Connect with us

Hot Topic

Alami Luka Berat, Hanafi Rais Jadi Korban Kecelakaan di Tol Cipali

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Hanafi Rais jadi korban kecelakaan beruntun di Tol Cipali KM 112.900, wilayah Subang. Hanafi mengalami luka berat.

“Toyota Alphard dengan nopol B-1612 -WMV yang dikendarai oleh Ferdian tertabrak oleh kendaraan dari arah belakang kemudian Alphard tersebut terpental dan menabrak lagi kendaraan berat, menurut keterangan dari sopir betul korban Ahmad Hafani Rais anaknya Amien Rais,” kata Panit PJR Tol Cipali Iptu Karyana, Minggu (18/10).

Karyana menjelaskan Putra Sulung Amien Rais itu duduk dibangku penumpang bagian depan alami luka cukup berat, sedangkan sopirnya Ferdian Yudha Pratama luka sedang.

“Penumpangnya (Hanafi Rais) alami luka berat dan sopirnya luka sedang, sekitar pukul 03.00 WIB dibawa ke rumah sakit di Purwakarta,” katanya.

Peristiwa ini bermula saat ketiga kendaraan melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta, di tengah perjalanan sebuah kendaraan menabrak kendaraan yang ditumpangi Hanafi Rais. Karena kerasnya benturan membuat kendaraan yang ditumpangi Hanafi Rais terdorong dan menabrak kendaraan berat yang ada di depannya.

“Pasca kecelakaan, kendaraan yang menabrak dan kendaraan yang tertabrak oleh kendaraan yang ditumpangi anaknya Amien Rais kabur dan tidak diketahui identitasnya. Sehingga penyebab kecelakaan belum diketahui secara pasti,” kata Panit.

Hanafi Rais dan sopirnya dievakuasi ke rumah sakit di Purwakarta. Kasus kecelakaan ini dalam penanganan petugas unit laka Polres Subang.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Kasus Aktif di Sebagian Besar Kabupaten/Kota Di Bawah 100

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan, 79,3% atau 408 dari 514 kabupaten/kota memiliki kasus aktif antara 0 – 100 kasus.

“Sebagian besar kabupaten/kota memiliki kasus aktif dibawah seratus. Yang berarti bahwa sebagian besar kabupaten/kota di Indonesia memiliki kasus aktif yang tidak banyak,” katanya saat mengabarkan perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/10).

Untuk perkembangan kasus aktif, sebanyak 18,2% atau 94 kabupaten/kota  memiliki kasus aktif antara 101 – 1000 kasus. Sebesar 2,3% atau 12 kabupaten/kota memiliki kasus aktif diatas 1000 kasus. Jumlah kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif diatas 1000 kasus itu yang perlu diwaspadai.

Pada kasus meninggal, sebesar 63,2% atau 325 kabupaten/kota memiliki kematian 0 – 100 kasus. Sebesar 31,7% atau 163 kabupaten/kota memiliki kasus kematian antara 11 – 100 kasus. Dan 5,06% atau 26 kabupaten/kota memiliki kematian lebih dari 100 kasus.

“Ini artinya lebih dari setengah wilayah di Indonesia memiliki angka kematian yang sedikit. Namun perlu diingat, satu kematian saja terbilang nyawa,” tegas Wiku.

Pada kasus sembuh, sambungnya, sebesar 57,6% atau 276 kabupaten/kota memiliki kesembuhan diatas 75%. Bahkan, ada kabupaten/kota yang memiliki tingkat kesembuhan mencapai 100%. Kemudian, sebesar 37,5% atau 193 kabupaten/kota memiliki kesembuhan antara 25 – 75 persen.

“Satgas sangat prihatin, ternyata masih ada 13 kabupaten/kota atau 2,5 persen, masih memiliki kesembuhan sangat rendah, yaitu kurang dari 25 persen,” jelasnya.

Menurut Wiku, secara umum kabupaten/kota dengan jumlah kasus aktif dan kasus meninggal terbanyak adalah kabupaten/kota besar dan padat penduduk. Hal ini menjadi tantangan dalam menjalankan sektor sosial ekonomi, namun tetap menekan penularan. Lalu melihat kasus sembuh, justru kabupaten/kota yang berada di Indonesia paling timur dan paling barat memiliki tingkat kesembuhan rendah.

“Hal ini dikarenakan belum masif-nya testing, atau pemeriksaan laboratorium, serta fasilitas pelayanan kesehatan yang belum maksimal untuk penderita pasien Covid-19,” imbuhnya.

Wiku lanjut merincikan kabupaten/kota yang perlu mendapat perhatian dalam penanganan Covid-19. Untuk kasus aktif diantaranya Kota Padang (3.306), Jakarta Timur (2.663), Kota Jayapura (2.202), Jakarta Selatan (2.047), Jakarta Barat (1.951), Kota Pekanbaru (1.885), Kota Bekasi (1.731), Kota Depok (1.595), Bekasi (1.287), Jakarta Utara (1.277), Bogor (1.275) dan Jakarta Pusat (1.024).

Baca juga: Satgas Covid-19: Daerah Bukan Zona Merah Bukan Berarti Aman

“Pekan ini Kota Padang peringkat pertama kasus aktif terbanyak. Satgas mengingatkan bahwa hal ini bukanlah prestasi. Pemerintah Daerah harus mengevaluasi menyeluruh terhadap protokol kesehatan di daerahnya, jangan sedikitpun lengah. Lakukan penegakan disiplin protokol kesehatan dan optimalkan peran satgas di daerah,” lanjutnya.

Untuk kasus meninggal, ada 26 kabupaten kota mencatatkan kasus lebih dari 100. Diantaranya Kota Surabaya (1.253), Kota Semarang (675), Jakarta Pusat (443), Sidoarjo (440), Jakarta Timur (437), Jakarta Barat (414), Jakarta Selatan (335), Kota Makassar (281), Kota Medan (263), Jakarta Utara (260), Gresik (226), Kota Balikpapan (208), Kota Depok (177), Kota Palembang (176), Kota Pekanbaru (166), Kota Malang (162), Kota Samarinda (153), Kota Banjarmasin (145), Banyuwangi (144), Demak (135), Pasuruan (131), Kota Manado (122), Kota Mataram (116), Kota Bekasi (114), Kota Padang (110) dan Kudus (108).

Selain itu masih terdapat 13 kabupaten/kota yang tingkat kesembuhannnya kurang dari 25%. Diantaranya Natuna (0%), Nigada (0%), Belu (0%), Manggarai Timur (0%), Sarmi (13,3%), Kepulauan Yapen (14,2%), Maybrat (16,6%), Padang Lawas (19,5%), Bungo (20,8%), Kaimana (22,2%), Nias Utara (22,2%), Sarolangun (24,11%) dan Mamuju Utara (24,3%).

Wiku menjelaskan 4 kabupaten/kota dengan kesembuhan 0%, baru saja terdampak Covid-19. Sehingga dari jumlah kasus yang ada belum mengalami kesembuhan. Data per 25 Oktober, menunjukkan Natuna 1 kasus, Ngada 52 kasus, Belu 2 kasus dan Manggarai Timur 1 kasus. “Kita harapkan pasien-pasien Covid-19 di daerah ini bisa memiliki kesembuhan secara menyeluruh sehingga memiliki angka kesembuhan yang tinggi atau 100%,” jelasnya.

Ia juga menghimbau Pemerintah Daerah dengan tingkat kesembuhan yang rendah itu segera berkoordinasi dengan dengan Pemerintah Pusat atau Satgas Covid-19 Pusat sehingga dapat dicari jalan keluarnya dan meningkatkan angka kesembuhan.

Continue Reading

Hot Topic

Polri Ungkap Kekejaman Seorang Anggota KKB Distrik Sugapa Intan Jaya

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Polri menyampaikan kekejaman salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Rufinus Tigau, yang tewas usai terlibat kontak tembak dengan Satgas Nemangkawi di Kampung Jalai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada Senin (26/10).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menjelaskan, kelompok Rufinus sudah menjadi target pengejaran TNI-Polri. Hal itu karena KKB di wilayah Jalai kerap membuat resah masyarakat.

“Rufinus Tigau merupakan anggota KKB. Kelompok bersenjata ini memang membuat resah masyarakat di kampung Jalai. Suka merampas harta masyarakat bahkan tak segan untuk membunuh,” kata Awi, Kamis (29/10).

Awi menyampaikan, Rufinus dan keluarga mulanya termasuk Katolik taat di kampung tersebut. Namun, kemudian berlawanan pihak dengan keluarga karena paksaan KKB.

Informasi itu diketahui dari ayah tirinya yang bernama Antonius Abugau. Antonius menyebut Rufinus telah berubah sejak bergabung dengan kelompok KKB.

“Dari keterangan ayah tiri Rufinus bahwa memang anak tirinya ini berubah sejak gabung ke KKB. Kelompok ini selalu merampas, mengancam pemuda kampung Jalai bahkan sudah membunuh kepala suku kira-kira Agustus lalu karena membela mama-mama penjual di pasar yang ditindas mereka,” kata Awi.

Kemudian, Adik kandung Rufinus Tigau, Juius Abugau, menyampaikan kakaknya telah bergabung dengan KKB sejak setahun silam.

“Keluarga Rufinus sudah ikhlas tetapi marah dan ketakutan dengan kelompok KKB karena tabiat buruk mereka. Bersedih dan malu karena anak mereka bergabung KKB, meresahkan masyarakat setempat,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Bos PT MIT, Penyuap Eks Sekretaris MA Nurhadi Langsung Jalani Pemeriksaan KPK

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. KPK menangkap Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Hiendra merupakan buron penyuap eks Sekretaris MA Nurhadi.

“Penyidik KPK hari ini berhasil menangkap DPO KPK, tersangka HSO (Hiendra) dalam perkara dugaan suap pengurusan perkara MA tahun 2011-2016,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (29/10).

Kini, Hiendra sedang menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK.

“Saat ini yang bersangkutan sudah berada di kantor KPK dan masih dalam pemeriksaan tim penyidik KPK. Info lengkapnya akan disampaikan dalam konferensi pers malam ini sekitar jam 18.30 WIB,” kata Ali.

Diketahui, Hiendra dijerat sebagai pihak yang menyuap mantan Sekretaris MA Nurhadi. Hiendra melalui Rezky Herbiono diduga memberi suap dan gratifikasi dengan nilai total mencapai Rp 46 miliar. Rezky merupakan menantu Nurhadi.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC