Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
Nasional

Tito: Program Perumahan Rakyat Permudah Akses Hunian bagi MBR

Channel9.id-Balikpapan. Mendagri Tito Karnavian menegaskan program tiga juta rumah merupakan bentuk nyata kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dengan harga terjangkau.

Menurut Tito, berbagai terobosan telah disiapkan pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk menekan harga rumah, sekaligus mempermudah akses pembiayaan bagi masyarakat.

“Nah, untuk melakukan percepatan agar siap memiliki rumah atau rumah yang layak maka Kementerian PKP sudah banyak sekali membuat terobosan-terobosan, di antaranya bagaimana membuat harga rumah ini lebih murah,” ujarnya dalam acara kolaborasi pembiayaan perumahan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (5/5/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah menggandeng perbankan untuk menyediakan skema kredit yang lebih ringan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memperkuat dukungan pembiayaan program tersebut.

Tak hanya itu, pemerintah juga menghadirkan kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi MBR. Langkah ini dinilai mampu menekan biaya kepemilikan rumah secara signifikan.

“Supaya murah. Harganya murah, kreditnya juga murah. Sehingga developer berlomba-lomba membangun rumah,” jelasnya.

Tito menekankan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah. Ia meminta Pemda segera menetapkan regulasi turunan melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada) agar kebijakan pusat dapat diimplementasikan secara optimal di daerah.

Selain itu, ia juga mendorong percepatan pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk menyederhanakan proses perizinan dalam satu atap. Dengan sistem tersebut, proses administrasi diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien.

“Maka saya meminta semua daerah membangun Mal Pelayanan Publik, jadi semua perizinan dalam satu atap,” tegasnya.

Khusus di Kalimantan Timur, Tito meminta pemerintah daerah lebih aktif mensosialisasikan program perumahan rakyat agar semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan kebijakan tersebut.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan penuh daerah, pemerintah optimistis program tiga juta rumah dapat berjalan optimal dan menjadi solusi nyata bagi pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca juga: Tito: Program Perumahan Gerakkan UMKM dan Tekan Kemiskinan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4  +  3  =