Twitter Masih Uji Fitur Mirip Podcast
Techno

Twitter Masih Uji Fitur Mirip Podcast

Channel9-Jakarta. Twitter sedang mengembangkan Spaces Recordings, yaitu fitur yang memungkinkan host berbagi tweet dengan rekaman audio lama dari Spaces. Kini, ketika host membagikan rekaman, mereka bisa melihat berapa banyak pendengar yang bergabung saat live, dan yang memutar ulang rekaman setelah acara berakhir.

Juru bicara Twitter mengatakan bahwa fitur itu masih dalam tahap uji coba. Skala uji coba terus diperluas sejak pertama kali uji coba dilakukan. Twitter memang ingin memperluas fitur ini di masa mendatang.

Saat suatu acara Space berjalan, pengguna di live space akan melihat tombol “Rec” dengan titik merah di sebelahnya. Jika host membagi rekamannya, mereka bisa mengedit waktu mulai. Hal ini memungkinkan pendengar berikutnya tak perlu mendengar menit-menit ketika Space belum dimulai. Saat mendengar rekaman Space, pengguna bisa melihat siapa yang berbicara dan siapa yang ada di dalam ruangan—mirip dengan di Space yang live.

Fitur-fitur ini berguna bagi pendengar, karena mereka bisa menikmati konten yang mungkin mereka lewatkan. Sementara, bagi host, fitur ini memudahkan mereka untuk meng-engage pendengar.

Diketahui, Spaces telah menjadi kebutuhan pokok Twitter. Bahkan fitur ini tampak di tab tengah, di aplikasi seluler Twitter. Namun, pertumbuhan fitur audio live ini tidak datang tanpa hambatan. Baru-baru ini, pengguna Twitter Spaces melaporkan adanya konten yang sangat berbahaya, termasuk Spaces dengan judul rasis yang ada di feed mereka—yang bahkan masih ada meski sudah dilaporkan.

Twitter belum merinci apakah atau bagaimana moderasi Spaces akan berkembang melampaui fitur pelaporan yang ada.

“Kami sedang mengeksplorasi alat deteksi yang lebih proaktif dan bekerja untuk mengevaluasi dan mengembangkan opsi moderasi baru,” ujar juru bicara Twitter, dikutip dari TechCrunch (11/1). “Spaces adalah produk iteratif, karena semakin banyak orang menggunakannya, kami akan terus belajar, mendengarkan dengan seksama, dan melakukan peningkatan berdasarkan umpan balik.”

(LH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  19  =  21