Channel9.id – Bogor. Presiden Prabowo Subianto mengungkap kebiasaannya memantau perkembangan isu dan pemberitaan global secara intens hingga dini hari. Ia menyebut dirinya sebagai “news junkie” yang terus mengikuti pemberitaan agar tetap mutakhir dalam merespons dinamika internasional yang cepat.
“Ini sudah, we are news junkies. Kita ini sudah kena lah,” kata Prabowo dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis di kediaman pribadi Prabowo, Hambalang, Bogor, yang tayang Kamis (19/3/2026).
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menjawab pertanyaan analis politik Rizal Malarangeng mengenai cara seorang pemimpin menjaga keseimbangan di tengah tekanan global, termasuk dalam hal istirahat.
Ia menjelaskan tetap memandang tidur sebagai kebutuhan penting, meski memiliki pola istirahat yang fleksibel dan dapat dilakukan di berbagai situasi, termasuk saat berada dalam perjalanan.
“Jadi mungkin ini ilmu saya dapat di tentara. Jadi bagi saya umpamanya naik mobil saya bisa tidur, naik helikopter saya bisa tidur, naik pesawat saya bisa tidur,” ujarnya.
Prabowo juga mengaku memanfaatkan waktu singkat di sela agenda untuk beristirahat guna menjaga kebugaran tubuh di tengah padatnya aktivitas kenegaraan. Ia mencontohkan kebiasaan mengambil waktu 10 hingga 30 menit di antara pertemuan sebagai cara untuk memulihkan energi sebelum melanjutkan agenda berikutnya.
“Bagi saya 15 menit ngecharge gitu loh, apalagi 20 menit. My ideal actually is 30 menit,” tuturnya.
Di sisi lain, kebiasaannya sebagai “news junkie” membuat Prabowo kerap terbangun pada dini hari untuk mengikuti perkembangan global melalui platform digital. Ia menyebut perbedaan waktu dengan kawasan Timur Tengah dan Amerika Serikat menjadi salah satu alasan dirinya memantau informasi pada jam-jam tersebut.
“Jadi kadang-kadang saya tidurnya jam satu malam, tapi jam tiga malam saya bangun lagi. Kenapa? Ini masalahnya nih, teknologi. Kan ada YouTube,” ungkapnya.
Menurut Prabowo, kebiasaan bangun dini hari dan memantau informasi global tersebut membantunya merespons cepat berbagai perkembangan internasional yang berdampak pada Indonesia. Ia menilai akses informasi real-time melalui teknologi memungkinkan dirinya memberikan tanggapan lebih awal terhadap isu global yang sedang berkembang.
“Jadi kalau Presiden Biden baru ngomong sesuatu, saya bisa langsung baca. Waktu saya jam sembilan sepuluh pidato, saya yang pertama menyampaikan tanggapan saya terhadap pidatonya Biden,” tuturnya.
HT





