Channel9.id-Jakarta. Kita patut memberi apresiasi tinggi kepada orang yang konsisten cinta pada pertunjukan kesenian tradisional. Untuk kali pertama, pagelaran Ramayana Ballet Prambanan yang terkenal akan pertunjukan Shinta Obong tampil di luar kompleks Candi Prambanan. Pagelaran itu bisa dinikmati secara khusus di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, menjadi pertunjukan spesial yang dihadirkan dalam peringatan HUT TMII ke-51.
Pagelaran Shinta Obong merupakan fragmen kisah Ramayana tentang Dewi Shinta yang terjun ke dalam api untuk membuktikan kesetiaan dan kesuciannya kepada Rama setelah diculik Rahwana. Pertunjukan ini menampilkan tarian Jawa dengan fire dance dan sering dipentaskan sebagai sendratari di kompleks Candi Prambanan.
“Ini untuk pertama kalinya pertunjukan Shinta Obong dari Ramayana Ballet Prambanan hadir di luar Yogyakarta,” kata Plt. Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, beberapa waktu yang lalu.
Alunan gamelan mengalun sendu di Amphitheater TMII, di hadapan ratusan penonton yang telah memadati ruang pertunjukan terbuka, perempuan cantik berbalut busana putih dengan perhiasan yang digambarkan sebagai Dewi Shinta terlihat termenung di bawah sorotan cahaya berwarna biru. Ia termenung bukan tanpa sebab, Dewi Shinta digambarkan tengah terkurung sebagai tawanan Rahwana di Alengka.
Musik gamelan seketika berubah menjadi intens saat Rahwana datang menemui Dewi Shinta dalam tahanan, Memiliki tubuh besar nan gagah, Rahwana yang tergoda akan kecantikan Dewi Shinta pun mulai merayunya. Namun Dewi Shinta menolak, dia pun mencoba untuk tetap setia kepada Rama.
Dewi Shinta setiap harinya menanti datangnya Rama untuk menyelamatkannya, namun pertolongan itu tak kunjung datang. Rahwana yang senantiasa datang mengunjungi Dewi Shinta dan memberi perhatian lebih kepadanya, pun membuat Dewi Shinta bertanya-tanya tentang kesetiaan Rama kepadanya.
Setelah menanti lama, peperangan besar antara Rama dan Rahwana berlangsung menghadirkan adegan intens yang membuat penonton takjub. Rama datang untuk menyelamatkan Dewi Shinta dan berakhir dengan kemenangan di pihak Rama. Namun, alih-alih langsung bersatu kembali, Rama justru diliputi keraguan terhadap kesucian Shinta setelah sekian lama berada dalam tawanan musuh.
Keraguan itu menjadi konflik utama dalam pagelaran. Rama meminta pembuktian atas kesetiaan dan kemurnian Shinta lewat ritual suci. Dengan hati teguh dan tanpa ragu, Shinta menerima ujian tersebut sebagai bentuk pembelaan atas martabatnya. Ia kemudian bersiap menjalani ritual suci, memasuki kobaran api yang diyakini akan mengungkap kebenaran sejati.
Panggung pertunjukan pun seketika dipenuhi kobaran apai yang menyala dari sejumlah properti yang telah disiapkan, beberapa atraksi tarian api pun menghadirkan decak kagum para penonton. Puncaknya, adegan Shinta Obong menjadi momen paling dramatis. Api dinyalakan di tengah panggung, diiringi musik gamelan yang mencekam. Shinta melangkah perlahan ke dalam nyala api, disaksikan Rama dan seluruh hadirin dengan perasaan tegang.
Namun keajaiban terjadi, api tidak melukai Shinta sedikit pun. Ia keluar dengan selamat, bahkan tampak semakin bercahaya, sebagai bukti bahwa dirinya tetap suci dan setia.
Pertunjukan Shinta Obong dari Ramayana Ballet Prambanan ini berlangsung pada 18-19 April 2026 sebagai hiburan spesial dalam rangka ulang tahun TMII yang ke-51.
Kontributor: Akhmad Sekhu





