Channel9.id, Jakarta – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mendesak para kepala daerah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk memprioritaskan penyediaan lahan baru bagi 97 satuan pendidikan yang berada di kawasan rawan bencana.
Ketua Satgas PRR sekaligus Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa relokasi fisik gedung sekolah tersebut tidak bisa ditawar mengingat lokasi lama sudah tidak layak dan membahayakan keselamatan para siswa.
“Ada 97 sekolah yang memerlukan relokasi karena lokasinya tidak lagi layak. Kami meminta dukungan cepat dari para kepala daerah untuk segera membebaskan atau menyediakan lahan agar pembangunan fisik bisa langsung dikerjakan,” tegas Tito usai mendengarkan paparan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Posko Satgas PRR, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Suntikan Anggaran Rp5,6 Triliun & Evaluasi Kelas Fisik
Guna memulihkan sektor pendidikan di tiga provinsi terdampak bencana tersebut, pemerintah telah mengalokasikan total anggaran pemulihan sebesar Rp5,6 triliun. Anggaran ini disalurkan untuk revitalisasi gedung, penyediaan ruang kelas darurat, bantuan psikososial, hingga pengadaan fasilitas belajar.
Dari total 4.922 sekolah terdampak, sebanyak 4.821 sekolah tercatat telah kembali melangsungkan proses kegiatan belajar-mengajar di gedung asal. Sementara itu, 99 sekolah masih memanfaatkan ruang kelas darurat—dengan dua sekolah di antaranya terpaksa menumpang di fasilitas lain akibat terkendala geografis dan pasokan material.
Tito menginstruksikan pendampingan fisik secara intensif, terutama bagi sekolah-sekolah yang progres pemulihan bangunannya masih di bawah 50 persen.
“Jumlah sekolah terdampak sangat masif, mencapai 4.922 lokasi. Kunci percepatannya ada pada penanganan infrastruktur jalan dan jembatan menuju lokasi sekolah yang rusak, yang akan langsung kita koordinasikan dengan kementerian terkait,” pungkasnya.




