Connect with us

Ekbis

Toko di Gaza Pasang Iklan Tentara Israel Makan Mie Instan Buatan Indonesia

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Toko kelontong Big Mart di wilayah Syujaiyah, Jalur Gaza, membuat selebaran untuk menarik pembeli, yakni poster iklan tentara Israel yang pernah menjadi tawanan Hamas selama 2006-2011, sedang melahap Indomie, produk mie instan asal Indonesia, seperti dikutip dari Albalad.co, Senin, 14 Juni 2021.

Poster ini dilengkapi tulisan, “Apa yang tersembunyi, lebih hebat dari rasa menggoda dan lezat.” Iklan ini menayangkan empat jenis rasa Indomie, termasuk soto ayam, kari ayam, dan mie goreng.

Ketika dihubungi Albalad.co melalui WhatsApp, pemilik toko Big Mart mengaku bernama Faisal, bilang iklan itu sekadar lelucon. Sebab bertepatan dengan rekaman video memperlihatkan keseharian Shalit saat ditawan Hamas, dilansir kemarin.

Namun dia mengakui tokonya memang menjual Indomie. “Kami sudah lama menjual beragam produk Indomie,” ujarnya. Tapi dia tidak mau menyebut dari negara mana dia membeli Indomie itu.

Hamas membebaskan Shalit satu dasawarsa lalu, ditukar dengan 1.027 tahanan Hamas di penjara-penjara Israel.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Ekonomi Membaik, Stafsus Presiden: Pemerintah Tetap Berhati-hati

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indonesia resmi keluar dari resesi usai capaian ekonomi Indonesia pada kuartal II 2021 berhasil melesat 7,07 persen (year on year/yoy).

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta mengatakan, meski ekonomi membaik, pemerintah tetap akan berhati-hati dalam menetapkan kebijakan perekonomian di tengah ancaman varian baru Covid-19.

“Kita harus tetap berhati-hati karena situasi pandemi masih terjadi dengan varian baru yang sangat mungkin kembali menjangkiti berbagai negara yang saat ini telah membaik menjadi kembali memasuki situasi krisis,”ujar Arif, Kamis, 5 Agustus 2021.

Penyebaran varian delta, lanjutnya, bisa saja membuat pemerintah melakukan pembatasan sosial yang lebih ketat.

“Oleh karena itu, seluruh pihak tetap harus bergotong-royong menghadapi berbagai persoalan yang masih mungkin terjadi, agar ekonomi Indonesia semakin tangguh,”katanya.

Baca juga: Istana: Ekonomi Pulih di Q2 2021, Kerjasama Semua Pihak 

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7,07 persen secara tahunan (year on year/yoy) di kuarta II 2021 atau 3,31 persen secara kuartal ke kuartal (qtq) yang menandakan keluarnya perekonomian domestik dari zona resesi sejak empat kuartal terakhir.

Arif menyebut pencapaian ini merupakan hasil kerjasama semua pihak, termasuk stimulus dari program bantuan sosial.

Sementara itu, pandemi Covid-19 di Indonesia masih fluktuatif di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dengan berbagai level. Kasus positif virus corona pada Rabu (04/08), telah menembus 3,5 juta orang. Demikian pula dengan kasus kematian Covid-19 yang telah melewati 100 ribu orang.

Continue Reading

Ekbis

Istana: Ekonomi Pulih di Q2 2021, Kerjasama Semua Pihak

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia kembali ke level positif yakni sebesar 7,07 persen (year on year/yoy) di kuartal II/2021.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta mengatakan, pencapaian ini merupakan hasil kerjasama semua pihak, termasuk stimulus dari program bantuan sosial.

Arif juga melihat kontribusi yang baik terhadap struktur perekonomian domestik dari sisi pengeluaran Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan ekspor.

“Capaian ini merupakan hasil kerja sama semua pihak. Sejumlah kebijakan pemerintah selama ini melalui program bantuan sosial dan pemulihan ekonomi nasional, turut membantu menahan tekanan kepada masyarakat dan juga pelaku usaha,” kata Arif melalui pernyataan tertulis, Kamis (05/08).

Baca juga: BPS: Pertumbuhan Ekonomi Semester I Tumbuh 3,31 Persen 

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7,07 persen secara tahunan (year on year/yoy) di kuartal II 2021 atau 3,31 persen secara kuartal ke kuartal (qtq) yang menandakan keluarnya perekonomian domestik dari zona resesi sejak empat kuartal terakhir.

Merujuk pada struktur pertumbuhan ekonomi kuartal II, kata Arif, PMTB dan ekspor memiliki kontribusi yang baik terhadap pemulihan ekonomi nasional.

Arif mengatakan, tren positif ini harus dipertahankan karena struktur ekonomi domestik ke depan berpeluang tidak hanya akan mengandalkan dorongan konsumsi rumah tangga, namun juga mulai bertransisi ke sektor yang lebih produktif yakni investasi dan ekspor. “Pemerintah terus berupaya menjaga momentum ini,” katanya.

Pada kuartal II 2021 terlihat pertumbuhan ekonomi beberapa negara mitra juga telah masuk ke fase ekspansif seperti Amerika Serikat yang mencapai pertumbuhan 12,2 persen (yoy), China 7,9 persen (yoy), dan Korea Selatan sebesar 5,9 persen (yoy).

Untuk itu, sambung Arif, kegiatan perekonomian di dalam negeri akan terus dikonsolidasikan agar dapat merebut peluang dari pemulihan ekonomi global tersebut.

Beberapa indikator ekonomi lainnya pada kuartal II juga menunjukkan banyak penguatan. Misalnya, indeks keyakinan konsumen (IKK) meningkat 16,4 poin menjadi 104,4 dibanding posisi IKK pada kuartal I 2021 yakni sebesar 88,0.

Realisasi investasi pada kuartal II 2021 juga tumbuh sebesar 16,2 persen (yoy) atau secara kumulatif Januari hingga Juni 2021 tercatat tumbuh sebesar 10,0 persen (yoy).

Dari sisi fiskal, pemerintah telah membelanjakan APBN sebesar Rp1.170,13 triliun atau 42,55 persen dari total belanja negara hingga semester I 2021. Realisasi tersebut naik 9,38 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020 lalu.

Selain itu, ketahanan eksternal kuartal II 2021 masih cukup baik karena posisi neraca perdagangan yang secara konsisten mengalami surplus sejak April 2020 hingga Juni 2021. Surplus neraca perdagangan Januari hingga Juni 2021 tercatat sebesar 11,86 miliar dolar AS.

Continue Reading

Ekbis

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Semester I Tumbuh 3,31 Persen

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi per kuartal tumbuh 3,31 persen, sedangkan kuartal II 2021 mencapai 7,07 persen secara year on year (yoy).

Kepala BPS, Margo Yuwono menjelaskan, pertumbuhan ekonomi ini lebih baik dibandingkan kuartal I 2021, yakni 0,74 persen. Selanjutnya, pada kuartal II 2020 tercatat minus 5,32 persen.

“Ekonomi kuartal kedua kita mengarah ke pertumbuhan yang baik,” kata Margo Yuwono, dalam video virtual, Kamis (05/08).

Baca juga: Menkeu Bebaskan Pajak Sewa Mal Hingga Oktober 2021

Ia menilai, perekonomian global pada triwulan kedua mengalami peningkatan. Ini terlihat dari pergerakan Purchasing Manufactring Index (PMI) pada Maret 2021 tercatat 54,8 persen, dan terus  meningkat 56,6 persen per Juni 2021. “Ini menunjukkan trend ekonomi semakin meningkat,”jelas Margo.

Pasar international, lanjutnya, mengalami peningkatan harga pada sektor hasil tambang, timah, dan alumunium. Margo juga menyebut jika konomi di beberapa negara tahun 2021 juga menunjukkan pertumbuhan positif pada triwukan kedua. “Pertumbuhan ekonomi tinggi karena ada pemulihan ekonomi yang mulai terjadi,” tandasnya.

Continue Reading

HOT TOPIC