Nasional

Cerita dari Dapur MBG di Ngawi: Perjuangan Agus Hidupi Keluarga dan Lunasi Utang

Channel9.id – Ngawi. Seorang petugas kebersihan di dapur SPPG Khusus program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ngawi, Agus Yusuf Widodo, menjalani rutinitas kerja sejak pagi untuk memastikan area dapur tetap bersih dan siap digunakan. Di tengah pekerjaannya itu, ia juga berupaya memenuhi kebutuhan keluarga dengan beternak kambing dan menjadi tukang pijat keliling.

Agus menyampaikan penghasilan tambahan sebagai tukang pijat tidak menentu dan bergantung pada jumlah pelanggan yang datang.

“(Penghasilan jadi tukang pijat) tergantung orangnya. Kadang satu orang Rp50 ribu, kadang dua orang Rp100 ribu. Kadang-kadang tidak dapat pelanggan (tidak memijat),” ujar Agus, sebagaimana disiarkan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Minggu (12/4/2026).

Ia juga menghadapi keterbatasan fisik berupa gangguan pendengaran sejak kecil, yang baru beberapa tahun terakhir terbantu dengan alat bantu dengar. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghalangi dirinya untuk tetap bekerja dan beraktivitas.

“Kalau tidak pakai alat bantu dengar, saya tidak jelas (mendengarnya),” ucapnya.

Kesempatan bekerja di dapur MBG diperoleh Agus dari informasi seorang teman, dan kini ia telah lebih dari satu tahun bekerja di lingkungan tersebut. Ia mengaku merasa diterima oleh rekan kerja dan semakin termotivasi dalam menjalankan pekerjaannya.

“Lumayan bagus dan lancar, alhamdulillah. Saya semangat dan senang bekerja (di dapur MBG). Teman-teman juga menerima kondisi saya,” ungkapnya.

Penghasilan dari pekerjaannya di dapur MBG menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membayar cicilan utang. Gaji yang diterima setiap dua minggu dimanfaatkan secara bergantian untuk kebutuhan sehari-hari dan kewajiban finansial.

“Hasilnya (gaji) cair dua minggu sekali. Ini untuk bayar utang bank. Dua minggu berikutnya untuk kebutuhan,” terang Agus.

Ia menjelaskan utang tersebut digunakan untuk membiayai pendidikan anaknya sebagai prioritas keluarga. Agus menilai pekerjaannya saat ini membantu dirinya secara bertahap memperbaiki kondisi ekonomi.

“Saya mencicil di bank untuk biaya sekolah anak saya,” ujarnya.

Agus juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan bekerja yang diperolehnya melalui program tersebut. Ia berharap dapat terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan melunasi utang yang dimilikinya.

“Terima kasih, Pak Prabowo. Saya bisa bekerja di MBG untuk mencicil utang dan memenuhi kebutuhan lainnya,” ucap Agus.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2  +    =  12