Afrika Selatan Laporkan Kabar Gembira Mengenai Varian Omicron
Internasional

Afrika Selatan Laporkan Kabar Gembira Mengenai Varian Omicron

Channel9.id-Afrika Selatan. Data dari Afrika Selatan memberikan secercah harapan tentang seberapa bahayanya varian Omicron, namun WHO memperingatkan kalau masih terlalu dini untuk menyimpulkan varian terbaru yang sudah menyebar ke seluruh dunia itu, Kamis (23/12/2021).

Dengan varian terbaru yang mudah menular ini, banyak negara yang menetapkan kembali prokes Covid-19 terhadap warganya menjelang Natal dan Tahun Baru. Hal ini bertujuan untuk mencegah gelombang keempat Covid-19.

Rencana pesta-pesta Natal banyak yang dibatalkan dari kota London sampi kota New Delhi dikarenakan varian terbaru ini.

Omicron pertama kali ditemukan pada bulan lalu di Afrika Selatan dan Hong Kong. Laporan awal mengindikasikan kalau varian ini lebih tangguh saat melawan vaksin.

Namun sebuah studi dari Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan mensugestikan kalau orang-orang yang terjangkit varian ini mempunyai kemungkinan yang lebih kecil untuk dirawat di rumah sakit daripada varian Delta.

Studi yang masih belum di tinjau sejawat itu membandingkan data Omicron dari bulan Oktober sampai November dengan data Delta dari bulan April sampai November.

“Di Afrika Selatan, ini yang kami temukan: Omicron bekerja dengan dampak yang tidak terlalu parah,” ujar Professor Cheryl Cohen dari NICD.

“Menariknya, data kami benar-benar mengindikasikan kabar gembira kalau tingkat keparahan Omicron tidak separah varian lainnya,” lanjutnya.

Mereka juga mengutip kalau mayoritas warga Afrika Selatan sudah pernah terjangkit virus Covid-19 sebelumnya, dan itu bisa menjadi faktor mengapa imunitas tubuh mereka menjadi lebih kuat saat melawan virus corona.

Kabar gembira ini juga diperkuat oleh sebuah penelitian dari Kampus Imperial dari London yang menyebutkan kalau resiko pasien harus dilarikan ke rumah sakit karena Omicron yaitu 40% sampai 45% lebih rendah daripada saat terjangkit varian Delta.

Namun, ketua teknis WHO terhadap Covid-19, Maria van Kerkhove, menyebutkan kalau PBB tidak mempunyai data yang cukup untuk menyimpulkan secara bulat varian terbaru itu.

Data itu masih belum rampung, ujarnya saat melakukan pertemuan di Jenewa.

“Kita masih belum melihat varian ini menyebar dalam waktu yang lama di seluruh dunia, tentunya di populasi yang rentan. Kami terus meminta seluruh negara untuk terus waspada, dan dengan serius memikirkan hal ini, terutama saat hari libur mulai tiba,” jelasnya.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

59  +    =  64