Channel9.id – Lombok. Kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyebabkan satu penumpang meninggal dunia pada Rabu (12/8/2026). Korban ditemukan setelah proses evakuasi terhadap penumpang kapal dilakukan secara bertahap.
“Untuk korban yang meninggal dunia tadi ada satu orang,” ujar General Manager ASDP Cabang Lembar Handoyo Priyanto usai proses evakuasi, Rabu.
Handoyo mengatakan korban yang meninggal belum dapat diketahui identitasnya karena masih menjalani proses identifikasi.
“Itu belum diidentifikasi,” tambahnya.
Korban meninggal dunia bersama sejumlah penumpang yang membutuhkan penanganan medis langsung dirujuk ke Rumah Sakit Provinsi. Sejumlah penumpang lain yang mengalami cedera dan dievakuasi menggunakan tandu juga dibawa ke rumah sakit.
Proses evakuasi melibatkan sejumlah kapal dan dilakukan secara bertahap. Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan Basarnas mengerahkan KN SAR 220 setelah menerima laporan kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok.
Operasi tersebut juga melibatkan koordinasi dengan TNI Angkatan Laut dan Ditpolair. Kantor SAR Denpasar turut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.
KMP Fortuny mengevakuasi 30 penumpang dan membawa mereka menuju Padangbai. Sementara itu, KN SAR 220 Mataram mengevakuasi 59 penumpang menuju Pelabuhan Lembar, sedangkan KRI Lembar mengevakuasi 17 penumpang menuju pelabuhan yang sama.
Evakuasi juga dibantu KMP Bonto II dan KMP Salindo yang mengarahkan penumpang selamat menuju Pelabuhan Lembar.
Hingga kini, jumlah pasti penumpang yang berada di atas KMP Putri Yasmin belum dapat dirinci berdasarkan manifest kapal.
Setibanya di Pelabuhan Lembar, para penumpang terdampak mendapat penanganan di posko tanggap darurat dan posko kesehatan yang didirikan di ruang tunggu pelabuhan. Posko tersebut melibatkan Balai Kesehatan untuk memberikan penanganan medis sekaligus mendata penumpang yang telah dievakuasi.
Sementara itu, penyebab kebakaran dan titik awal munculnya api masih dalam penyelidikan. Pihak perusahaan pelayaran dan otoritas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai asal mula kebakaran.
Di tengah proses penanganan insiden, layanan penyeberangan di Pelabuhan Lembar dilaporkan masih tetap berjalan.
HT





