Channel9.id – Jakarta. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta para orang tua tidak ragu membawa anak-anak mengikuti vaksinasi campak dalam program imunisasi nasional. Pemerintah memastikan ketersediaan vaksin mencukupi dan telah melalui berbagai tahapan evaluasi sehingga aman digunakan.
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Rizka Andalusia menyebutkan stok vaksin Measles Rubella (MR) saat ini mencapai 9,5 juta dosis di tingkat pusat. Selain itu, terdapat 6,6 juta dosis vaksin yang telah didistribusikan ke provinsi, kabupaten/kota, hingga puskesmas.
Ia menjelaskan ketersediaan vaksin di daerah bervariasi, dengan 23 provinsi memiliki ketahanan stok dua hingga lima bulan. Sembilan provinsi memiliki ketahanan lima hingga tujuh bulan, sementara enam provinsi memiliki stok di atas tujuh bulan.
“Jadi, semua provinsi kami pastikan sudah memiliki ketersediaan vaksin dengan level di atas dua bulan. Dan kami terus mendistribusikan vaksin dari pusat ke daerah, terutama untuk daerah-daerah yang stoknya sudah mulai turun agar tidak ada daerah yang stoknya di bawah dua bulan,” ujar Rizka dalam konferensi pers, Jumat (6/3/2026).
Rizka juga meminta orang tua tidak khawatir terhadap keamanan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional. Ia menyebut vaksin MR telah melalui evaluasi mutu, keamanan, dan khasiat serta mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Jadi jangan khawatir karena vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi nasional telah dilakukan kajian yang saksama oleh Kementerian Kesehatan dan dilakukan bersama Komite Imunisasi Nasional,” imbuhnya.
Ia menambahkan vaksin MR memiliki efektivitas tinggi dalam menekan penularan penyakit campak. Berdasarkan uji klinis, vaksin tersebut menunjukkan efikasi yang baik dengan tingkat seropositivitas antibodi measles IgG sebesar 96,43 persen.
Kemenkes juga melakukan kajian pascapemasaran untuk memastikan efektivitas vaksin di luar uji klinis. Hasilnya menunjukkan vaksin MR mampu meningkatkan tingkat seropositivitas antibodi measles dari 10,41 persen menjadi 80,21 persen pada penerima vaksin.
“Jadi pemberian vaksin ini menunjukkan peningkatan antibodi yang signifikan pada anak-anak yang telah diberikan,” ujarnya.
Rizka menyebut penerima vaksin kemungkinan mengalami efek samping ringan seperti demam ringan, ruam, atau nyeri pada area suntikan. Menurutnya, kondisi tersebut terkadang membuat sebagian orang tua ragu membawa anak-anak untuk menerima vaksin campak.
Namun demikian, ia menegaskan efek samping tersebut merupakan reaksi normal yang menandakan tubuh anak sedang membentuk kekebalan. Reaksi tersebut juga umumnya bersifat ringan dan biasanya hilang dalam waktu 24 jam.
“Dan juga pada vaksin yang kedua, reaksinya lebih sedikit lagi atau lebih rendah lagi. Sehingga, kita berharap bahwa para orang tua tidak segan dan merasa yakin untuk membawa putra-putrinya ikut program vaksinasi,” pungkas Rizka.
Baca juga: Pemerintah Minta Orang Tua Tak Ragu Anak-Anak Diimunisasi Campak
HT





