Ekbis

Biaya JKN Naik 75,5 Persen, Menkes Dorong Penguatan Program Cek Kesehatan Gratis

Channel9.id – Jakarta. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) digulirkan pemerintah untuk menekan lonjakan penyakit kronis yang membebani BPJS Kesehatan. Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat pendekatan promotif dan preventif agar masyarakat tidak jatuh pada kondisi sakit berat dengan biaya tinggi.

“Kita sebagai pemerintah ingin mengurangi beban kesehatan ke depan dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Pemerintah dan BPJS harus lebih mendorong masyarakat untuk cek kesehatan gratis. Jika tekanan darah tinggi, obat harus diminum secara teratur sehingga tidak berujung pada stroke atau serangan jantung,” kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Selama ini, lanjut Budi, pembiayaan BPJS didominasi penyakit katastropik yang sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini yang optimal. Karena itu, program CKG diarahkan tidak hanya pada tahap pemeriksaan, tetapi juga penanganan lanjutan yang lebih disiplin.

“Melalui program cek kesehatan gratis tahun ini, kita akan fokus pada tata laksana, bukan hanya pemeriksaannya. Tujuannya agar masyarakat benar-benar menjadi lebih sehat,” jelasnya.

Budi mengungkapkan tiga faktor utama pemicu penyakit jantung, ginjal, dan stroke adalah tekanan darah tinggi, gula darah, serta kolesterol yang tidak terkendali. Tanpa intervensi serius, jumlah kasus diperkirakan terus meningkat dan membebani sistem jaminan kesehatan.

Ia menyebut tindak lanjut hasil CKG saat ini masih sekitar 8 persen berdasarkan data awal. Tahun ini Kementerian Kesehatan akan memperkuat mekanisme pengawasan agar pasien menjalani pengobatan setelah terdeteksi.

Langkah tersebut, menurut Budi, bertujuan menjaga keberlanjutan pembiayaan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menegaskan upaya ini bukan semata menekan biaya negara, tetapi mencegah dampak kesehatan jangka panjang.

“Tujuannya agar kenaikan biaya yang sangat tinggi—yang menjadi beban BPJS pada penyakit jantung, stroke, dan ginjal—bisa ditekan. Sekaligus, kualitas hidup masyarakat dapat diperbaiki melalui program promotif dan preventif CKG ini,” katanya.

Dalam Laporan Pengelolaan Program JKN Desember 2025, beban pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional masih didominasi layanan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Lanjut sebesar 87 persen dari total biaya. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan beban JKN meningkat Rp81,8 triliun atau naik 75,5 persen sepanjang 2019 hingga 2025, dengan kenaikan tertinggi pada layanan rujukan lanjutan sebesar Rp73,8 triliun.

Lonjakan biaya terutama dipicu penyakit kronis berbiaya tinggi seperti jantung, ginjal, kanker, dan stroke. Pembiayaan penyakit jantung naik 68,8 persen dari Rp10,28 triliun menjadi Rp17,35 triliun, sedangkan gagal ginjal melonjak 476,2 persen dari Rp2,32 triliun menjadi Rp13,38 triliun.

Kanker meningkat 170,2 persen, stroke 182,9 persen, talasemia 67,6 persen, dan hemofilia 124,2 persen. Tren tersebut menunjukkan beban terbesar JKN masih bertumpu pada penanganan penyakit yang dapat dicegah melalui deteksi dan intervensi sejak dini.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  83  =  89