Channel9.id – Jakarta. Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menangkap 763 kilogram ikan sapu-sapu di beberapa titik sungai di 10 kecamatan di Jaktim. Jumlah ini merupakan hasil rekap sementara berdasarkan penangkapan yang dilakukan sejak Kamis (16/4/2026) sore hingga Jumat pukul 08.45 WIB.
“Kami rekap dari 10 lokasi sebanyak 763 kilogram (ikan sapu-sapu),” kata Wali Kota Jaktim Munjirin di lokasi pengkapan ikan, Kramat Jati, Jumat (17/6/2026).
Kegiatan ini melibatkan 150 personel dari BPBD, Gulkarmat, serta unsur kelurahan dan kecamatan. Selain itu, partisipasi masyarakat juga turut mempercepat proses penangkapan di lapangan.
Salah satu lokasi yang menyumbang hasil tangkapan terbanyak berada di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung di Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, yakni sekitar 200 kilogram ikan sapu-sapu. Usai ditangkap, ikan-ikan tersebut langsung dimusnahkan dengan cara dikubur.
“Semuanya ikan yang ditangkap harus terkubur, karena ikan sapu-sapu yang di Jakarta ini kan sudah di lab itu mengandung kandungan timbal atau merkuri berbahaya itu di atas ambang batas,” ujar Munjirin.
Populasi ikan sapu-sapu di sungai Jakarta dianggap mengganggu habitat asli sungai karena sifatnya yang invasif. Karena itu, ikan ini dianggap dapat merusak keseimbangan ekosistem sungai.
Selain itu, Pemkot Jakarta Timur juga menyoroti aspek kesehatan. Berdasarkan hasil uji laboratorium, ikan sapu-sapu di wilayah DKI Jakarta terindikasi mengandung logam berat, seperti timbal dan merkuri yang melebihi ambang batas aman.
Munjirin memastikan penangkapan ikan sapu-sapu tidak hanya dilakukan kali ini, tetapi akan terus berlanjut. Evaluasi dan pemantauan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program tersebut dalam jangka panjang.
“Nantinya saya akan mencoba berbicara dengan stakeholder yang lain agar masyarakat yang membantu untuk menangkap ikan sapu-sapu ini mudah-mudahan bisa ada apresiasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemkot Jakarta Timur berkomitmen untuk melaksanakan program pengendalian ikan sapu-sapu secara berkelanjutan. Evaluasi dan pemantauan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program tersebut dalam jangka panjang.
Di sisi lain, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya mendukung program besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
HT





