Connect with us

Lifestyle & Sport

Tak Bersemangat di Pagi Hari? Berikut Tipsnya

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Tak semua orang bangun pagi dengan perasaan bersemangat dan berenergi. Bisa jadi karena bosan dengan rutinitas pagi, terlalu letih, atau lainnya.

Guna meningkatkan energi di pagi hari, banyak orang sengaja meminum kopi atau teh. Selain itu, ada acara lain yang bisa membuat berenergi dan bersemangat, antara lain:

1. Bangun lebih awal
Disarankan untuk bangun tidur, paling tidak, 15 menit lebih awal. Cara ini membuat Anda memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan semua kebutuhan di pagi hari tanpa terburu-buru.
Jika terburu-buru, Anda cenderung kehilangan lebih banyak energi sehingga membuat lelah.

2. Minum air putih
Biasakan minum air putih setelah bangun tidur agar tubuh tetap terhidrasi. Sebab tidur semalaman menguras cairan tubuh. Selain itu, cara ini bisa meningkatkan energi di pagi hari.

3. Sarapan
Jangan pernah melewatkan sarapan. Paling tidak, dengan sarapan, Anda mendapat energi untuk beraktivitas dan menurunkan tingkat stres.

Namun perlu diingat, guna mendapat manfaat itu, sarapan harus sehat, seperti nasi, gandum, roti, sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu.

Baca juga : Kembaliberenergisetelahkantukmelanda

4. Hibur diri sejenak
Sebelum beraktivitas, hiburlah diri sejenak dengan mendengarkan lagu favorit atau mengobrol santai dengan anggota keluarga. Ini akan membuat seseorang lebih rileks dan lebih siap untuk beraktivitas di pagi hari.

5. Olahraga ringan
Usahakan berolahraga ringan atau sekadar berjalan santai sebelum berangkat kerja. Hal ini bisa membuat tubuh melepaskan hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin, yang bisa membuat lebih berenergi.

Selain itu, rutin berolahraga ringan di pagi hari bisa membuat seseorang lebih mudah dan lebih nyenyak tidur di malam hari.

Dengan menjalankan tips-tips di atas, semoga Anda bisa menjadi lebih berenergi dan bersemangat di pagi hari!

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Minum Kopi 3 x Sehari Bisa Menangkal Covid-19, Benarkah?

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Beredar informasi di media sosial yang mengklaim minum kopi tiga kali sehari dapat menangkal virus corona baru. Informasi itu disertai penjelasan yang disebut berasal dari dr Li Wenliang.

Berikut isi berita yang beredar:

“BAHAGIALAH PENGEMAR KOPI.🙏🙏

Breaking News dari CNN:

Minum Kopi 3 x Sehari untuk menangkal Covid-19.

Dr. Li Wenliang, dokter pahlawan China yang dihukum karena mengatakan yang sebenarnya tentang Virus Corona dan kemudian meninggal karena penyakit yang sama, telah mendokumentasikan file kasus untuk tujuan penelitian dan dalam file kasus tersebut mengusulkan penyembuhan yang secara signifikan akan mengurangi dampak COVID-19 Virus pada tubuh manusia.

Bahan kimia Methylxanthine, Theobromine dan Theophylline merangsang senyawa yang dapat menangkal virus ini pada manusia dengan sistem kekebalan minimal rata-rata.

Yang lebih mengejutkan adalah bahwa kata-kata rumit yang sangat sulit dipahami oleh orang-orang di China ini sebenarnya disebut KOPI di India, YA, KOPI reguler kami memiliki semua bahan kimia ini di dalamnya.

Methylxanthine utama dalam COFFEE adalah kafein stimulan. Methylxanthines lain yang ditemukan dalam KOPI adalah dua senyawa kimiawi yang serupa, Theobromine dan Theophylline. Tanaman KOPI menciptakan bahan kimia ini sebagai cara untuk menangkal serangga dan hewan lainnya.

Siapa yang tahu bahwa semua solusi untuk virus ini adalah secangkir KOPI sederhana dan itulah alasan mengapa begitu banyak pasien di China disembuhkan.

Staf rumah sakit di China sudah mulai menyajikan KOPI kepada pasien 3 kali sehari, Dan efeknya akhirnya di Wuhan “Pusat Pandemi ini” telah diatasi dan penularan ke komunitas hampir berhenti.

Silakan bagikan pesan ini kepada teman dan keluarga Anda untuk menyadarkan mereka tentang berkah berupa KOPI di dapur Anda.🙏🙏

Benarkah jika minum kopi sehari tiga kali dapat mencegah virus corona?

Baca juga: Kurangi Konsumsi Kopi, Hati-hari Gejala Putus Kafein 

Berdasarkan artikel di laman republicworld.com menyebutkan, berita pengobatan kopi dr Li Wenliang palsu dan menyesatkan.

Pesan yang dibagikan tentang dr Li Wenliang yang mengklaim bahwa kopi dapat digunakan sebagai obat untuk virus corona mirip dengan klaim palsu lainnya. Dalam pesan tersebut, dr Li Wenliang telah menyarankan teh untuk Covid-19. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, pesan tersebut sama, hanya kata Teh yang diganti dengan Kopi seluruhnya. Klaim teh sebagai penangkal virus corona pun terbukti salah.

Sebagai informasi, dr Li Wenliang adalah seorang dokter mata. Ia dianggap sebagai orang pertama yang mengeluarkan peringatan tentang wabah koronavirus Wuhan pada 30 Desember 2019. Pada 3 Januari 2020, polisi Wuhan memanggilnya dan menegurnya karena “membuat komentar palsu di Internet”. Dr Li Wenliang pun meninggal dunia pada 7 Februari 2020 akibat terpapar Covid-19. Dari laman CNN diketahui bahwa dr Li Wenliang tidak pernah merilis artikel apapun terkait hal tersebut.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Dampak Makan dan Minum Sambil Berdiri Bagi Kesehatan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Masyarakat di Indonesia, umumnya, tidak mengindahkan kebiasaan makan dan minum sambil berdiri.

Namun, di situasi tertentu, seseorang terpaksa harus makan sambil berdiri. Misalnya saat sedang buru-buru atau saat di acara yang kursinya terbatas. Tak jarang pula ada yang memang sengaja makan berdiri.

Kendati memang efisien di beberapa situasi, namun sebaiknya tidak menjadikannya kebiasaan. Pasalnya, dalam sudut pandang medis, hal ini berdampak buruk bagi kesehatan. Adapun dampaknyanya antara lain:

1. Kembung
Makan atau minum sambil berdiri umumnya membuat seseorang menelan lebih cepat. Karenanya, terlalu banyak udara yang masuk ke dalam sistem pencernaan yang kemudian membuat perut menjadi kembung. Hal ini bisa menimbulkan rasa nyeri, tidak nyaman, dan membuat perut nampak besar.

2. Makan berlebihan
Pengosongan lambung terjadi lebih cepat bila makan sambil berdiri. Ini membuat lambung menampung lebih banyak makanan.

Selain itu, makan sambil berdiri pun membikin makan lebih cepat. Jika demikian, hormon yang mengirimkan sinyal kenyang ke otak menjadi tak punya waktu untuk bekerja. Justru, sinyal ini muncul saat sudah terlanjur makan terlalu banyak.

Baca juga : Tanpa Disadari, Kebiasaan Ini Menjadi Penyebab Kesemutan

3. Tersedak
Makan dan minum sambil berdiri serta tergesa-gesa, bisa memicu tersedak. Kendati terlihat biasa saja, tersedak sejatinya bisa mengancam nyawa.

4. Sistem pencernaan terganggu
Posisi tubuh ketika makan memengaruhi sistem pencernaan. Makan sambil berdiri membuat lambung mengosongkan isi perut terlalu cepat. Dampaknya, lambung tidak punya banyak waktu untuk memecah zat-zat dalam makanan. Sehingga nutrisi yang dicerna dan diserap oleh usus tidak maksimal.

Kendati berdampak buruk, makan sambil berdiri disarankan pada seseorang yang memiliki kondisi medis tertentu, misalnya untuk penderita GERD. Dengan makan sambil berdiri, risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan akan lebih kecil. Sebab pengosongan lambung terjadi lebih cepat.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Tanpa Disadari, Kebiasaan Ini Menjadi Penyebab Kesemutan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kesemutan sering terjadi di area tangan dan area kaki. Hal ini tentu mengganggu jika sedang beraktivitas. Sebetulnya ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang mungkin tak disadari yang menjadi penyebab kesemutan.

Lantaran sudah menjadi kebiasaan, Anda cenderung abai pada fakta bahwa hal itu memicu kesemutan.  Berikut ini kegiatan sehari-hari yang bisa memicu kesemutan.

A. Di Area Tangan

1. Membunyikan leher
Alih-alih berharap merasa lega, membunyikan leher justru buruk bagi kesehatan. Pasalnya, kebiasaan ini bisa menimbulkan tekanan pada saraf karena bantalan tulang belakang bergeser. Aktivitas yang menimbulkan tekanan saraf ini bisa memicu kesemutan, menjalar dari bahu menuju ke lengan atas, lengan bawah, hingga tangan.

2. Terlalu lama menunduk
Biasanya orang menundukkan kepala terlalu lama saat membaca buku dan bermain gadget. Jika menunduk terlalu lama, leher bisa menjadi kaku. Jika demikian, pergeseran di tulang belakang bisa terjadi. Ini membuat saraf di area leher menjadi terjepit. Kondisi ini bisa menyebabkan kesemutan, dari leher, bahu, menjalar hingga tangan.

3. Menggunakan bantal bertumpuk
Bantal bertumpuk dinilai membuat nyaman saat membaca dan bermain gadget. Namun, sebaiknya jangan dilakukan terus-menerus. Karena bisa membuat leher pegal, otot leher pun menjadi kaku dan kekakuan otot leher juga memicu timbulnya kesemutan.

B. Di Area Kaki

1. Kebiasaan berjongkok
Banyak kegiatan yang mengharuskan Anda jongkok. Misalnya, buang air, mungkin mencuci pakaian, mengepel dan lainnya. Jika dilakukan dalam waktu lama, kesemutan pada area kaki bisa muncul karena terlalu lama menopang berat tubuh.

Disarankan duduk di bangku pendek saat beraktivitas agar beban tubuh ditopang bangku. Sehingga tidak menghambat aliran darah ke kaki dan menyebabkan kesemutan.

2. Lupa mengeluarkan benda di saku celana belakang
Tak sedikit yang lupa mengeluarkan benda di saku belakang sebelum duduk. Padahal kebiasaan ini bisa membuat saraf iskiadikus di bokong menjadi tertekan. Jika saraf ini tertekan, kaki bisa kesemutan.

3. Memakai sepatu hak tinggi
Model sepatu ini membuat Anda harus menumpukan beban tubuh ke jari kaki. Karena terlalu lama menopang berat tubuh, otot-otot pada kaki akan menjadi kaku. Ini bisa memicu timbulnya kesemutan pada area kaki.

Tak hanya itu, kaki pun bisa kram lantaran betis mengalami tekanan dan membuatnya terasa kaku. Dalam waktu lama, kaki akan mengalami kram otot sehingga sakit dan susah digerakkan.

Baca juga : Alasan Badan Mudah Pegal dan Nyeri

Jika sudah mengganggu aktivitas, disarankan untuk mengonsultasikannya dengan ahli kesehatan. Sebelum itu, Anda bisa mencoba melakukan peregangan otot sesering mungkin.

Namun, perlu diingat sejatinya bukan hanya kebiasaan seseorang yang bisa memicu kesemutan. Kondisi kesehatan tertentu pun bisa menjadi penyebabnya, misalnya Carpal tunnel syndrome (CTS), dabetes, dan mengonsumsi obat tertentu.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC