Bima Arya: Bonus Demografi Jadi Peluang Sekali Seumur Hidup Menuju Indonesia Maju
Nasional

Bima Arya: Bonus Demografi Jadi Peluang Sekali Seumur Hidup Menuju Indonesia Maju

Channel9.id-Garut. Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengingatkan Indonesia hanya memiliki satu peluang untuk memanfaatkan bonus demografi sebagai batu loncatan menuju negara maju. Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan dengan menyiapkan generasi muda yang adaptif, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan era digital.

Hal itu disampaikan Bima saat menyampaikan orasi ilmiah bertajuk Generasi Adaptif di Era Bonus Demografi: Membangun Kepemimpinan Digital, Kompetensi Masa Depan, dan Kolaborasi untuk Indonesia 2045 pada Sidang Terbuka Senat Universitas Garut dalam rangka Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan XLIV Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu (25/7/2026).

“Indonesia akan menjadi negara maju kalau kita bisa naik kelas dalam waktu 20 tahun. Masalahnya adalah kita hanya akan bisa naik kelas kalau bisa memanfaatkan bonus demografi,” ujar Bima.

Ia menjelaskan, dominasi penduduk usia produktif merupakan modal besar bagi Indonesia untuk mempercepat pembangunan. Namun, bonus demografi tidak akan otomatis membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) tanpa sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan karakter yang kuat.

Menurut Bima, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), telah mengubah kebutuhan dunia kerja maupun tata kelola pemerintahan. Karena itu, generasi muda perlu membekali diri dengan kemampuan di bidang AI, big data, ilmu komputer, robotika, sistem informasi, hingga analisis data.

Ia mencontohkan, Kemendagri kini mulai memanfaatkan teknologi AI dalam pengelolaan talenta aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu penempatan pegawai sesuai kompetensinya.

Meski demikian, Bima menilai penguasaan teknologi saja tidak cukup. Menurutnya, karakter tetap menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan seseorang.

“Kalau saya ditanya mana yang lebih menentukan, kompetensi atau karakter, saya katakan 70 sampai 80 persen adalah tentang karakter,” tegasnya.

Ia mengatakan integritas, disiplin, kejujuran, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar menjadi bekal penting bagi generasi muda menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Selain itu, Bima mengajak para wisudawan menjadi pemimpin yang terbuka terhadap perbedaan, mampu berkolaborasi, memiliki jejaring yang luas, serta tetap menjadikan adab sebagai fondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, pemimpin masa depan tidak hanya dinilai dari kemampuan akademik atau kecakapan teknologi, tetapi juga dari kemampuannya bekerja sama dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bima optimistis inovasi, kepemimpinan, dan semangat pengabdian para lulusan Universitas Garut akan menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan daerah sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Wamendagri Bima: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Bonus Demografi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  59  =  60