Connect with us

Lifestyle & Sport

Tips Menjaga Konsentrasi Saat Puasa

Published

on

Tips Menjaga Konsentrasi Saat Puasa

Channel9.id-Jakarta. Haus, lapar, dan lemas. Ketiga hal ini cenderung mengganggu konsentrasimu selama puasa. Fokusmu jadi buyar karena hal-hal yang bukan pekerjaanmu itu. Tentu saja produktivitasmu juga terganggu.

Meski begitu, sebetulnya ada kiat-kiat yang cukup praktis dan mudah untuk menjaga konsentrasi saat puasa, lo. Caranya pun nyaris sama dangan kiat untuk menjaga kesehatan pada umumnya. Adapun yang menjadi pembeda ialah Kamu punya waktu makan dan minum yang lebih sedikit saat puasa.

Nah, lebih lanjut, berikut ini sejumlah kiat yang bisa Kamu lakukan menjaga konsentrasi dan tetap produktif saat puasa.

1. Perhatikan jam tidur
Kurang tidur bisa menganggu proses penyimpanan informasi. Hal ini juga akan menyulitkanmu untuk mengingat dan mempelajari hal baru. Selain itu, Kamu yang kurang tidur cenderung merasa lelah dan mengantuk seharian karena kurang istirahat. Lebih-lebih saat puasa, di mana Kamu tak mendapat asupan makanan selama lebih dari 12 jam. Nah, hal-hal tersebut akan membuyarkan konsentrasimu, lo.

Maka dari itu, usahakan untuk memenuhi kebutuhan tidur yakni 7-8 jam. Memang selama puasa, pola tidurmu jadi terganggu karena harus bangun di dini hari untuk sahur. Maka dari itu, Kamu disarankan untuk tidur lebih awal. Selagi Kamu memenuhi kebutuhan tidur itu, Kamu bisa terbebas dari efek buruk kurang tidur.

2. Beristirahat di sela kegiatan
Saat bekerja, cobalah untuk beristirahat di sela-sela pekerjaan minimal selama 10-15 menit untuk mengembalikan tenaga. Kamu bisa melakukan beberapa hal seperti mendengarkan musik, membaca novel, jalan-jalan, dan peregangan, untuk menyegarkan tubuh.

3. Melakukan olahraga ringan
Kamu pun dianjurkan untuk berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh. Dengan berolahraga, fungsi otak akan meningkat sebab oksigen dalam darah menjadi lancar. Aliran darah yang lancar ini akan memberi otak asupan oksigen cukup sehingga fokusmu bisa terjaga.

Sebagai catatan, Kamu hanya disarankan mmelakukan olahraga yang ringan dan berintensitas rendah seperti jalan kaki, jogging, dan yoga. Lakukanlah selama 30 menit hingga 1 jam setelah sahur atau menjelang buka puasa. Hal ini agar Kamu tak kehilangan banyak cairan untuk cadangan berpuasa, atau bisa mengembalikan cairan yang hilang dengan segera.

4. Hindari hal yang mengganggu fokus
Terkadang ada beberapa hal di sekitarmu yang bisa membuyarkan konsentrasi saat bekerja. Misalnya, suara notifikasi ponse atau suara telepon masuk. Nah, untuk mencegah konsentrasimu buyar, matikan nada dering atau jauhkan ponsel dari jangkauanmu.

5. Konsumsi sayur dan buah yang tinggi vitamin
Hal penting lain yang mesti Kamu lakukan ialah pastikan Kamu mendapat asupan nutrisi dari makanan yang seimbang dan kaya akan vitamin pada saat berbuka dan santap sahur. Cara ini bisa membantu menjaga konsentrasimu dan membikin kerjamu optimal.

Kamu disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B, C, E, dan magnesium seperti jeruk, wortel, bayam dan sayuran hijau lainnya. Asupan ini akan membantu menjaga konsentrasimu selama seharian berpuasa.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Marak Dijual Menjelang Lebaran, Ini Tips Aman Pilih Hampers

Published

on

By

Marak Dijual Menjelang Lebaran, Ini Tips Aman Pilih Hampers

Channel9.id-Jakarta. Parsel atau hampers kian marak diperjualbelikan di waktu menjelang Lebaran ini. Pandemi COVID-19 bahkan berkontribusi terhadap peningkatan penjualan hampers, lantaran banyak orang yang tak bisa tatap muka. Sehingga memberi hampers menjadi alternatif untuk bersilaturahmi.

Sayangnya, masih banyak orang yang mengabaikan keamanan hampers. Maka dari itu, kualitas hampers harus diperhatikan. Berangkat dari hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berbagi tips memilih hampers yang aman dikonsumsi atau dibagikan ke kerabat dekat atau keluarga.

Pertama, sebaiknya konsumen memilih sendiri bahan makanan yang akan dijadikan hampers. Hal ini untuk memastikan kemasan makanan dalam keadaan baik.

“Pastikan kemasan produk pangan dalam keadaan tak sobek, tak bolong, tak bocor, tak penyok, tak karatan, dan masih tersegel rapat,” jelas BPOM melalui akun resminya, Minggu (9/5).

Selanjutnya, cek label pada kemasan makanan. Ada beberapa informasi yang harus tertera pada label di antaranya: nama dagang, komposisi, nama jenis pangan olahan, logo halal bagi yang dipersyaratkan, tnggal dan kode produksi, nama dan alamat importir, keterangan kedaluwarsa, berat bersih, dan nomor izin edar.

Lalu makanan pun harus memiliki izin edar dari BPOM. Untuk pangan olahan dalam negeri tercantum “BPOM RI MD” dan diikuti 12 digit angka. Sementara olahan impor tercantum “BPOM RI ML” dan juga diikuti 12 digit angka.

Hal terpenting yaitu pastikanlah tanggal kedaluwarsa. Hal ini demi meminimalisir kejadian yang tak diinginkan saat mengkonsumsi bahan pangan yang tak lagi layak dimakan.

“Keterangan kedaluwarsa merupakan batas akhir suatu pangan dijamin mutunya, sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen,” kata BPOM.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Makin Malas, Bolehkah Nasi Goreng dan Makanan Cepat Saji Jadi Menu Sahur?

Published

on

By

Nasi Goreng dan Makanan Cepat Saji Jadi Menu Sahur?

Channel9.id-Jakarta. Bulan Ramadan segera berakhir. Sebagian orang mungkin mulai kehilangan semangat menyetok menu-menu sehat untuk sahur dan puasa. Mereka berdalih ‘tanggung’ atau ‘makan sahur seadanya’ karena sebentar lagi Lebaran. Mereka jadi enggan berbelanja. Alhasil, mereka cenderung fokus untuk mengenyangkan perut dan mengabaikan asupan nutrisi.

Adapun salah satu menu yang kemungkinan dikonsumsi saat sahur ialah nasi goreng. Selain mudah dibuat dan tak memerlukan banyak bahan, makanan ini memang lezat jika si pemasak memang lihai memasaknya.

Bukan cuma nasi goreng, ada juga kemungkinan untuk memesan makanan cepat saji seperti pizza. Kamu cukup memesan lewat ponsel, kemudian duduk menanti datangnya kurir membawa pesanan untuk sahur.

Namun, sebetulnya apakah boleh makan nasi goreng atau makan cepat saji saat sahur?

Perihal nasi goreng, sebetulnya tak ada larangan untuk menjadikannya menu saat sahur. Terlebih karena proses pembuatan nasi goreng yang terbilang mudah dan sebentar. Sayangnya, nasi goreng mengandung cukup banyak minyak.

Adapun makan makanan berminyak bisa membuatmu cepat haus. Pasalnya, ketika makanan ditumis atau digoreng, kandungan minyak yang ada pada makanan tersebut akan hilang dan digantikan oleh lemak. Hal ini juga yang menyebabkan makanan berminyak mengandung tinggi lemak dan kalori.

Jadi, selain membuatmu gampang haus, nasi goreng juga mengandung lemak dan kalori yang cukup banyak.

Sementara itu, menyoal makan makanan cepat saji seperti pizza dan hotdog pun punya efek yang serupa. Makanan ini mengandung garam yang tinggi. Adapun asupan garam (sodium) yang terlalu tinggi bisa mengganggu keseimbangan cairan pada tubuh, dilansir dari Moment of Science. Saat cairan tubuh tak seimbang, Kamu jadi jadi cenderung haus, lebih-lebih saat berpuasa.

Ingat, salah pilih makan saat sahur berisiko mengganggu puasamu, lo. Tentu sayang sekali jika puasamu ‘bolong’ di penghujung Ramadan hanya karena salah pilih menu sahur. Maka dari itu, perhatikanlah makanan yang Kamu makan saat sahur karena selama berpuasa Kamu tak akan makan dan minum apa pun.

Jika memang ingin makan nasi goreng saat sahur, cobalah untuk menyeimbangkan nutrisinya dengan menambahkan potongan sayur dan kacang-kacangan sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat. Tambahkan juga lauk seperti daging ayam, daging sapi, atau telur untuk memenuhi kebutuhan protein. Jangan lupa, perbanyak minum air putih saat sahur untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Dengan demikian, kebutuhan nutrisimu bisa terpenuhi.

Hal yang sama juga berlaku ketika Kamu memilih makanan cepat saji untuk sahur. Usahakan untuk mengonsumsi makanan lain yang kaya nutrisi.

Hal lain yang tak kalah penting, perhatikan pula asupan makanan saat buka puasa dan makan malam.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Bahaya Jika Diabaikan, Ini Dia Cara Bersihkan Pusar dengan Benar

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Bagi sebagian orang, akhir pekan merupakan hari yang tepat untuk bersantai dan merawat diri. Nah, apakah di waktu yang luang ini Kamu juga memerhatikan dan menjaga kebersihan pusarmu?

Hingga Kamu membaca artikel ini, mungkin Kamu masih abai terhadap kebersihan pusar. Memang sih, saat ini masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya kebersihan pusar.

Sebetulnya pusar harus dibersihkan secara berkala, lo. Pasalnya, pusar bisa menjadi habitat kuman dan bakteri untuk berkembang biak. Itulah sebabnya, jika tak dibersihkan, pusar bisa menguarkan bau tak sedap. Bahkan, penumpukan kuman ini berpotensi menyebabkan penyakit, lo. Kamu bisa mengalami iritasi, reaksi alergi, infeksi, hingga pusarmu jadi rentan terkena beragam macam gangguan kesehatan.

Kamu tak mau ‘kan hal-hal itu terjadi? Maka dari itu, bersihkanlah pusar secara berkala, paling tidak, seminggu sekali. Untuk membersihkannya, ikutilah tips berikut ini.

1. Bersihkan dengan sabun saat mandi
Cara termudah untuk membersihkan pusar ialah pada saat mandi. Pertama, campurkan air dengan sabun mandi secukupnya. Kemudian celupkan kain atau handuk bersih ke dalam campuran tersebut. Lalu mulailah membersihkan pusar dengan menyekanya secara lembut. Setelah selesai, bilas pusar dengan bersih dan keringkanlah dengan kain bersih atau tisu.

Sebagai catatan, pastikanlah pusar selalu kering. Pasalnya kondisi yang lembab berisiko mempercepat perkembangbiakan bakteri atau jamur.

2. Gunakan baby oil hingga minyak zaitun
Kamu juga bisa menggunakan baby oil. Untuk membersihkannya, Kamu harus dalam posisi berbaring. Lalu teteskan baby oil ke lubang pusar dan diamkan beberapa menit. Sekiranya kotoran pusar sudha melunak, gosok secara perlahan dengan kapas hingga kotoran terangkat. Setelahnya, keringkan pusar.

Selain menggunakan baby oil, Kamu juga bisa menggunakan minyak kelapa, minyak zaitun, ataupun losion tubuh.

3. Pakai air lemon
Cara lainnya, Kamu bisa membersihkan pusar dengan air lemon. Untuk menggunakannya, rendam kapas dengan perasan air lemon. Lalu gosok lembut area pusar dengan kapas tersebut.

Selain itu, air lemon juga membantu menghilangkan bau akibat tumpukan kotoran yang ada di pusar, lo.

4. Pakai scrub
Atau, Kamu bisa membersihkan pusar dengan scrub alami dari campuran kopi bubuk dan air. Menggunakan campuran ini nyaris serupa saat menggunakan lulur tubuh. Namun, Kamu harus menggosok di pusar, lakukan secara perlahan. Sebab kulit bagian pusar sangat tipis, sensitif, dan rentan iritasi.

Pada kasus tertentu, di mana Kamu tak membersihkan pusar dalam jangka waktu yang sangat lama—misalnya bertahun-tahun, sehingga pusarmu punya kerak yang tebal dan bau tak sedap yang parah, Kamu mungkin harus ke dokter untuk membersihkannya.

Disadari atau tidak, penyebab utama pusar beraroma tak sedap ialah endapan keringat dan sisa sabun yang ada di pusar. Maka dari itu, jangan lupa untuk membersihkan pusar secara berkala, minimal seminggu sekali.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC