Channel9.id-Jakarta. Mendagri Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera meminta 16 kementerian/lembaga yang telah menerima alokasi anggaran segera mengeksekusi program rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
Hal itu disampaikan Tito dalam Konferensi Pers Pemerintah mengenai percepatan pemulihan permanen pascabencana Sumatera di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
“Saya berharap rekan-rekan pimpinan kementerian/lembaga yang sudah tersalurkan anggarannya agar segera bekerja cepat untuk mengeksekusi program kegiatan,” ujar Tito.
Ia menjelaskan, pelaksanaan rehab-rekon berdasarkan rencana induk (renduk) berlangsung pada 2026–2028 dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp100,1 triliun. Dari 32 kementerian/lembaga yang terlibat, sebanyak 16 telah memperoleh alokasi anggaran.
Tito juga akan menyampaikan rincian program kementerian/lembaga kepada pemerintah daerah terdampak agar penanganan dapat berjalan selaras. Menurutnya, daerah dapat memanfaatkan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun yang telah diterima Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta dukungan Belanja Tidak Terduga (BTT) Presiden senilai Rp268 miliar untuk mempercepat pemulihan.
“Kalau saya bilang kapal kecilnya itu yang Rp10,6 triliun dan bantuan Presiden Rp268 miliar. Kapal besarnya adalah dari kementerian/lembaga,” katanya.
Sementara itu, kementerian/lembaga yang belum menerima alokasi anggaran diminta segera melengkapi dokumen administrasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan agar penyaluran anggaran tidak tertunda. Tito menegaskan pemerintah telah menyiapkan pendanaan untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera.
Baca juga: Kasatgas PRR Minta Empat Anggaran Prioritas Rehab-Rekon Segera Disetujui





