Connect with us

video

(Video) Viral Warga Subang Terjebak Banjir

Published

on

Viral Video;Warga Subang Terjebak Banjir

Channel9.id-Jakarta. Yulianti Safitri, dan lima orang keluarganya terjebak dalam musibah banjir di Subang, Jawa Barat pada Senin (8/2). Yulianti merupakan warga Kampung Baru, Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan.

Luapaan Sungai Cipunagara membuat sebagian besar permukiman hingga jalan raya di Kecamatan Pamanukan terendam banjir. Salah satu warga terdampak banjir itu adalah Yulianti.

Yulianti sempat terjebak di dalam rumah saat ketinggian muka air sudah berada hampir satu meter. Dia kemudian mencari pertolongan dengan membuat video dan disebar ke semua orang.

“Ada yang terjebak 5 orang terdiri dari dua orang tua, kakak dan adik. Kami sudah tidak tahu air sudah mau mencapai atap rumah. Tolong kami sudah tidak tahu lagi,’ begitu sepenggal teriakan Yulianti di video yang beredar.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Jawa Barat Budi Budiman Wahyu membenarkan Yulianti sempat terjebak selama beberapa jam di dalam rumahnya. Namun, tim SAR langsung bergerak menyelamatkan Yulianti dan keluarganya.

“Sudah dievakuasi,” ujar Budi Budiman singkat sembari memberikan video dan foto saat Yulianti usai dievakuasi.

Di dalam video itu, Yulianti mengucapkan terima kasih atas kesigapan tim SAR gabungan dan juga Tagana yang telah menyelamatkannya dan keluarga. Kini, Yulianti dievakuasi ke kantor Kecamatan Pamanukan, Subang.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

video

(Video) Myanmar Semakin Mencekam

Published

on

By

Myanmar semakin mencekam

Channel9.id-Myanmar. Seorang perempuan berumur 19 tahun, salah satu dari dua orang yang tertembak mati di Mandalay, menunjukkan ia mengenakan baju bertuliskan “Everything will be OK” sempat viral di sosial media yang menggambarkan semakin kelamnya keadaan di Myanmar.

Aktivis pro-demokrasi berjanji akan ada lebih banyak lagi unjuk rasa pada hari Kamis setelah PBB melaporkan 38 orang meninggal pada unjuk rasa paling berdarah pada hari Rabu (3/3/2021) di Myanmar sejak terjadinya kudeta pada 1 Februari lalu. Menurut para saksi, polisi dan militer menembakkan peluru tajam tanpa adanya peringatan.

Kejadian berdarah itu terjadi setelah negara-negara tetangga Myanmar menyerukan untuk menahan tindak kekerasan setelah makin banyaknya korban berjatuhan.

“Kami tahu bahwa kapanpun kita bisa saja tertembak dan terbunuh oleh peluru tajam namun tidak ada artinya hidup dibawah kediktatoran junta militer, jadi kita memilih jalan berbahaya ini untuk mendapatkan kembali kebebasan kami,” kata aktivis Maung Saungkha kepada wartawan reuters.

“Kita akan terus melawan junta militer dengan apapun yang kami bisa lakukan. Tujuan utama kita adalah menghapuskan sistem junta dari akarnya,” tambahnya.

Postingan-postingan sosial media dari para aktivis lainnya mangatakan setidaknya akan ada dua unjuk rasa lagi di beberapa titik kota Yangon.

Utusan PBB di Myanmar, Christine Schraner Burgener, mengatakan bahwa hari Rabu merupakan hari paling berdarah di Myanmar sejak terjadinya kudeta pada 1 Februari dengan 38 orang meninggal di hari itu, menjadikan total korban menjadi lebih dari 50 orang.

Beberapa kelompok HAM dan media lainnya melaporkan jumlah korban meninggal dan luka-luka yang berbeda setelah terjadinya penumpasan oleh militer pada hari Rabu. Media lokal melaporkan ratusan pengunjuk rasa telah ditangkap.

Save the Children mengatakan empat anak kecil meninggal termasuk anak berumur 14 tahun yang, dikutip dari Radio Free Asia, ditembak mati oleh para tentara di truk konvoy. Para tentara langsung mengangkutnya ke truk dan pergi.

Juru bicara junta militer sampai saat ini masih belum memberikan responnya.

Di Yangon, para saksi mengatakan setidaknya delapan orang meninggal pada hari Rabu, sedangkan media lokal melaporkan enam orang meninggal di kota Monywa.

“Saya mendengarkan banyak sekali bunyi tembakan, langsung saya tiarap. Mereka menembakkan banyak sekali,” kata seorang pengunjuk rasa, Kaung Pyae Sone Tun, 23, kepada wartawan reuters.

Pasukan pengaman yang membubarkan pengunjuk rasa di Yangon telah menangkap sekitar 300 pengunjuk rasa, lapor berita Myanmar Now.

Partai Aung San Suu Kyi, National League for Democracy, mengatakan akan mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati para pengunjuk rasa yang gugur.

Continue Reading

video

(Video) Presiden Jokowi Cabut Perpres Miras

Published

on

By

Presiden Jokowi Cabut Perpres Miras.

Channel9.id – Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut Peraturan Presiden (perpres) izin investasi minuman keras (miras) atau minuman beralkohol. Perpres itu tertuang dalam Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken kepala negara pada 2 Februari 2021.

Lihat juga : (Video) Sempat Positif Covid-19, Guru Ini Bikin Wayang Untuk Semangati Siswa dan Nakes

Jokowi membatalkan perpres tersebut setelah mendengar masukan dari beberapa kelompok masyarakat, seperti ulama, MUI, NU, dan organisasi masyarakat (ormas) lainnya.

“Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama, MUI, NU, Muhammadiyah, dan organisasi masyarakat (ormas) serta tokoh-tokoh agama yang lain saya sampaikan lampiran perpres pembukaan investasi baru industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” ucap Jokowi dalam konferensi pers, Selasa (2/3).

Continue Reading

video

(Video) Sempat Positif Covid-19, Guru Ini Bikin Wayang Untuk Semangati Siswa dan Nakes

Published

on

By

Pasien pengidap Covid-19 harus diisolasi guna memutus rantai penularannya. Selama diisolasi, mereka harus absen dari kebiasaan sehari-hari, terutama aktivitas fisik

Channel9.id-Jakarta. Pasien pengidap Covid-19 harus diisolasi guna memutus rantai penularannya. Selama diisolasi, mereka harus absen dari kebiasaan sehari-hari, terutama aktivitas fisik yang berat. Mereka harus lebih banyak beristirahat agar segera pulih.

Tak jarang para pasien itu membagikan kisahnya melalui media sosial dalam memerangi Covid-19. Di antara kisah-kisah tersebut, ada satu yang unik, yaitu kisah pasien Covid-19 di RS Pertamina yang menyulap kotak makan bekasnya menjadi wayang.

Pada Selasa (23/2) lalu, kisah unik itu diunggah oleh akun TikTok @itsnatsir dan sempat viral di jagat maya. Video ini disukai lebih dari 75 ribu orang dan dikomentari ratusan orang per Senin (1/3) ini.

Melalui video tersebut, seorang petugas kesehatan berbagi cerita tentang pasien tersebut. “Jadi ini cerita seorang pasien yang bikin kita semakin semangat. Meski dirawat, bapak ini sangat kreatif. Dia bikin wayang dari bekas kotak makan tiap harinya,” tulis dalam video tersebut.

Selain itu, nampak pula tokoh pewayangan Pandawa Lima dalam wujud kertas tengah berjejer. Ada pula Semar, Petruk, hingga Bagong. Selain karya itu, ada kertas bertuliskan “terima kasih” dari pasien kepada para tenaga kesehatan.

Setelah ditelusuri, diketahui bahwa si pasien adalah guru mata pelajaran Antropologi, Sosiologi, dan Teater di HighScope Indonesia. Ia adalah Ahmad Zayad.

Zayad mengatakan bahwa dirinya memang selalu terpikirkan untuk membuat suatu karya ketika melihat barang bekas.

“Ini hal yang selalu saya kembangkan dan selalu saya jaga, saya selalu memanfaatkan barang-barang bekas di sekolah, di kelas Bahasa Indonesia,” tuturnya saat dihubungi Channel9, Jumat (26/2).

Prinsip itu pun berlaku saat ia melihat tutup kotak makan di tempat isolasi. “Karenanya, saya minta dibawakan beberapa alat dari rumah, seperti spidol, gunting, solatip, sumpit kayu, dan sebagainya,” sambung Zayad.

Dengan menggunakan alat yang tersedia, Zayad kemudian membikin wayang. Ia sendiri mengaku bahwa membikin wayang adalah salah satu cara ia mengajar.

“Sebelumnya, saya minta anak-anak untuk membuat wayang kertas. Saat saya membuatnya di tempat isolasi, itu menjadi sarana untuk pendekatan kepada anak-anak. Saya juga mencontohkan jalan ceritanya (wayang),” kata dia.

Hasil pelatihan dan pengalaman mengajar belasan tahun, membikin pria lulusan Universitas Negeri Jakarta ini sadar bahwa menjadi guru harus mampu mengatur waktu, alur, hingga kelas. Berangkat dari semangat ini, meski ia sedang tak mengajar karena sakit, ia ingin memotivasi siswa-siswanya agar tetap semangat.

“Saya ingin memberi contoh kepada anak-anak, meski saya sakit, saya bisa mengerjakan apa yang mereka kerjakan (wayang)—tetap bisa melakukan sesuatu. Saya ingin membuat mereka semangat,” tutur Zayad.

Selain itu, ia ingin pembuatan dan hasil karyanya bisa menyenangkan hati para relawan dan tenaga kesehatan di RS.

“Mungkin mereka juga jenuh dan sebagai macamnya. Saya mau coba lakukan hal kecil saja untuk mereka. Waktu itu orang pantry, saya dibawakan kotak kertas nasi. Saya mengaku senang. Itu memang hal simpel, namun mereka bisa saja senang karena sadar bahwa dirinya dinanti-nanti oleh pasien. Lalu saya tuliskan terima kasih kepada seluruh tim dokter dan kawan-kawan melalui kotak nasi,” tutur Pria dengan tiga anak ini.

Perihal bagaimana ia tertular, ia tak tahu pasti. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dirinya baru keluar dari RS pada 17 Februari, setelah 11 hari diisolasi. Sepulangnya dari RS, ia harus isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Saat ini, Zayad telah dinyatakan negatif dari Covid-19 dan masa isolasinya berakhir. Mulai Senin (1/3) ini, ia sudah mengajar dan tentunya secara daring. “Walaupun belum fit 100%,” imbuh Zayad.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC