Channel9.id – Jakarta. TNI AL mengerahkan tiga kapal perang untuk mencari lima jurnalis yang hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
“Tiga KRI dikerahkan untuk memperkuat operasi pencarian dan memperluas area penyisiran di sekitar perairan Selat Sunda,” kata siaran pers resmi TNI AL, Rabu (9/9/2026).
Adapun kapal yang dikerahkan yakni Kapal Republik Indonesia (KRI) Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861.
TNI AL mengatakan tiga kapal perang itu dikerahkan untuk memaksimalkan pencarian para jurnalis.
Selain mengerahkan kapal perang, TNI AL melalui Lanal Banten juga mengerahkan kapal Angkatan Laut (KAL).
“Dalam upaya pencarian tersebut, unsur Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten juga mengerahkan Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer I.3-64 dan Rigid Hulled Inflatable-Boat (RHIB) Peucang untuk melaksanakan penyisiran di sejumlah sektor perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan jurnalis tersebut,” tulis TNI AL.
TNI AL Lanal Lampung juga menyediakan Kapal Angkatan Laut (KAL) Siaga guna dukung penyisiran area hilangnya korban juga sekaligus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).
“Seluruh unsur yang terlibat melaksanakan pencarian secara terkoordinasi dengan menyisir sektor-sektor yang telah ditentukan,” tulis TNI AL.
TNI AL berharap pengerahan kapal-kapal ini mampu memperkuat operasi pencarian serta memperluas area penyisiran di sekitar perairan Selat Sunda.
“TNI AL akan terus mengoptimalkan kemampuan unsur operasionalnya dalam mendukung pencarian hingga korban ditemukan,” tulisnya.
Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, saat hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), Senin (7/9/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten Al Amrad mengatakan, rombongan jurnalis bersama tiga awak kapal berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju Gunung Anak Krakatau menggunakan kapal cepat Arupadhatu 1 sekitar pukul 14.00 WIB.
Kapal tersebut membawa delapan orang, terdiri atas kapten Warta (55), ABK Surakman (60), pemandu Heriyanto (49), serta lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara Biro Banten, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Bagus diketahui sempat berkomunikasi dengan seorang jurnalis di Pulau Sebesi pada pukul 14.42 WIB dan mengirimkan lokasi terakhir keberadaan mereka. Namun, kontak dengan rombongan terputus pada Senin sore.
“Komunikasi terakhir Korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 (7/9/26) mengirim share location terakhir dan pada pukul 15.04 terjadi hilang kontak. Sampai berita ini dilaporkan, korban belum ditemukan,” kata Amrad dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Pimpinan Antara Biro Banten Bayu Kuncahyo kemudian melaporkan hilang kontaknya salah satu pewartanya kepada Basarnas pada Selasa (8/9/2026) siang. Laporan tersebut menjadi dasar bagi Tim Rescue USS Pandeglang untuk melakukan pencarian.
Tim SAR berangkat menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten menuju lokasi terakhir kontak rombongan. Penyisiran dilakukan ke arah Gunung Anak Krakatau dan sejumlah wilayah perairan yang diperkirakan menjadi lokasi kapal cepat tersebut.
“Tim kemudian melakukan penyisiran menuju arah Krakatau dan sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan speed boat,” ujar Amrad.
Pencarian juga diperluas ke sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang. Namun, hingga operasi penyisiran berakhir pada pukul 18.00 WIB, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.
HT




