Bima Arya: Kepala Desa Harus Punya Visi dan Prioritas Pembangunan
Nasional

Bima Arya: Kepala Desa Harus Punya Visi dan Prioritas Pembangunan

Channel9.id-Palembang. Wamendagri Bima Arya Sugiarto menegaskan kepala desa harus memiliki visi, keberpihakan, dan prioritas yang jelas dalam memimpin. Ketiga hal tersebut menjadi bekal penting agar pembangunan desa berjalan terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Hal itu disampaikan Bima saat membuka program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan III di Graha Sriwijaya, Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (4/11/2026).

Dalam keterangan yang diterima Channel9.id, Bima mengatakan kepala desa tidak mungkin menjalankan seluruh program sekaligus. Karena itu, pemimpin harus mampu menentukan kegiatan yang paling penting dan berdampak bagi masyarakat.

“Vision, ideology, and priorities. Kepala desa harus tahu apa yang ingin dicapai, siapa yang diperjuangkan, dan program mana yang harus didahulukan,” kata Bima.

Ia juga mengingatkan agar kepala desa tidak terjebak pada rutinitas birokrasi dan kegiatan seremonial. Menurutnya, keberhasilan pemerintah justru terlihat dari pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti layanan administrasi kependudukan dan Posyandu.

“Negara itu hadir di loket-loket Dukcapil. Negara hadir di Posyandu-Posyandu. Ketika petugas melayani masyarakat dengan baik, di situlah negara hadir,” ujarnya.

Bima mencontohkan sejumlah pemimpin lokal yang berhasil menghadirkan inovasi di lingkungannya. Ia menilai kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menentukan kemajuan suatu wilayah.

“Leadership is everything. Kepemimpinan itu menentukan. Siapa pemimpinnya, apa yang dilakukan, maka itulah yang dirasakan oleh warga,” tegasnya.

Selain visi dan kepemimpinan, Bima mendorong kepala desa memperkuat kemampuan membaca dan menganalisis data. Dengan memahami kondisi ekonomi, potensi, dan kebutuhan warga, program pembangunan dapat dirancang lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Bernhard E. Rondonuwu mengatakan KDMK menjadi sarana pembelajaran bagi kepala desa untuk memperkuat tata kelola pemerintahan. Materinya meliputi transformasi digital, kepemimpinan publik, inovasi pelayanan, penguatan ekonomi desa, hingga pembangunan berbasis data.

Kegiatan tersebut diikuti 255 kepala desa dari Sumatera Selatan dan turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru serta Rektor Unsri Taufiq Marwa.

Baca juga: Bima Arya Tekankan Visi dan Kualitas Layanan Daerah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

47  +    =  57