakili Indonesia dalam membawakan obor Asian Para Games, di mana kesempatan seperti ini sangat langka, apalagi diselenggarakan di Jepang. Terima kasih atas dukungan dari KBRI Tokyo,” kata Mulyono.

Selain Mulyono, empat pembawa obor lainnya berasal dari Jepang, termasuk atlet dan individu yang berkecimpung dalam olahraga disabilitas. Mereka adalah Atsushi Takeuchi, pemain bola basket kursi roda; Kenta Kibe, pengembang peralatan tenis kursi roda; serta Shota Kanayama, siswa kelas dua Toyota Special Needs Education School.
Nuansa Indonesia semakin terasa melalui penampilan Tari Piring dari Sumatera Barat yang dibawakan dua warga Indonesia anggota Toyota International Group. Pertunjukan tersebut membuka rangkaian upacara sebelum Wali Kota Toyota, Ota Toshihiko, menyalakan api obor dengan iringan musik angklung bertema Asian Para Games.
Musik angklung itu dimainkan oleh siswa-siswi Sekolah Dasar Maeyama dan sekolah luar biasa di Kota Toyota. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bagaimana seni tradisional Indonesia dapat menjadi jembatan interaksi lintas budaya, termasuk dengan melibatkan pelajar dan komunitas setempat.
Setelah prosesi penyalaan api, para pembawa obor berlari secara estafet mengelilingi halaman Toyota City Museum. Api dari pelari terakhir kemudian dimasukkan ke dalam lentera Paralimpiade sebagai bagian dari rangkaian obor Asian Para Games yang akan dinyalakan pada upacara pembukaan di Nagoya pada 17 Oktober 2026.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Aichi Shinichiro Furumoto, Wali Kota Toyota Ota Toshihiko, Ketua Dewan Kota Toyota Iwata Jun, serta Kepala Pendidikan Kota Toyota Yamamoto Hiroshi.
Baca juga: Nurisa Dian Sumbang Emas Kelima dari Panahan Asian Games 2026




