Channel9.id – Jakarta. Jenderal TNI (Purn.) Subagyo Hadi Siswoyo atau Subagyo HS meninggal dunia pada Senin (19/10/2026). Ia dikenang sebagai salah satu tokoh militer yang memimpin TNI Angkatan Darat di tengah pergolakan politik menjelang Reformasi 1998.
Berdasarkan penelusuran Channel9.id, Subagyo menghadapi masa peralihan kekuasaan dari Presiden Soeharto ke B.J. Habibie hingga Abdurrahman Wahid saat dirinya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Subagyo menjabat sebagai KSAD ke-20 pada 16 Februari 1998 hingga 20 November 1999. Dalam periode tersebut, ia memimpin Angkatan Darat ketika Indonesia menghadapi Tragedi Trisakti, kerusuhan Mei 1998, dan berakhirnya pemerintahan Orde Baru.
Lahir di Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 12 Juni 1946, Subagyo menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) di Magelang. Ia lulus pada 1970 dan memulai kariernya di TNI AD melalui satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Dalam perjalanan kariernya, Subagyo pernah terlibat dalam Operasi Seroja di Timor Timur. Ia juga mengikuti Operasi Woyla di Thailand pada 1981, yakni operasi pembebasan pesawat Garuda Indonesia yang dibajak. Keberhasilan operasi tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier militernya.
Subagyo kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), Komandan Jenderal Kopassus pada 1994–1995, dan Panglima Kodam IV/Diponegoro. Sebelum menjadi KSAD, ia menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Darat.
Salah satu peristiwa penting selama kepemimpinannya sebagai KSAD adalah pemeriksaan terhadap Letjen TNI Prabowo Subianto melalui Dewan Kehormatan Perwira (DKP).
Subagyo ditunjuk sebagai ketua dewan yang bertugas memeriksa Prabowo, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), dalam situasi transisi politik setelah jatuhnya Soeharto.
Pemeriksaan tersebut berlangsung ketika militer menghadapi tekanan untuk mempertanggungjawabkan tindakan anggotanya di tengah perubahan politik nasional. Subagyo menjalankan peran itu saat dinamika internal ABRI turut menjadi perhatian publik.
Setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai KSAD pada November 1999, Subagyo melanjutkan pengabdian melalui jalur politik. Ia bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), partai yang didirikan mantan Panglima TNI Wiranto.
Pada 19 Januari 2015, Presiden Joko Widodo melantik Subagyo sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Ia menjalankan tugas tersebut hingga berakhirnya masa jabatan pemerintahan Jokowi pada 20 Oktober 2019.
Di luar militer dan politik, Subagyo pernah menjabat Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) periode 1997-2001.
Subagyo HS juga dikenal memiliki hubungan dengan Prabowo Subianto, yang pernah menggantikannya sebagai Danjen Kopassus pada 1995.
Wafatnya Subagyo menjadi kabar duka bagi keluarga besar TNI. Perjalanan kariernya mencakup sejumlah posisi penting di lingkungan militer dan pemerintahan, termasuk ketika ia memimpin Angkatan Darat dalam salah satu periode paling menentukan dalam sejarah politik Indonesia modern.




