Channel9.id – Jombang. Sebanyak 256 siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Jombang dr Hexawan Tjahja Widada mengatakan, para siswa menyantap hidangan MBG sekitar pukul 11.30 WIB. Beberapa jam kemudian, sejumlah siswa mulai mengalami diare, mual, muntah, dan pusing.
Kasus tersebut awalnya dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa. Namun, pendataan yang dilakukan pihak sekolah menunjukkan jumlah siswa yang mengalami keluhan cukup banyak.
“Jadi kejadiannya mulai dari kemarin, Rabu (2/9/2026). Awalnya orang menganggap diare biasa, tetapi setelah datanya dikumpulkan ternyata jumlahnya banyak,” kata Hexawan, Jumat (4/9/2026).
Dari 256 siswa yang terdata, tujuh di antaranya harus menjalani perawatan intensif di puskesmas karena mengalami kondisi tubuh lemas. Hexawan menyebut kondisi ketujuh siswa tersebut telah membaik dan diperkirakan dapat segera pulang setelah mendapatkan penanganan, terutama rehidrasi.
“Yang tujuh ini kondisinya lemas. Sebetulnya kondisinya sudah bagus, paling rehidrasi saja. Mungkin besok sudah pulang,” ujarnya.
Selain tujuh siswa yang menjalani perawatan, sekitar 74 siswa masih menjalani pemantauan melalui rawat jalan di puskesmas maupun sejumlah klinik swasta, termasuk Klinik Mitra Plus dan Klinik As-Syifa.
Sementara sebagian siswa lainnya menjalani pengobatan secara mandiri atau mendapat perawatan di fasilitas kesehatan di sekitar wilayah tersebut.
Hexawan mengatakan jumlah siswa yang mengalami gejala masih dapat bertambah. Dinkes Jombang masih menunggu laporan dari siswa yang baru merasakan keluhan atau baru memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“256 ini. Ya kan masih bergerak terus, nanti apakah ada yang masuk lagi di Puskesmas atau tidak,” ucapnya.
Dinkes Jombang kini melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala pada para siswa. Pemeriksaan dilakukan setelah penanganan terhadap siswa yang sakit dipastikan berjalan.
Investigasi tersebut mencakup berbagai tahapan yang berkaitan dengan makanan, mulai dari proses pengolahan dan distribusi hingga kualitas bahan yang digunakan.
Hingga saat ini, penyebab pasti gejala yang dialami para siswa belum dapat dipastikan.
HT




