Channel9.id – Jakarta. Sebanyak 9.520 mahasiswa baru Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai Kamis 20 Agustus 2026 dan berakhir pada Jumat, 28 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, kemahasiswaan, serta berbagai organisasi di UNJ. Kegiatan ini terselenggara di Arena Balap Sepeda Veledrome, Jakarta Timur.
PKKMB 2026 yang mengusung tema “Generasi Unggul Bereputasi Dunia” memiliki beberapa rangkaian kegiatan yang dimulai dari PKKMB tingkat universitas. Kegiaran dilanjutkan dengan PKKMB tingkat fakultas serta program studi dan diakhiri dengan penutupan PKKMB.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, mengatakan PKKMB dirancang untuk membantu mahasiswa baru mengenal kehidupan kampus, baik dari sisi akademik maupun kemahasiswaan.
“PKKMB bertujuan membuat mahasiswa mengenal UNJ dari sisi akademik, kemahasiswaan, dan organisasi mahasiswa,” ujar Prof. Ifan dalam sambutannya.
Ia menyampaikan apresiasi atas terlaksananya PKKMB UNJ 2026 yang diikuti mahasiswa dari berbagai program pendidikan, mulai dari Diploma 4 (D4) atau sarjana terapan hingga program Sarjana (S1).
Direktur Mahasiswa dan Alumni UNJ, Yasep Setiakarnawijaya, mengatakan PKKMB menjadi momentum penting untuk membangun karakter dan kesiapan mahasiswa baru sejak awal memasuki lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu mengenal sistem akademik, tetapi juga perlu memahami berbagai peluang pengembangan diri melalui organisasi, kegiatan kemahasiswaan, kompetisi, dan berbagai program yang tersedia di UNJ.
“PKKMB bukan sekadar kegiatan pengenalan kampus, tetapi menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal potensi dirinya, membangun jejaring, dan mulai merancang perjalanan selama menjadi mahasiswa UNJ. Kami berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia untuk berkembang dan berprestasi,” ujar Yasep.
Dari total 9.520 mahasiswa baru, sebanyak 1.119 mahasiswa berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan, 1.507 mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Seni, serta 1.380 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum.
Selanjutnya, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menerima 988 mahasiswa, Fakultas Teknik menerima 1.416 mahasiswa, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan menerima 858 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis menerima 1.812 mahasiswa, serta Fakultas Psikologi sebanyak 440 mahasiswa.
Sementara itu, Ketua BEM UNJ 2026, Adriyansyah Fadhilah, mengingatkan mahasiswa baru bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Menurut Adriyansyah, posisi sebagai mahasiswa, terlebih di UNJ, merupakan kesempatan istimewa yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian gelar akademik, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Menjadi mahasiswa adalah tanggung jawab untuk berpikir kritis, berdiskusi, dan memberikan manfaat kepada orang banyak,” katanya.
Ia mengajak mahasiswa baru agar tidak sekadar mengejar gelar. Mahasiswa harus mampu mengembangkan kapasitas intelektual sekaligus memiliki kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Adriyansyah juga berpesan agar berbagai persoalan dan isu yang muncul di lingkungan kampus disikapi melalui pemikiran yang kritis dan intelektual. Menurutnya, keberanian menyampaikan pendapat harus disertai keberanian menawarkan solusi dan memberikan masukan.
“Berani menyampaikan pendapat berarti berani menyampaikan solusi dan memberi masukan. Kita juga harus mampu menyerukan keberpihakan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia mendorong mahasiswa baru untuk terus mencari ilmu sekaligus aktif berorganisasi. Menurutnya, organisasi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang serta memperkuat kemampuan soft skill dan hard skill, terlepas dari organisasi yang dipilih.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNJ, Prof. Komarudin mengatakan hari pertama PKKMB merupakan awal perjalanan baru bagi 9.520 mahasiswa yang kini menjadi bagian dari keluarga besar UNJ.
“Kalian datang dari berbagai daerah, dengan latar belakang, pengalaman, dan cita-cita yang berbeda. Tetapi mulai hari ini, kita memiliki satu rumah, satu almamater, dan satu tekad untuk menjadi generasi unggul yang mampu membawa nama UNJ semakin bereputasi di dunia,” kata Prof. Komarudin.
Ia berharap PKKMB menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mengenal budaya akademik UNJ, membangun persahabatan, memperluas jejaring, menumbuhkan rasa memiliki terhadap almamater, serta mempersiapkan diri menjadi insan yang dewasa, mandiri, dan bertanggung jawab.
Prof. Komarudin memberikan tujuh pesan yang dapat menjadi bekal mahasiswa selama menempuh pendidikan di UNJ.
Pertama, berani bermimpi besar. Mahasiswa diminta tidak membatasi cita-cita berdasarkan keadaan saat ini, tetapi berani menetapkan tujuan, menyusun langkah, dan mengambil kesempatan untuk menjadi champion.
Kedua, tekun mengasah kompetensi. Kuliah, menurutnya, bukan sekadar mengejar nilai dan ijazah. Mahasiswa perlu menguasai bidang ilmu, meningkatkan literasi digital dan kemampuan bahasa, serta mengikuti perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial.
Ketiga, berpikir out of the box. Mahasiswa didorong tidak hanya bertanya mengenai apa yang sudah tersedia, tetapi juga memikirkan apa yang dapat diciptakan. Kemampuan berpikir berbeda, berinovasi, dan mencari solusi diperlukan untuk menghadapi masa depan.
Keempat, belajar dari keteladanan. Mahasiswa diminta menghormati orang tua, guru, dan dosen serta mempelajari kisah tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi bangsa dan dunia.
Kelima, membangun karakter dan integritas. Prof. Komarudin menekankan bahwa kecerdasan tanpa karakter dapat kehilangan arah. Karena itu, mahasiswa perlu menjaga kejujuran, disiplin, tanggung jawab, etika, dan kepedulian sosial.
Keenam, memperluas jejaring dan kolaborasi. Masa mahasiswa, kata dia, perlu dimanfaatkan untuk membangun persahabatan dan jejaring melalui organisasi, komunitas, kegiatan sosial, kompetisi, penelitian, kewirausahaan, maupun forum internasional.
Ketujuh, meninggalkan jejak terbaik. Setelah menyelesaikan pendidikan di UNJ, mahasiswa diharapkan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga meninggalkan karya, prestasi, inovasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi positif bagi almamater.
“Jadikan empat sampai lima tahun ke depan sebagai masa untuk belajar, bertumbuh, berprestasi, dan memberi arti. Jangan takut gagal. Jangan takut mencoba. Jangan takut bermimpi,” tutur Prof. Komarudin.
Ia optimistis dari 9.520 mahasiswa baru tersebut akan lahir pemimpin, ilmuwan, pendidik, profesional, entrepreneur, inovator, seniman, serta berbagai insan unggul yang mampu membawa nama UNJ ke panggung dunia.
“Kalian adalah generasi terpilih. Kalian adalah generasi terbaik. Dan mulai hari ini, masa depan itu berada di tangan kalian,” ujarnya.
Pelaksanaan PKKMB 2026 yang melibatkan 9.520 mahasiswa baru berjalan sukses dan menjadi awal perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar UNJ. Melalui rangkaian kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan membangun kebersamaan, PKKMB diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan wawasan, karakter, jejaring, serta semangat untuk belajar, berprestasi, dan berkontribusi bagi masyarakat serta membawa UNJ semakin bereputasi di dunia.




