Tito Beri Waktu Sepekan, Daerah Diminta Segera Bentuk Satgas MBG
Nasional

Tito Beri Waktu Sepekan, Daerah Diminta Segera Bentuk Satgas MBG

Channel9.id-Jakarta. Mendagri Tito Karnavian memberi waktu satu pekan kepada pemerintah daerah (Pemda) yang belum membentuk Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat dukungan daerah terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Tito mengatakan, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sebanyak 223 daerah telah membentuk Satgas MBG. Ia meminta daerah yang belum membentuk satgas segera menuntaskan proses tersebut agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal dan merata.

“Ada sebagian besar sudah terbentuk, ada yang belum. Sehingga tadi saya meminta kepada yang belum, saya berikan waktu seminggu untuk membuat Satgas MBG di tingkat daerah provinsi, kabupaten, kota,” ujar Tito seusai memimpin Kick-Off Sosialisasi Surat Edaran Mendagri tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Selain mendorong pembentukan satgas, Tito telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.5/8545/SJ untuk memperkuat peran Pemda dalam mengawasi kualitas operasional SPPG. Melalui kebijakan ini, Satgas MBG di daerah diminta berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam melakukan inspeksi dan penilaian kesesuaian SPPG.

Pemeriksaan mengacu pada petunjuk teknis BGN, termasuk 14 indikator kelayakan operasional, kualitas dan kesesuaian menu makanan, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

Tito juga meminta Pemda memanfaatkan program MBG untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut dapat membuka pasar yang lebih pasti bagi petani dan nelayan.

“Karena off-takernya jelas, pembelinya jelas, petani, nelayan, ini akan sangat diuntungkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan MBG yang optimal berpotensi memberikan dampak lebih luas, mulai dari peningkatan kualitas gizi masyarakat, pengendalian inflasi, hingga pengurangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

“Banyak sekali yang sekali pukul dengan kegiatan MBG ini, kalau sukses di daerah masing-masing itu kinerja mereka akan terangkat juga. Bukan hanya pemerintah pusat, [hasil kinerja] mereka juga akan terangkat,” sambung Tito.

Untuk mendorong keseriusan daerah, Tito berencana memasukkan capaian Pemda dalam mendukung program MBG sebagai salah satu aspek penilaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi.

Baca juga:  Pemerintah Terus Evaluasi MBG, Perbaikan Kualitas dan Pengawasan Diperkuat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

54  +    =  58