Connect with us

Nasional

UNJ Raih Akreditasi ‘Unggul’ dari BAN-PT

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berhasil meraih akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau BAN-PT dengan predikat ‘Unggul’.

Kampus Lembaga Pendidikan dan Ilmu Kependidikan (LPTK) itu memperoleh nilai 366 yang ditetapkan pada 2 Februari 2021, dikutip dari situs BANPT, banpt.or.id pada Selasa (2/2).

Saat dikonfirmasi, Kepala Humas UNJ Syaifudin membenarkan akreditasi tersebut. Namun, pihak UNJ masih menunggu Surat Keputusan resmi dari BAN-PT.

“Belum, kata pak Rektor baiknya nunggu SK resminya turun dulu. Soalnya SK-nya belum keluar dari BAN PT,” ujar pengajar Prodi Sosiologi UNJ itu lewat pesan singkat, Selasa (2/2).

Diinformasikan, Asesor Perguruan Tinggi (APT) UNJ diantaranya, DR. Suhanan, DEA, Prof. Dr. Muslimin Ibrahim, BA. M,Pd, Prof. Dr. Indra Maipita, S.Pd.,M.Si.,Ph.D, Prof. Dr. Seger Handoyo, Drs. Andoyo Effendi Noor, M.SC.,Ph.D, dan Dr. Indriaty Sudirman, SE.,M.Si.

Sementara tim akreditasi UNJ dipimpin oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik UNJ Prof. Suyono.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Dukcapil Ganti 5.490 KK Warga yang Rusak Terdampak Banjir di Tangerang

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta.  Di saat warga menjadi korban bencana alam, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri selalu hadir melayani penggantian dokumen kependudukan bagi warga terdampak bencana.

Hal itu disampaikan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh turun langsung mengunjungi korban banjir di beberapa lokasi di Kabupaten dan Kota Tangerang, hari ini Sabtu (27/02).

Zudan menjelaskan hingga pukul 15.00 hari ini, Tim Dukcapil di Desa Gelam Jaya, Kabupaten Tangerang telah mencetak sebanyak 4.058 dokumen Kartu Keluarga, 63 KTP-el, dan 6 akta kelahiran.

“Semua langsung habis dibagikan kepada warga korban banjir setempat,” ujar Zudan.

Baca juga: Dukcapil Proaktif Ganti Dokumen Kependudukan Warga Terdampak Bencana 

Sementara, lanjutnya, dari Posko Kelurahan Periuk dan Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Tim Dukcapil hingga pukul 14.30 telah mencetak 916 KK, 47 keping KTP-el, 14 keping KIA, dan 18 akta kelahiran.

Lebih lanjut, Zudan menuturkan kegiatan pencetakan penggantian dokumen kependudukan terdampak banjir di Kecamatan Pasar Kemis, Kota Tangerang hingga pukul 15.00, dokumen Kartu Keluarga yang sudah tercetak dengan tanda tangan elektronik sebanyak 516 lembar, KTP-el sebanyak 73 keping dan akta kelahiran sebanyak 6 berkas.

“Total hari ini dokumen yang sudah dicetak dan dibagi habis sebanyak 5.490 KK, 183 KTP-el, 30 akta kelahiran dan 18 keping KIA,” tandas Zudan.

Sementara itu, warga korban banjir  Kota Tangerang itu mengaku senang dan surprise dengan pelayanan jemput bola penggantian dokumen kependudukan yang dilakukan langsung oleh petugas Dukcapil pusat yang berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil setempat.

Ketua RW 04 Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Jumariatno, mengaku sangat berterima kasih atas pelayanan jemput bola penggantian dokumen kependudukan oleh pemerintah.

“Saya atas nama warga sangat berterima kasih atas pelayanan yang cepat dan tanggap tanpa kami minta. Warga saya pun senang sekaligus haru mendapatkan perhatian pemerintah sehingga dokumen

Begitu juga Lusiana, warga Vila Tomang Baru, Kecamatan Periuk, mengaku senang luar biasa berkat posko Dukcapil di dekat posko banjir, dirinya bisa langsung kependudukan terutama Kartu Keluarga, dan KTP-el yang rusak terendam banjir bisa kami dapatkan kembali,” katanya.

“Di Posko Dukcapil petugasnya sangat tanggap dan cepat melayani. Kami dilayani gratis. Terima kasih Dukcapil,” sambung Lusiana kepada wartawan.

Continue Reading

Nasional

Pakar Komunikasi: Melaporkan Presiden Tindakan Berlebihan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan baru-baru ini melaporkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes) yang diduga dilakukan Presiden Jokowi saat berkunjung di Maumere, NTT beberapa waktu lalu.

Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing mengatakan, melaporkan Presiden ke Bareskrim Polri itu berlebihan. Menurutnya, mereka yang melaporkan belum melihat secara jeli simbol non-verbal dari Presiden yang mengandung makna mendalam.

“Dari aspek komunikasi, laporan ini sangat lemah. Wajar pihak kepolisian menolaknya,” ujar Emrus kepada Channel9. Sabtu (27/02) malam.

Baca juga: Bareskrim Polri Tolak Laporan Kasus Kerumunan Jokowi di NTT 

Emrus menilai, kejadian tersebut sama sekali bukan sepengetahuan dan keinginan  Presiden. Hal tersebut jelas tergambar dari perilaku komunikasi non-verbal Presiden. Dengan memakai masker, Presiden terlihat menggerak-gerakan tangannya ke arah maskernya, sebagai simbol komunikasi non-verbal yang dapat dimaknai dan bertujuan mengingatkan sekelompok masyarakat yang ada di lokasi agar tetap menggunakan masker.

“Dari simbol non-verbal tersebut, sangat jelas bahwa Presiden memberi teladan kepada masyarakat agar tetap dan taat menggunakan protokol kesehatan dalam rangka menghindari penyebaran Covid-19,”katanya.

Sejatinya, lanjut Emrus, Tim Komunikasi Presiden atau jubir Presiden memberikan pencerahan kepada publik. Sayangnya hal tersebut belum dilakukan hingga saat ini.

“Untuk itu, saya meyarankan kepada Presiden agar segera melakukan evaluasi terhadap pengelolaan komunikasi kepresidenan,”ucapnya.

“Dengan demikian, manajemen komunikasi kepresidenan ke depan bisa lebih profesional, cepat, lincah, proaktif, kreatif, antisipatif dan yang tak kalah pentingnya menjadi penasehat komunikasi bagi Presiden,”pungkasnya.

Continue Reading

Nasional

Rais ‘Aam PBNU: Syaikhona Kholil Bangkalan Layak Jadi Pahlawan Nasional

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Syaikhona Kholil Bangkalan merupakan pembawa inspirasi perjuangan tiga serangkai yakni KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri yang menjadikan NU saat ini besar dan para penerusnya bisa memetik buah dari perjuangannya. Dengan rekam jejak seperti sehingga sangat layak mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Hal tersebut diungkapkan oleh Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar pada Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-98 Nahdlatul Ulama di Masjid Istiqlal, Sabtu (27/2) malam.

Menurut Miftachul, tidak hanya layak, pemerintah memiliki kewajiban menyematkan penghargaan Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Kholil.

“Beliaulah (Mbah Kholil) yang mengangan-angan lahirnya sebuah embrio Jamiyyah Nahdlatul Ulama. Layak beliau mendapat gelar pahlawan nasional,” ujarnya.

Perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama ini lanjut Kiai Miftach harus dilanjutkan para generasi penerus dengan mempertahankan dan merawatnya dengan baik dan benar. Mereka juga harus menjadi motivasi dan inspirasi dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama.

Dilansir dari NU Online Jatim, saat ini proses penyematan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Kholil sudah terus berproses dan memasuki tahapan penting.

“Sebenarnya untuk naskah sendiri prosedur pengusulan ini kami sudah ada beberapa elemen. Di antaranya laporan seminar tentang kajian akademik, kajian biografi, riwayat hidup dan perjuangan beliau, yang keempat terkait dengan dokumen pendukung,” kata Muhaimin, Tim Pengusul Gelar Pahlawan Nasional Syaikhona Kholil pada Selasa (16/2).

Saat ini prosesnya sudah masuk ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan nantinya berlanjut ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI berdasarkan rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur.

Namun, permasalahan serius yang menjadi kendala saat ini adalah proses pembuktian dan syarat terkait dokumentasi Syaikhona Kholil saat masih hidup.

“Terkait foto itu adalah wewenang keluarga. Dalam hal ini, kami sudah berkomuniksi dengan keluarga. Sehingga kemudian diputuskan bahwa keluarga akan membuat sketsa yang mirip dengan Syaikhona Kholil,” ungkapnya.

Muhaimin menerangkan, jika proses ini memang kesulitan terkait pembuktian secara fisik. Namun berkat adanya peninggalan naskah sebagai pendukung rekam jejak bisa memperkuat buktinya.

IG

Continue Reading

HOT TOPIC