Nasional

Underpass Pesurupan Tergenang Banjir, Jalur Tegal-Purwokerto Sempat Lumpuh

Channel9.id – Tegal. Jalur Tegal-Purwokerto sempat lumpuh akibat banjir di Underpass Pesurupan, Desa Prupuk Utara, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jumat (2/1/2026). Antrean kendaraan mengular, baik dari arah Tegal-Purwokerto maupun sebaliknya.

Banjir di Underpass Pesurupan Prupuk Utara Kabupaten Tegal terjadi setelah terjadi hujan lebat yang turun sejak sore hari sekitar pukul 16.00 WIB dengan durasi cukup lama.

Sekira pukul 18.30 WIB air hujan masuk ke area underpass ditambah dengan luapan sungai di sekitar lokasi menyebabkan genangan air cukup tinggi, hingga menutup badan jalan underpass.

Kondisi tersebut mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Slawi menuju Purwokerto maupun sebaliknya tidak dapat dilalui sementara waktu.

Sekitar pukul 21.45 WIB, petugas gabungan mulai melakukan penyedotan air menggunakan mesin diesel siaga guna mempercepat surutnya genangan.

Pada pukul 02.30 WIB genangan air berhasil dikendalikan dan kendaraan kecil maupun kendaraan berat sudah dapat melintas kembali melalui underpass tersebut secara bertahap.

Banjir juga masih menggenang di Desa Sidakaton dan Sidapurna Kabupaten Tegal. Desa yang berada di wilayah Kecamatan Dukuhturi tersebut terendam dan membuat ratusan warga menjadi korban terdampak di penghujung tahun 2025.

Hujan deras dengan intensitas tinggi membuat air dari Sungai Kaligangsa meluap. Dari data yang dihimpun BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) korban terdampak di Desa Sidakaton sebanyak 780 jiwa, dan untuk Desa Sidapurna sebanyak 100 jiwa.

Ketinggian air sempat mencapai 150 cm dan berlahan surut hingga kini. BPBD sempat melakukan assesment dan mengajukan bantuan logistik ke BAZNAS Kabupaten Tegal.

Ajuan tersebut direspon komandan BTB dalam hal ini Waka IV, Istibsaroh dan disetujui Ketua Baznas yang selanjutnya memberangkatkan bantuan logostik tersebut ke Desa Sidakaton dan Sidapurna Tegal yang banjir.

Banjir akibat luapan Sungai Kaligangsa yang selalu meluap ketika hujan turun dengan intensitas tinggi tersebut menggenangi pemukiman warga di kedua desa tersebut.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8  +  2  =