UNJ Kukuhkan Tiga Guru Besar, Soroti Peran Data dan AI dalam Pendidikan
Nasional

UNJ Kukuhkan Tiga Guru Besar, Soroti Peran Data dan AI dalam Pendidikan

Channel9.id-Jakarta. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengukuhkan tiga guru besar baru yang mengusung gagasan tentang pentingnya pemanfaatan data, kecerdasan artifisial (AI), dan evaluasi ilmiah dalam pengembangan pendidikan. Pengukuhan tersebut berlangsung dalam Sidang Terbuka di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A UNJ, Rawamangun, Selasa (7/7/2026).

Tiga profesor yang dikukuhkan yakni Prof. Achmad Ridwan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Evaluasi Pendidikan, Prof. Dian Handayani sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pemodelan Statistika dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Prof. Ratna Dewanti sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pembelajaran Morfologi Bahasa Inggris dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS).

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Ratna Dewanti menekankan pentingnya pembelajaran bahasa berbasis data autentik. Menurutnya, pemanfaatan korpus linguistik dan pendekatan Data-Driven Learning dapat mendorong mahasiswa berpikir kritis, membangun argumentasi, serta menghasilkan pengetahuan berdasarkan bukti.

Sementara itu, Prof. Dian Handayani menyoroti peran statistika modern dalam menghasilkan kebijakan yang lebih akurat. Ia menjelaskan bahwa integrasi machine learning, Small Area Estimation (SAE), dan Explainable Artificial Intelligence (Explainable AI) memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih presisi dan transparan.

Adapun Prof. Achmad Ridwan memperkenalkan pendekatan baru dalam evaluasi program melalui kerangka hibrida yang menggabungkan psikometrika modern dengan People Analytics. Menurutnya, model tersebut mampu menghasilkan evaluasi yang lebih akurat sehingga dapat mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti.

Rektor UNJ Prof. Komarudin mengatakan ketiga orasi tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya membangun pendidikan melalui riset, data, dan evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Ketiga orasi ini memperlihatkan bahwa ilmu pengetahuan berkembang ketika data, riset, dan evaluasi bertemu untuk menghasilkan solusi. Dari sanalah lahir pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Komarudin.

Ia menambahkan, bertambahnya tiga guru besar tersebut semakin memperkuat kapasitas akademik UNJ dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang unggul, kolaboratif, dan berdaya saing global. Kehadiran para profesor baru juga diharapkan mendorong lahirnya riset, inovasi, dan rekomendasi kebijakan yang memberi manfaat bagi pembangunan nasional.

Baca juga: UNJ Latih 1.000 Guru dan Kepala Sekolah di Mappi Papua Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  70  =  74