Oleh: Dr. Darmansjah Djumala
Channel9.id-Jakarta. Kasus penyekapan dan penyiksaan yang terjadi di Kabupaten Bandung menjadi alarm serius bagi kita semua. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kekerasan tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga dapat tumbuh di ruang paling privat, yakni dalam relasi personal. Lebih menyedihkan, kekerasan tersebut berlangsung dalam waktu lama hingga menimbulkan luka fisik dan trauma mendalam bagi korban.
Tindakan semacam ini jelas merupakan bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Tidak ada ruang bagi kekerasan, penyiksaan, maupun perlakuan yang merendahkan martabat manusia dalam kehidupan yang berlandaskan Pancasila. Setiap individu berhak diperlakukan secara adil, bermartabat, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan.
Kasus ini juga memperlihatkan adanya persoalan mendasar dalam kehidupan sosial kita. Masih terdapat kesenjangan antara pemahaman terhadap Pancasila dan pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila kerap dipahami sebagai konsep normatif yang dihafal, tetapi belum sepenuhnya diinternalisasi menjadi nilai hidup.
Selain itu, lemahnya kontrol sosial di lingkungan sekitar turut menjadi faktor yang memungkinkan kekerasan terus terjadi. Sikap permisif terhadap kekerasan dalam hubungan personal sering membuat kasus serupa luput dari perhatian. Di sisi lain, korban kerap berada dalam situasi sulit karena rasa takut, tekanan psikologis, maupun ketergantungan emosional yang membuat mereka enggan melapor.
Karena itu, penguatan pendidikan karakter menjadi sangat penting. Penanaman nilai empati, kemanusiaan, dan tanggung jawab sosial harus dimulai sejak dini, terutama melalui keluarga dan sekolah. Nilai-nilai tersebut tidak cukup diajarkan melalui nasihat semata, tetapi harus diwujudkan dalam keteladanan dan praktik nyata.
Keberhasilan Pancasila tidak hanya diukur dari kemampuan menghafal lima sila, tetapi dari sejauh mana nilai kemanusiaan benar-benar hidup dalam perilaku sehari-hari. Kasus ini menjadi pengingat bahwa ketika empati memudar dan kekerasan dibiarkan tumbuh, yang terluka bukan hanya korban, tetapi juga nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi bangsa.
*Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri
Baca juga: Akhir Pelarian Taufik Hidayat Penyekap Pacar 3 Tahun di Bandung





