Channel9.id-Jakarta. Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) bergerak cepat menjaga stabilitas harga sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan, terutama beras, minyak goreng, dan cabai.
Tomsi meminta Pemda tidak hanya mengandalkan laporan, tetapi turun langsung ke pasar untuk mengecek kondisi harga dan mengambil langkah pengendalian yang tepat sasaran.
“Kami hanya sedikit mengingatkan kembali bahwa tujuan kita agar harga tidak melebihi HAP. Oleh sebab itu, kita berusaha sekeras-kerasnya. Sekarang teman-teman daerah juga kami minta untuk turun ke lapangan, turun ke pasar, cek betul,” kata Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, harga komoditas perlu dijaga agar tetap sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP). Kemampuan menjaga harga sesuai acuan menjadi salah satu ukuran keberhasilan Pemda dalam mengendalikan harga dan melindungi masyarakat dari kenaikan harga.
Tomsi menyoroti kenaikan harga beras yang terjadi di 132 kabupaten/kota. Ia meminta penanganan difokuskan pada daerah yang benar-benar mengalami kenaikan agar intervensi yang dilakukan tidak meleset.
“Tolong fokus, perhatikan data dari BPS. Minta data sebelum hari Senin daerah mana-daerah mana yang mengalami kenaikan harga. Supaya upaya kita tidak upayanya ke kanan, yang naiknya di kiri. Tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Untuk minyak goreng, Tomsi mendorong peningkatan penyaluran agar harga kembali terkendali. Sementara terkait cabai, ia meminta kementerian/lembaga bersama Pemda mengambil langkah konkret, termasuk mendorong penanaman cabai rawit dan cabai merah.
Ia menilai persoalan harga cabai seharusnya dapat ditangani karena telah menjadi isu yang dibahas dalam rapat pengendalian inflasi sejak beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Inflasi Juli 2,88%, Tito Sebut Masih Ideal tapi Soroti Daerah yang Tembus 3,5%




