Channel9.id – Deli Serdang. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan kepala daerah agar menjaga integritas dalam menjalankan pemerintahan sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Bima saat menjadi keynote speaker dalam Dialog Otonomi Daerah bertema Strategi Mewujudkan Kemandirian Fiskal Daerah pada peringatan HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Kamis (2/7/2026).
Bima mengatakan kepala daerah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, pelaksanaan program prioritas nasional, pemenuhan janji kampanye, hingga perkembangan media digital. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kepala daerah tetap mengedepankan kepemimpinan yang bersih, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Hari ini kepala daerah punya empat ujian, yaitu geopolitik, mengawal program-program prioritas nasional, memenuhi janji kampanye, dan menghadapi algoritma media yang bergerak sangat dinamis. Sangat tidak mudah dan butuh jurus-jurus yang sesuai dengan algoritma kekinian,” ujar Bima.
Bima menilai integritas perlu disertai kemampuan menghadirkan inovasi untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi potensi yang dimiliki masing-masing wilayah. Ia menjelaskan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memetakan karakter kepala daerah berdasarkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta kualitas pelayanan publik untuk mendorong peningkatan kapasitas fiskal dan layanan kepada masyarakat.
“Alternatif pendapatan daerah maupun pendanaan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) telah berhasil diterapkan di berbagai kabupaten,” katanya.
Selain itu, Bima mendorong pemerintah kabupaten mendukung Program Kepala Desa Masuk Kampus yang diinisiasi Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kepala desa dalam penguasaan data, perencanaan pembangunan, dan pengembangan potensi desa guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Bima juga mengajak kepala daerah memperkuat branding daerah sesuai karakteristik dan potensi masing-masing. Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan sport tourism dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
HT





