Kasatgas
Nasional

Tito: Pemulihan Lahan Pertanian Jadi Prioritas Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

Channel9.id, Jakarta. Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan dokumen Rencana Induk (Renduk) Rehabilitasi dan Rekonstruksi akan menjadi acuan utama pemerintah dalam mempercepat pemulihan permanen wilayah terdampak bencana di Sumatera, termasuk rehabilitasi lahan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurut Tito, dokumen tersebut disusun berdasarkan usulan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, serta kementerian dan lembaga terkait, kemudian diselaraskan oleh Bappenas untuk menjadi pedoman pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi selama periode 2026 – 2028.

“Sekarang proses menuju pemulihan permanen atau rehab-rekon. Kuncinya adalah renduk yang direkap dari kabupaten, kota, provinsi terdampak, serta kementerian/lembaga. Dokumen ini kemudian disandingkan oleh Bappenas dan dikawal oleh Satgas PRR,” ujar Tito seusai rapat kerja bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Salah satu fokus utama dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut adalah percepatan pemulihan sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi. Langkah itu dinilai penting untuk menopang program swasembada pangan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

Program yang dijalankan mencakup rehabilitasi lahan pertanian, pengembangan kawasan pertanian sesuai karakteristik lahan, serta diversifikasi komoditas pangan melalui sistem produksi yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Sebagai tahapan awal implementasi Renduk, Satgas PRR terus mempercepat penyaluran bantuan pertanian di tiga wilayah terdampak. Hingga akhir Mei 2026, realisasi bantuan pertanian tercatat mencapai Rp877,126 miliar untuk program rehabilitasi sawah, optimalisasi lahan, dan pembangunan jaringan irigasi.

Pada periode yang sama, sebanyak 9.931 hektare sawah telah direhabilitasi dari total target 42.702 hektare lahan terdampak di tiga provinsi tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Pemerintah juga telah mengalokasikan bantuan lebih dari Rp1 triliun untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari menteri, gubernur, hingga bupati dan wali kota, agar penanganan lahan pertanian terdampak bencana di tiga provinsi berjalan maksimal,” kata Amran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  5  =  7