Channel9.id, Kuala Lumpur – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyerukan pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah sebagai fondasi perdamaian dunia dan perjuangan kemerdekaan Palestina saat menghadiri The 3rd International Summit of Religious Leaders 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, Jumat (12/6/2026).
Forum internasional yang mengusung tema “Religious Leaders and Youth: Advancing Coexistence and Social Harmony” atau “Religious Leaders and Youth Empowerment” tersebut menjadi ajang pertemuan para pemimpin agama, pemuda, akademisi, dan tokoh pemerintahan dari berbagai negara untuk membahas penguatan harmoni sosial, toleransi, dan kerja sama lintas agama dalam menghadapi tantangan global.
Melalui akun Instagram pribadinya, Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa kehadirannya di forum tersebut dimanfaatkan untuk mengajak para mufti dan pemimpin agama dunia memperkuat persaudaraan umat Islam.
“Di Malaysia saya hadir dalam forum International Summit Religios 2026 di Kuala Lumpur. Pada kesempatan ini saya mengajak para mufti dunia untuk bersatu memperkuat ukhuwah islamiyah,” tulis Muzani.
Menurutnya, ukhuwah Islamiyah memiliki peran strategis dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina sekaligus menjadi kekuatan moral untuk menghentikan berbagai konflik bersenjata yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.
Palestina Adalah Utang Sejarah Bangsa Indonesia
Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin agama dunia, Muzani menegaskan bahwa bagi bangsa Indonesia, kemerdekaan Palestina bukan hanya cita-cita politik internasional, tetapi juga merupakan utang sejarah yang harus diperjuangkan bersama.
“Palestina adalah satu-satunya peserta Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung yang sampai sekarang belum merdeka. Karena itu, bagi kami bangsa Indonesia, kemerdekaan Palestina tidak hanya harus diwujudkan, tetapi juga merupakan utang sejarah,” kata Muzani.
Ia menambahkan, dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina juga memiliki dasar konstitusional yang kuat sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
“Sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” ujarnya.
Serukan Penghentian Perang Dunia
Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin agama dan tokoh internasional tersebut, Muzani juga menyerukan penghentian berbagai konflik dan peperangan yang masih berlangsung di Eropa, Timur Tengah, maupun kawasan Teluk Persia.
Menurutnya, perang merupakan tindakan paling kejam yang dilakukan manusia karena menghancurkan kehidupan sipil dan menimbulkan penderitaan yang luas.
“Perang adalah tindakan manusia paling keji, paling kejam, tidak mengenal batas kemanusiaan. Membunuh anak-anak, perempuan, orang tua, menghancurkan sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, dan berbagai fasilitas sipil lainnya,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemimpin agama dunia untuk terus mengedepankan dialog, perdamaian, dan kerja sama lintas bangsa dalam menyelesaikan konflik internasional.
Muzani menekankan bahwa ukhuwah Islamiyah tidak boleh dimaknai secara eksklusif atau menjadi ancaman bagi kelompok lain yang berbeda agama maupun budaya.
“Ukhuwah Islamiyah tidak boleh menjadi ancaman bagi keyakinan yang berbeda. Ukhuwah Islamiyah tidak boleh menghilangkan adat istiadat suatu suku. Justru ukhuwah Islamiyah harus memperkuat persatuan di antara bangsa-bangsa meskipun berbeda agama, etnis, dan keyakinan,” ujarnya.
Menurutnya, persaudaraan dan toleransi merupakan jalan terbaik untuk menghadirkan kemajuan serta kemaslahatan bagi masyarakat dunia.
Dihadiri 1.500 Peserta dari 31 Negara
The 3rd International Summit of Religious Leaders 2026 merupakan salah satu forum lintas agama terbesar di kawasan Asia yang dihadiri sekitar 1.500 peserta dari 31 negara. Pertemuan berskala internasional ini mempertemukan pemimpin pemerintahan, pimpinan organisasi Islam dunia, tokoh lintas agama, akademisi, serta pemimpin masyarakat dari berbagai negara.
Pembukaan acara diresmikan langsung oleh Sultan Nazrin Muizzuddin Shah, Sultan Perak Darul Ridzuan. Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim turut menyampaikan pidato kunci yang menekankan pentingnya kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama.
Hadir pula sejumlah pejabat tinggi Malaysia, antara lain Senator Dr. Zulkifli bin Hasan, Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama), Datuk Aaron Ago Dagang, Menteri Perpaduan Negara Malaysia, Tan Sri Ayob Khan Mydin Pitchay, Timbalan Ketua Polis Negara Malaysia, Prof. Madya Dato’ Dr. Mohamed Azam Mohamed Adil, Ketua Pengarah IKIM, serta Tuan Haji Ahmad Fauwaz bin Fadzil, Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia.
Dari kalangan internasional, forum tersebut juga dihadiri Sheikh Dr. Mohammad bin Abdulkarim Al-Issa, Sekretaris Jenderal Muslim World League (MWL), Shaykh Amin Kholwadia dari Amerika Serikat, Dr. Ahmed Shaheem Ali Saeed, Menteri Urusan Islam Maladewa, Yoshinobu Miyake dari Jepang, Sadhguru Brahmeshanandacharya Swamiji dari India, dan Sheikh Shad Kamel Al-Suleiman, Presiden Australian National Imams Council.
Sementara dari Indonesia, selain Ahmad Muzani, hadir pula KH M. Cholil Nafis, Ph.D., Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Kiai Jamil yang mewakili jaringan pendidikan Daarul Qur’an Indonesia.
Kehadiran Ahmad Muzani dalam forum tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina, memperkuat persaudaraan antarumat beragama, serta mendorong terciptanya perdamaian dan harmoni sosial di tingkat global.





