Channel9.id, Jakarta. Sebanyak 200 calon penerima Beasiswa Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun Akademik 2025/2026 dikabarkan mengalami pembatalan status kelulusan secara sepihak. Pembatalan tersebut diduga dipicu oleh kendala teknis sinkronisasi data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI).
Merespons kondisi tersebut, Perwakilan Alumni Beasiswa SDM Sawit melayangkan surat terbuka yang ditujukan kepada Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) guna menuntut kepastian status para peserta yang terdampak.
Dalam surat terbuka tersebut dijelaskan bahwa nama-nama peserta yang terdampak sebenarnya telah resmi dinyatakan lulus dan dimasukkan ke dalam grup koordinasi penerima beasiswa. Pembatalan mendadak ini memicu ketidakpastian akademik bagi ratusan calon mahasiswa.
“Berdasarkan penetapan kelulusan tersebut, mayoritas peserta telah mengajukan Surat Pengunduran Diri dari kampus asal guna memenuhi persyaratan pendaftaran ulang di perguruan tinggi mitra BPDP,” tulis perwakilan alumni dalam surat terbuka yang diterima, Jumat (18/9/2026).
Kondisi tersebut membuat ratusan peserta berada dalam posisi rentan. Pembatalan status penerima beasiswa berpotensi hangus membuat mereka kehilangan status kemahasiswaan di kampus asal sekaligus hak atas pembiayaan pendidikan dari BPDP.
Perwakilan alumni juga mempertanyakan kelemahan proses verifikasi data yang dilakukan penyelenggara sebelum mengumumkan kelulusan resmi ke publik.
Mereka menilai kegagalan sinkronisasi data administrasi antara PDDIKTI dan LLDIKTI seharusnya dituntaskan sebelum penetapan hasil, bukan justru ditimpakan kepada calon peserta.
“Mengapa verifikasi dan validasi data PDDIKTI/LLDIKTI tidak diselesaikan secara tuntas sebelum penetapan dan pengumuman hasil kelulusan? Mengapa beban dan risiko kerugian akibat kelemahan sistemik administratif seleksi justru dibebankan sepenuhnya kepada calon mahasiswa?” tulis perwakilan alumni.
Padahal, para calon penerima beasiswa mayoritas berasal dari keluarga pekebun, buruh, dan insan perkelapasawitan yang menggantungkan keberlanjutan pendidikannya pada program ini.
Sebagai informasi, program Beasiswa SDM Sawit 2026 yang didanai BPDP bersama Kementerian Pertanian mengalokasikan kuota hingga 5.000 mahasiswa meningkat dari 4.000 penerima pada tahun sebelumnya—yang bekerja sama dengan 42 perguruan tinggi mitra.
Empat Tuntutan Alumni kepada BPDP
Guna menyelesaikan polemik pembatalan kelulusan tersebut, Perwakilan Alumni Beasiswa SDM Sawit menyampaikan empat tuntutan utama kepada manajemen BPDP:
Pertama, Keterbukaan Informasi: Mendesak BPDP menyampaikan transparansi data peserta terdampak beserta rincian kendala teknis sinkronisasi yang terjadi. Kedua, Membuka ruang perbaikan data administrasi bagi calon mahasiswa yang mengalami kendala sistemic PDDIKTI/LLDIKTI.
Ketiga, menuntut jaminan kelulusan tanpa tes ulang pada periode seleksi berikutnya apabila kendala data tidak dapat dituntaskan pada gelombang berjalan. Dan keempat, mendorong audit dan perbaikan menyeluruh pada sistem integrasi data serta tata kelola penerimaan Beasiswa SDM Sawit secara berkelanjutan.




