Channel9.id – Jakarta. Partai Gerindra mencatat elektabilitas tertinggi dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) untuk pemilihan anggota DPR RI jika pemilu digelar saat ini. Gerindra memperoleh elektabilitas 23,1 persen, unggul dari PDIP yang berada di posisi kedua dengan 11,6 persen.
Partai Golkar menempati posisi ketiga dengan elektabilitas 10,7 persen. Selisih elektabilitas Golkar dengan PDIP tercatat sebesar 0,9 poin persentase.
Di bawah tiga partai tersebut, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh elektabilitas 6,1 persen. Partai Demokrat menyusul dengan 5,9 persen, diikuti Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 5,8 persen.
Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meraih elektabilitas 4,6 persen dan Partai NasDem 4,2 persen. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memperoleh 2,9 persen, sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mencatat 1,6 persen.
“Berkaitan dengan elektabilitas partai politik, jika hari ini dilaksanakan pemilihan legislatif, maka tokoh atau partai mana yang akan dipilih oleh responden? Hasilnya saya kira masih serupa dengan periode yang lalu,” kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Syah Kurnia dalam Rilis Survei Refleksi 2 Tahun Kabinet Merah Putih secara daring, dilihat Channel9.id, Sabtu (24/10/2026).
Survei IPO juga mencatat elektabilitas Partai Gerakan Rakyat sebesar 0,9 persen, Partai Gelora 0,8 persen, dan Partai Hanura 0,2 persen. Adapun Partai Perindo, Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nasional, dan Partai Garuda masing-masing tercatat memperoleh elektabilitas 0 persen.
Di luar pilihan terhadap partai politik, sebanyak 21,6 persen responden menyatakan tidak tahu, tidak menjawab, atau merahasiakan pilihan mereka. Angka ini menunjukkan masih ada bagian responden yang belum menyatakan pilihan partainya dalam survei tersebut.
Survei IPO dilakukan pada 12-20 Oktober 2026 terhadap 1.200 responden dengan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar ±2,9 persen.
Survei tersebut digelar dalam rangka dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
HT




