Connect with us

Hot Topic

Video Kendaraan Tempur Koopssus Di Depan Markas FPI, Apa Kata Dankoopssus?

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Beredar sebuah video di media sosial yang merekam konvoi kendaraan tempur dan mobil dinas pasukan elite Komando Operasi Khusus (Koopssus TNI) berhenti di depan markas Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta. Kejadian itu diduga berlangsung pada Kamis (19/11).

Aksi show force itu pun viral dan bikin heboh warganet. Peristiwa itu pun membuktikan bahwa negara siap menghadapi segala bentuk aksi yang ingin memecah belah keutuhan NKRI.

Baca juga: Panglima TNI Resmikan Koopssus TNI

Lalu apa kata Komandan Koopssus (Dankoopssus) Mayjen TNI Richard Tampubolon menanggapi viralnya video tersebut.

Dankoopsus pun mengonfirmasi kebenaran video tersebut. Dia mengatakan konvoi itu melintas di Petamburan untuk kembali ke markas.“Itu melintas perjalanan kembali ke markas,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/11).

Saat ditanya kenapa konvoi kendaraan berhenti di depan gang menuju markas FPI, Richard menjelaskan hal itu merupakan bagian dari prosedur dan ketetapan (protap). Salah satunya untuk memeriksa kondisi kendaraan.

“Kalau terlihat berhenti itu protap konvoi kendaraan berat untuk memeriksa kondisi kendaraan atau rangkaian. Atau bisa saja memang macet,” katanya.

Dalam video berdurasi tak lebih dari dua menit itu, tampak sejumlah kendaraan TNI yang dikawal satu patroli motor melintas di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Mobil dinas TNI nampak menghentikan kendaraannya, persis di depan gang markas FPI sambil membunyikan sirene.

Kejadian itu sontak mendapat tanggapan dari warga net. Akkun @eLFathir_ misalnya. Ia mencuit “Perang urat syaraf bisa lebih mematikan daripada memuntahkan ribuan peluru,”tulisnya.

Lalu akun @cemindill menulis “Psiwar yang amat sangat kereeennn,” cuitnya. Ada pula @dji_sam_soe mencuit,”Nah yg begini2 harus dilakukan secara intense. Kreatif @tni_ad,”tulisnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Olimpiade Tokyo, Windy Cantika Persembahkan Medali Pertama bagi Indonesia

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Atlet cabang angkat besi, Windy Cantika Aisah, mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Windy merebut medali perunggu dari cabang angkat besi kelas 49 kilogram putri di Tokyo, Jepang, Sabtu (24/07).

Wanita kelahiran 11 Juni 2002 lalu itu, meraih medali dengan total angkatan 194 kilogram. Sementara medali emas direbut wakil Cina, Zhihui Hou dan medali perak diraih atlet India, Chanu Saikhom Mirabai.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020 Resmi Dibuka

Lifter asal Bandung itu sempat gagal dalam upaya pertama snatch di berat 84 kilogram. Namun, ia akhirnya  sukses melakukan angkatan 84 kilogram di usaha kedua.  Ia gagal pada usaha snatch ketiga di 87 kilogram.

Adapun total angkatan clean & jerk terbaik Windy Cantika adalah 110 kg yang didapat pada kesempatan ketiga.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi turut menyaksikan langsung saat Windy mempersembahkan perunggu bagi Indonesia. “Ini medali pertama yang dihadiahkan oleh Aisah,” katanya dari Arena Olimpiade Tokyo.

Sebagai medali pertama, ini cukup membanggakan apalagi disumbang oleh lifter puteri. Semoga memacu semangat atlet lain berlaga di Olimpiade.

“Aisah yang baru 19 tahun tampil dengan Hou (Cina) dan Marabai (India) yang memegang rekor dunia. Aisah sangat potensial jadi bintang Indonesia di gelanggang olahraga dunia,” ujar Dubes Heri Akhmadi.

 

 

 

Continue Reading

Hot Topic

Kemendagri: Polisi Pamong Praja Dapat Diangkat Menjadi Penyidik PNS

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut Polisi Pamong Praja dapat diangkat menjadi penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Hal itu disampaikan Direktur Polisi Pamong Praja dan Linmas Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Bernhard E. Rondonuwu, Jumat (23/7/2021).

“Polisi Pamong Praja itu, sesuai amanat Undang-Undang Pemerintahan Daerah dan Perkapolri bisa menjadi PPNS,” kata Bernhard.

Ia menjelaskan, penyidik yang dimaksud adalah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Dalam Pasal 255 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menyebutkan Satuan polisi pamong praja dibentuk untuk menegakkan Perda dan Perkada menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman serta menyelenggarakan pelindungan masyarakat.

Selanjutnya pada Pasal 256 ayat 6 disebutkan Polisi pamong praja yang memenuhi persyaratan dapat diangkat sebagai penyidik pegawai negeri sipil sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Sedangkan Pasal 257 Ayat 1 Penyidikan terhadap pelanggaran atas ketentuan Perda dilakukan oleh pejabat penyidik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan ayat 2 Selain pejabat penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat ditunjuk penyidik pegawai negeri sipil yang diberi tugas untuk melakukan penyidikan terhadap pelanggaran atas ketentuan Perda sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

Baca juga: Menteri Tito Jelaskan Peran Satpol PP Dalam Penanganan Pandemi

Adapun persyaratan untuk menjadi PPNS dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana pada Pasal 3A menyebutkan Untuk dapat diangkat sebagai pejabat PPNS, calon harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Masa kerja sebagai pegawai negeri sipil paling singkat 2 tahun;
  2. Berpangkat paling rendah Penata Muda/ golongan III/a;
  3. Berpendidikan paling rendah sarjana hukum atau sarjana lain yang setara;
  4. Bertugas di bidang teknis operasional penegakan hukum;
  5. Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter pada rumah sakit pemerintah;
  6. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan pegawai negeri sipil paling sedikit bernilai baik dalam 2 dua tahun terakhir dan;
  7. Mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan di bidang penyidikan.

Sementara itu, sambung Bernhard, pola Pendidikan dan Pelatihan PPNS Menurut Pasal 5 Perkapolri 26 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Pasal 4 disebutkan: Pertama, pendidikan dan latihan PPNS dilakukan dengan pola: 400 (empat ratus) jam pelajaran atau 60 (enam puluh) hari; 300 (tiga ratus) jam pelajaran atau 45 (empat puluh lima) hari dan; 200 (dua ratus) jam pelajaran atau 30 (tiga puluh) hari.

Kedua, diklat dengan pola 400 (empat ratus) jam pelajaran atau 60 (enam puluh) hari dilaksanakan untuk Diklat pembentukan PPNS penegak undang-undang yang menjadi dasar hukumnya dengan hukum acara biasa.

Ketiga, diklat dengan pola 300 (tiga ratus) jam pelajaran atau 45 (empat puluh lima) hari dilaksanakan untuk Diklat pembentukan PPNS penegak peraturan daerah tindak pidana ringan dan pelanggaran dengan  hukum acara singkat atau cepat.

“Berdasar regulasi tersebut, baik Undang-undang Peraturan Pemerintah dan Peraturan Kapolri yang sampai saat ini masih berlaku sehingga Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai kewenangan untuk melakukan Penyidikan atas Pelanggaran Perda, mengingat PPNS pada Satpol PP mengikuti Diklat Penyidikan yang diselenggaran oleh Polri dan diangkat sebagai pejabat PPNS oleh Kementerian Hukum dan HAM setelah mendapatkan rekomendasi dari Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung,” tandas Bernhard.

 

Continue Reading

Hot Topic

Merah Putih Berkibar dalam Defile Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo, Dubes Heri Minta Atlet Indonesia Jaga Sportivitas

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Setelah ditunda selama setahun karena pandemi Covid-19, Olimpiade Tokyo akhirnya resmi digelar melalui Upacara Pembukaan pada Jumat (23/7) di Stadion Olimpiade Tokyo. Perhelatan akbar olahraga dunia ini diikuti oleh atlet dari 205 negara.

Dalam upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo tanpa penonton ini, Kontingen Indonesia muncul di urutan 22 saat defile. Yunani seperti biasa berada di urutan pertama. Selanjutnya urutan negara yang masuk ke lapangan Stadion Olimpiade berdasarkan nama negara dalam bahasa Jepang.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi mengapresiasi kesuksesan jalannya Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo meski digelar tanpa penonton. Dubes Heri berpesan kepada 28 atlet Indonesia yang berlaga dalam Olimpiade agar tetap menjaga sportivitas dan mampu naik peringkat dari Olimpiade sebelumnya.

“Selamat berjuang mengharumkan nama Indonesia di ajang olahraga paling bergengsi ini. Junjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan. Tetap disiplin dalam mengikuti semua aturan yang berlaku dan tetap jaga protokol kesehatan”, tegas Dubes Heri.

Baca juga: Olimpiade Tokyo, Dubes Heri Akhmadi Sambut Kedatangan 13 Atlet Indonesia 

Kontingen Indonesia berjumlah 10 orang, dipimpin oleh Rio Waida atlet selancar yang membawa bendera Merah Putih dengan didampingi Nurul Akmal atlet putri angkat besi. Selain Rio dan Nurul, dua atlet lain adalah atlet renang Aflah Fadlan Prawira dan atlet renang Azzahra Permatahani. Sisanya ada lima pelatih yakni Dirdja Wihardja, Tipi Jabrik Noventin, Permadi Sandra Wibowo, Donny Budiarto Utomo dan Rionny Mainaky. Kemudian ada Chef de Mission Rosan P Roeslani.

Olimpiade Tokyo yang digelar pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 akan melibatkan 339 event dalam 33 cabang olahraga (cabor). 28 atlet dari delapan cabor diikuti Indonesia di Olimpiade Tokyo. Cabor yang diikuti Indonesia di Olimpiade Tokyo yaitu bulu tangkis (11 atlet), atletik (2 atlet), panahan (4 atlet), menembak (1 atlet), rowing (2 atlet), angkat besi (5 atlet), selancar (1 atlet), dan renang (2 atlet).

Lomba Video Pendek “Ganbare Indonesia”

Untuk memberi semangat para atlet, KBRI Tokyo menggelar Lomba Video “Ganbare Indonesia” yang berhadiah merchandise Tokyo Games 2020 yang telah dibubuhi tanda tangan asli atlet-atlet Indonesia. Dalam lomba ini masyarakat Indonesia bisa memberikan dukungan secara virtual untuk Tim Indonesia lewat video pendek di akun Instagram @KBRITokyo.

Continue Reading

HOT TOPIC