Connect with us

Politik

TB Hasanudin Sebut Tiga Pejabat Tinggi TNI Bisa Giliran Gantikan Panglima TNI

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin menyebutkan tidak tertutup kemungkinan tiga pejabat tinggi TNI secara bergiliran akan menggantikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meski masa jabatannya akan pendek.

Alasannya, tidak satupun masa tugas dari ketiga perwira tinggi itu yang sampai menghadapi situasi dan persiapan pemilihan kepala daerah (Pilkada), pemilihan umum (Pemilu) Legislatif dan pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Ketiga yang disebut-sebut bakal menggantikan Panglima Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ialah, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, Laksamana TNI Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) dan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau).

Artinya, kalau skenario itu terjadi maka pengganti Hadi adalah Andika nantiny mski soal jabatan itu merupakan hak prerogatif presiden.

Sebagai catatan, Panglima TNI yang sekarang ini, lahir 8 November 1963, pensiunnya menurut ketentuan 1 Desember 2021.

Sedangkan Andika lahir 21 Desember 1964 pensiunnya 1 Januari 2022 dan kalau dia naik jadi panglima TNI maka tahun depan bulan Desember sudah selesai.

Sementara, Yudo lahir 26 November 1965 dan pensiunnya 1 Desember 2023.
Artinya 1 tahun, tahun 2023 itu sudah pensiun, jadi dua tahun. Fajar lahir 9 April lahirnya 1966, pensiunnya 1 Mei 2024.

“Ketiga pejabat ini nggak ada yang sampai menghadapi situasi atau persiapan di tahun 2024. Bayangkan Kapolri lahir 5 Mei 1969, pensiunnya 1 Juni 2027, tiga tahun setelah Pemilu 2024. Ini sebagai gambaran saja, ” ungkap Hasanuddin dalam diskusi

Dialektika Demokrasi bertajuk “Tantangan Besar Panglima TNI Baru” di Gedung Parlemen, Kamis (16/9).

“Catatan saya, Andika, Yudo, Fajar. Kalau mengambil urutan agar semuanya kebagian, Andika, Yudo, Fajar, ketiganya tidak masuk dalam tahun 2024 dimana tahun tersebut ada pilkada pilpres dan pileg. Alternatifnya digilir saja,” katanya.

Hasanuddin mengatakan pihak DPR tinggal melaksanakan fit and propertest dan siapapun yang ditunjuk presiden nanti harus mampu menjalankan tugas dengan baik.

Sekarang ini tambahnya, TNI sudah cukup bagus dan tertib tidak seperti di masa orde baru TNI memihak.

“Sekarang tegak lurus tidak memihak siapapun. Kalaupun ada yang memihak itu bukan perintah. Sekarang ini TNI masih dipercaya mengamankan tahun 2024. Harus ada Panglima TNI yang baru baik dari Kasad, Kasal dan Kasau,” katanya.

Sedangkan Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Syaifullah Tamliha menilai tantangan panglima TNI ke depan adalah siapapun yang terpilih akan menghadapi persoalan Laut China Selatan. Karena itu hal terpenting adalah soal anggaran TNI.

Dia mengatakan angaran TNI seharusya naik hingga 100 persen dan harus disiapkan dari sekarang.

“Soal siapa panglima TNI, kami di DPR utusan partai partai jika pak Jokowi memilih segera menyampaikan pasti disetujui oleh DPR,” ujar Tamliha.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

PAN Respons Pernyataan Menag soal Kemenag Hadiah Negara untuk NU

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ketua Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, menilai pernyataan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas soal Kemenag merupakan hadiah negara untuk NU tidak memiliki landasan historis yang benar. Faktanya, dikatakan Saleh, ada banyak ormas dan elemen umat Islam yang sama-sama ikut berjuang untuk kemerdekaan, untuk persatuan Indonesia.

“Termasuk dalam hal ini, seluruh umat beragama yang ada di Indonesia. Mereka adalah bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dengan sejarah Indonesia,” ujar dia, Senin (25/10).

Saleh pun meminta agar Menag meminta maaf untuk mengakhiri polemik dan kontroversi ini. Hal itu merupakan sikap terbaik yang perlu dicontohkan para tokoh dan pejabat.

Baca juga: Kemenag Terjunkan Tim Kaji Masalah Rekrutmen NII di Garut

“Sebaiknya, minta maaf saja. Atau meluruskan mispersepsi yang ada. Itu tidak akan mengurangi apa pun. Justru, bisa menaikkan wibawa dan sikap kenegarawanan,” tuturnya.

Selain itu pernyataan itu juga dinilai dapat menimbulkan sikap eksklusivitas di tengah masyarakat. Ia khawatir hal tersebut akan mendorong munculnya sekelompok orang tertentu yang merasa lebih hebat dari kelompok lainnya.

“Kalau disebut hadiah bagi NU, terkesan bahwa Gus Yaqut ingin mengatakan bahwa Kementerian Agama hanya milik NU saja. Kelompok lain hanya pelengkap dan bagian yang diatur. Tidak memiliki peran dan partisipasi apa pun dalam konteks membangun kehidupan umat beragama di Indonesia,” kata Saleh.

Ia berharap Presiden Jokowi dapat menegur dan memberikan peringatan kepada Menag. Sebab, pernyataan-pernyataan demikian dinilai dapat menjadi preseden buruk di kemudian hari.

“Bisa saja akan muncul elemen dan ormas lain yang mengklaim mendapat hadiah kementerian lain. Misalnya, mendapat hadiah kementerian pendidikan, kementerian kesehatan, kementerian sosial, dan lain-lain. Dengan begitu, persoalan akan menjadi pelik dan runyam. Karena itu, klaim-klaim seperti ini harus dihentikan agar semua pihak merasa nyaman dan tidak terganggu. Harus dipastikan bahwa kementerian agama adalah milik semua rakyat,” ucapnya.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Pengamat Sebut Prabowo Favorit Milenial dalam Pilpres 2024

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno mengatakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bakal menjadi pilihan milenial dan generasi Z dalam pemilihan presiden 2024. Hal tersebut lantaran karakter Prabowo yang tidak banyak pencitraan dan fokus bekerja.

“Data itu berdasarkan hasil laporan jajak pendapat Libang Kompas. Jadi, Prabowo tak banyak Gimmick. Lurus saja bekerja tanpa hingar bingar apapun,” ujar Adi Prayitno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (24/10/2021).

Hasil jajak pendapat Litbang Kompas, sebanyak 17,4 persen milenial memilih Prabowo Prabowo Subianto jika pemilu dilakukan saat ini. Selain dari generasi milenial, Prabowo juga mendapat dukungan dari kalangan Gen Z dengan angka 13,7 persen.

Baca juga: DPD Partai Gerindra Jateng Deklarasi Prabowo Calon Presiden 2024

Hasil itu lebih baik dibanding dukungan terhadap Anies Baswedan sebanyak 11,7 persen, Tri Rismaharini sebanyak 7,8 persen dan Ridwan Kamil sebanyak 5,9 persen. Dalam laporan itu, pilihan kepada Prabowo tidak terlepas dari popularitasnya sebagai calon presiden di dua edisi pemilu sebelumnya.

Posisi Menteri Pertahanan di kabinet Jokowi juga ikut mengenalkan Prabowo kepada generasi muda.

“Totalitasnya sebagai menteri mendapat respons positif. Millenial itu fikirannya simpel. Suka dengan figur yang bekerja, bukan bekerja mengiklankan diri terus,” kata Adi yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu, dilansir Antara.

Selain berdasarkan kinerja, Adi menjelaskan milenial dan Gen Z melihat sisi heroisme dalam kerja-kerja Prabowo membantu merealisasikan visi dan misi Presiden Jokowi di Kabinet Indonesia Maju.

“Artinya, membangun citra dengan kerja, jauh lebih dirasa milenial ketimbang selalu membangun citra tapi minim kerja,” kata Adi menegaskan.

Mengutip hasil sensus penduduk 2020 jumlah proporsi penduduk Indonesia yakni post Gen Z (di bawah 8 tahun) sebanyak 10,88 persen, Gen Z (8-23 tahun) sebanyak 27,94 persen, Milenial (24-39 tahun) sebanyak 25,87 persen, Gen X (40-55 tahun seanyak 21,88 persen, Baby Boomer (56-74 tahun) sebanyak 11,56 persen dan Pre-boomer (di atas 74 tahun) sebanyak 1,87 persen.

IG

Continue Reading

Politik

DPD Partai Gerindra Jateng Deklarasi Prabowo Calon Presiden 2024

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Seluruh Ketua DPC Partai Gerindra se-Jawa Tengah mendeklarasikan dan meminta  Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra bersedia diusung sebagai calon presiden dalam pemilu 2024.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Gerindra Jawa Tengah mengadakan konsolidasi di Karanganyar pada 22-24 Oktober 2021. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco.

Baca juga: Bertemu Kyai Kholis As’ad Situbondo, Ahmad Muzani Minta Doa Prabowo Calon Presiden 

Abdul Wachid selaku Ketua DPD Partai Gerindra Jateng mengatakan bahwa seluruh jajaran pengurus di semua tingkatan harus siap bekerja keras memenangkan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto sebagai presiden dalam pemilu 2024.

“Jawa Tengah sebagai penentu kemenangan tidak mau lagi kecolongan seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sebelumnya, pengusungan Prabowo Subianto sebagai calon Presiden di Pilpres 2024 sudah disampaikan DPD Partai Gerindra Lampung, Makassar, dan Jawa Barat.

 

Continue Reading

HOT TOPIC