Nasional

Tekan Penularan TBC di Pesantren, Wamendagri Minta Pemda Kunci Anggaran

Channel9.id, Deli, Serdang – Karakteristik kehidupan di pondok pesantren yang kental dengan suasana kebersamaan dan interaksi intensif antar-santri memerlukan perhatian ekstra, khususnya dalam hal perlindungan kesehatan. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Pusat mendorong kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan pesantren untuk memutus rantai penularan tuberkulosis (TBC).

Pentingnya langkah kolektif ini ditekankan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus saat meresmikan Program Pesantren Bebas Tuberkulosis di Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (4/11/2026).

“Pesantren ini lembaga pendidikan dan pembinaan keagamaan dengan kehidupan komunal. Para santri tinggal, belajar, dan beribadah bersama. Interaksi yang intensif ini tentu butuh formula dan pola pencegahan TBC yang terencana,” ujar Wiyagus.

Ia mengingatkan bahwa pemenuhan hak kesehatan bagi warga negara, tak terkecuali para santri, merupakan amanat konstitusi yang tercantum dalam Pasal 28H dan Pasal 34 UUD 1945. Negara berkewajiban hadir menyediakan fasilitas dan lingkungan hidup yang sehat bagi masyarakat.

Pemda Diminta Kunci Perencanaan dan Anggaran

Sebagai pilar pembina pemerintahan daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendesak seluruh pemda untuk tidak setengah-setengah dalam menggarap program penanganan TBC. Wiyagus meminta penanggulangan penyakit menular ini masuk secara konkret ke dalam dokumen perencanaan daerah, mulai dari RPJMD, RKPD, hingga rencana strategis di tiap dinas terkait.

Tak cuma berhenti di atas kertas perencanaan, dukungan anggaran yang pasti dan berkelanjutan menjadi kuncinya. Eksekusinya pun harus menyentuh level akar rumput, terintegrasi dari tingkat kecamatan, desa, kelurahan, hingga pelayanan dasar di puskesmas.

Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus mengapresiasi terobosan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang telah membentuk Desa Siaga TBC dengan jangkauan mendekati 50 persen. Keberadaan desa siaga ini dinilai bisa menjadi benteng kuat jika dikolaborasikan dengan lingkungan pesantren.

“Meskipun pesantren berada di bawah pembinaan Kementerian Agama, para santri di dalamnya tetap warga daerah yang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dari pemerintah setempat,” tegasnya.

Upaya pemberantasan TBC di lingkungan pendidikan keagamaan ini dinilai sejalan dengan visi besar nasional dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. Program ini disinergikan dengan berbagai langkah promotif pemerintah, termasuk layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pembenahan fasilitas kesehatan secara merata.

“Kami di Kemendagri menyambut hangat komitmen pesantren yang mau terlibat langsung dalam penanggulangan TBC yang terintegrasi dengan cek kesehatan gratis ini,” pungkas Wiyagus.

Agenda peluncuran program kesehatan di Deli Serdang ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, serta Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3  +  5  =