Nasional

UNJ Wisuda 725 Sarjana, Rektor Dorong Alumni Berkontribusi bagi Masyarakat

Channel9.id – Jakarta. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mewisuda 725 lulusan program sarjana dalam wisuda sesi kelima Tahun Akademik 2025/2026, Jumat (23/10/2026). Rektor UNJ Prof. Komarudin mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Komarudin mengatakan pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan mempersiapkan lulusan memasuki dunia kerja. Pendidikan juga perlu membentuk individu yang mampu berpikir kritis, menghadapi perubahan, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

Ia mendorong para lulusan untuk memiliki cita-cita besar sekaligus menyusun langkah nyata untuk mencapainya. Menurutnya, keberhasilan membutuhkan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar.

“Jangan membatasi masa depan hanya karena keadaan hari ini. Beranilah bermimpi. Tetapi setelah bermimpi, bangunlah kerja nyata untuk mencapainya,” ujar Komarudin, seperti dilihat Channel9.id dalam siaran langsung yang ditayangkan Youtube Universitas Negeri Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Pada sesi kelima, sebanyak 725 lulusan yang diwisuda berasal dari empat fakultas. Rinciannya, 151 lulusan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), 180 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH), 159 lulusan Fakultas Teknik (FT), serta 235 lulusan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK).

Secara keseluruhan, UNJ mewisuda 4.745 lulusan dari program sarjana terapan, sarjana, magister, dan doktor. Pelaksanaan wisuda tersebut dibagi menjadi tujuh sesi.

Komarudin juga menyoroti tantangan yang dihadapi lulusan di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial. Ia mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tetap memperhatikan nilai kemanusiaan dan tidak mengesampingkan kepedulian sosial.

“Gunakan teknologi untuk membantu manusia. Gunakan teknologi untuk memperluas manfaat. Jangan biarkan kemajuan teknologi menghilangkan empati, tanggung jawab, dan kepedulian,” ujarnya.

Selain kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, ia menilai keterbukaan terhadap perbedaan dan kejelasan tujuan hidup menjadi bekal penting setelah lulus dari perguruan tinggi. Dengan tujuan yang jelas, para lulusan diharapkan dapat mengambil keputusan yang tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian pribadi.

Dalam kesempatan tersebut, UNJ turut mencatat sejumlah prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional. Dari FBS, Taufik Shuhada meraih juara pertama Islamic International Talent IV 2024, sedangkan Rafli Maulana menjadi juara pertama nasional Chinese Paradise di Universitas Brawijaya.

Dari FISH, Syawallanny Hakim memperoleh penghargaan dalam AIESEC Global Village Summer 2025. Sementara itu, Aghnia Hafsha Tabitha, Najwa Putri Fadhillah, dan Asyifa Qurratu Aini memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora pada 2024.

Prestasi lainnya berasal dari Dian Fadilla dari FT yang mengikuti kompetisi paduan suara di Republik Ceko. Dari FIKK, Amigos meraih dua medali emas dalam Kejuaraan Pencak Silat Asia 2024 di Uzbekistan, sedangkan Muhammad Bassam Raihan Ramadhan mencatatkan prestasi pada cabang taekwondo di SEA Games Vietnam dan ASEAN University Games.

Komarudin juga menyinggung perjalanan Prof. Winarno Surakhmad, Rektor IKIP Jakarta periode 1975–1980, sebagai contoh pentingnya semangat belajar sepanjang hayat. Menurutnya, keterbatasan keadaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memperluas pengetahuan dan mendorong kemajuan pendidikan.

“UNJ telah memberikan Saudara peta, tetapi peta saja tidak menentukan seberapa jauh Saudara akan berjalan,” ungkapnya.

Ia turut mengajak para lulusan berkontribusi melalui Dana Abadi UNJ untuk membantu membuka kesempatan pendidikan bagi generasi berikutnya. Ajakan tersebut disampaikan sebagai salah satu bentuk kepedulian alumni terhadap keberlanjutan akses pendidikan.

Melalui pesan Think Beyond, Live with Purpose, Komarudin berharap para lulusan dapat menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah untuk memberikan manfaat di luar kepentingan pribadi.

Dengan demikian, kelulusan tidak hanya menjadi akhir pendidikan formal, tetapi juga awal dari proses belajar dan berkarya di tengah masyarakat.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1  +  9  =