Connect with us

Nasional

Aliansi Dosen UNJ Tidak Representasikan Sivitas Akademika UNJ

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Puluhan sivitas akademika UNJ yang tergabung dalam Komunitas Peduli Pendidikan merespons penolakan yang dilakukan Aliansi Dosen UNJ terhadap pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada K.H. Ma’ruf Amin dan Erick Tohir oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Komunitas Peduli Pendidikan menilai, Aliansi Dosen UNJ (ADU) merupakan gerakan segelintir dosen, tepatnya hanya terdiri atas 4 (empat) orang dosen dan suaranya tidak merepresentasikan opini umum dosen UNJ apalagi sivitas akademika UNJ.

“Kami warga UNJ yang tergabung dalam Komunitas Peduli Pendidikan merasa perlu mengeluarkan beberapa pernyataan. Manuver-manuver yang dilakukan oleh ADU sangat politis dan justru menciptakan suasana kampus yang tidak kondusif untuk mencapai visi misi UNJ,” ujar Koordinator Komunitas Peduli Pendidikan, Andi Hadyanto dalam keterangannya, Rabu (20/10/2021).

Sebagai warga UNJ, kata Andi, orang-orang yang melemparkan tudingan yang sangat keji ingin menunjukkan diri sebagai pahlawan tetapi dengan menginjak-injak marwah kampus mereka sendiri.

Baca juga: UNJ Klarifikasi Terkait Gelar Doktor Kehormatan Kepada Maruf Amin dan Erick Thohir

“ADU menyatakan diri sebagai gerakan penyelamat dan reformasi di kampus UNJ, namun realitasnya justru melukai perasaan dan logika sivitas akademika UNJ dan melakukan pembusukan di kampus di mana mereka hidup dan dibesarkan,” cetusnya.

Dikatakannya, ADU terlalu terburu-buru menolak wacana pemberian gelar Doktor HC terhadap kedua tokoh di atas, dengan menggunakan argumen yang tidak didasari oleh informasi yang utuh dan valid.

“Menghimbau sivitas akademika UNJ untuk bersama-sama membangun dan merawat kebebasan dan moral akademik dengan menjunjung tinggi kultur akademik,” tutur Andi yang juga Dosen Jurusan Pendidikan Agama Islam UNJ.

Menurut Andi, pernyataan ADU terkait tidak adanya otonomi, kebebasan, dan moral akademik di lingkungan sivitas akademika UNJ saat ini adalah sikap hipokrit dan anti realitas. Dia pun mengajak dosen-dosen anggota ADU untuk melakukan dialog dan klarifikasi informasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait di kampus, sebelum mengeksposnya ke ranah publik.

“Menghimbau seluruh sivitas akademika UNJ untuk mengedepankan spirit kekeluargaan sebagai warga UNJ dalam menyampaikan kritik dan saran,” tegas Andi.

Demi menjaga marwah kampus, pihaknya menghimbau seluruh sivitas akademika UNJ agar tetap solid dan fokus untuk merealisasikan visi mulia UNJ “menjadi kampus bereputasi di tingkat Asia”.

“Agar berbagai pihak di luar UNJ untuk menghormati setiap kebijakan internal UNJ, mengingat proses penetapannya telah dilakukan melalui mekanisme sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Antisipasi Reuni 212, Kawasan Patung Kuda hingga Monas Jadi Restricted Area Pukul 24.00 Nanti Malam

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyatakan pihaknya, akan menutup jalan menuju kawasan Bundaran Patung Kuda dan Monas mulai Rabu malam pukul 24.00 WIB.

Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi kerumunan massa aksi reuni 212 pada Kamis 2 Desember 2021 besok.

“Area yang akan ditutup adalah area di seputar Patung Kuda dan Kawasan Monas. Jadi semua area tersebut dinyatakan sebagai kawasan terbatas atau ‘restricted area’,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Tidak Izinkan Reuni 212

Sambodo menambahkan penutupan jalur protokol juga dilakukan untuk Jalan Merdeka Selatan, Jalan Merdeka Utara, Jalan Merdeka Barat, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Veteran, dan Jalan Museum.

Ruas jalan tersebut, kata Sambodo, akan menjadi area steril atau kendaraan tidak boleh melintas.

Sambodo menambahkan, area yang dapat melintas hanyalah kendaraan dinas yang berkantor di area steril.

“Kendaraan nanti kita lihat dulu, kalau tujuannya ke kantor, kita perbolehkan. Hanya yang memang berkantor di jalan itu,” ujarnya.

Dengan adanya penutupan jalan tersebut, Sambodo pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghindari area sekitar Bundaran Patung Kuda dan Monas sepanjang esok hari.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar besok sepanjang tanggal 2 Desember, dari pagi sampai malam, menghindari kawasan tersebut,” kata Sambodo.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Polisi Tidak Izinkan Reuni 212

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Polda Metro Jaya menegaskan tidak memberikan izin pelaksanaan Reuni 212 pada Kamis 2 Desember 2021.

“Polda Metro Jaya sebagai penanggung jawab tidak mengeluarkan izin untuk kegiatan Reuni 212 apabila dilakukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Jadi Polda Metro Jaya tidak memberikan izin,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan, Rabu 1 Desember 2021.

Zulpan menyampaikan, kegiatan dilarang karena berpotensi menciptakan kerumunan mengingat Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19.

Baca juga: Polri Antisipasi Aksi Reuni 212 Pekan Depan

“Polda Metro Jaya bertugas menjaga ketertiban, utamanya untuk ketertiban masyarakat, ini dilakukan dalam prinsip kepolisan. Ini dilakukan dengan langkah-langkah pencegahan keselamatan rakyat sebagai yang utama. Kita juga mencegah kerumunan yang bisa berakibat kurang baik khususnya Covid-19,” ucapnya.

Bagi masyarakat yang tetap melakukan aksi akan dikenakan tindak pidana.

“Mereka yang memaksa akan mendapat sanksi hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku dapat dipidana,” ucapnya.

Adapun hukuman yang akan diterapkan bagi mereka yang memaksa melakukan Reuni 212 yaitu berdasarkan Pasal 212 KUHP, Pasal 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP. Selain tiga Pasal KUHP di atas, Zulpan menjelaskan pelanggar akan dikenakan saksi UU Karantina Kesehatan.

“Bagi yang memaksa yaitu kita persangkaan dengan tidak pidana yang ada ditindak pidana khusunya Pasal 212 sampai 218 KUHP,” katanya.

Seperti diketahui ada dua lokasi yang menjadi kandidat kuat pelaksanaan Reuni 212. Yaitu di Patung Kuda, Jakarta Pusat dan Masjid Az Zikra di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

HY

Continue Reading

Nasional

Dirjen Bimas Islam: DPR AS Kagumi Keragaman di Indonesia

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menyatakan, pengelolaan keragaman di Indonesia telah banyak mendapatkan pengakuan global. Bahkan, Ketua Dewan Perwakilan Amerika Serikat (AS) menyampaikan kekagumannya atas keragaman di Indonesia yang telah berhasil dikelola dengan baik.

“Kemarin kami menerima ketua DPR-nya Amerika. Kami dampingi. Di antara yang mereka sampaikan adalah kekagumannya atas Indonesia yang telah mengelola keragaman ini,” ujar Kamaruddin saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Penceramah Agama Islam Angkatan III di Bogor, Selasa 30 November 2021.

Kamaruddin menjelaskan, Indonesia berhasil mengelola keragamannya karena Indonesia memiliki ormas-ormas Islam yang 99 persen moderat. Menurut dia, selama ini ormas Islam turut menjadi pondasi fundamental untuk merawat keragaman ini.

“Ini salah satu sebab utama mengapa Indonesia mampu mengelola keragamaan yang luar biasa, karena Indonesia memiliki sosial infrastruktur yang kuat,” ucapnya.

Selain itu, menurut dia, Indonesia juga memiliki ideologi Pancasila. Karena itu, Indonesia akhirnya menjadi sebuah negara relijius, bukan negara sekuler, bukan pula negara agama.

“Indonesia bukan negara teokrasi atau negara agama tapi negara bangsa yang sangat relijius,” katanya.

Kamaruddin mengatakan, hampir semua urusan tentang Islam diatur dalam konstitusi, misalnya tentang perkawinan, zakat, wakaf, dan lain-lain.

“Seluruh ajaran Islam sesungguhnya sudah ada undang-undangnya. Jadi sudah syariat sekali sebenarnya Indonesia ini,” ujarnya.

Karena AS kagum dengan keragaman di Indonesia, Kamaruddin berencana untuk melakukan kerjasama dalam berbagai hal.

“Ke depan kita sedang mengikhtiarkan untuk melakukan kerjasama di berbagai hal, termasuk kami berencana untuk membawa teman-teman dari ormas-ormas untuk berkunjung ke AS,” ujarnya.

Selain untuk melihat kehidupan keragaman di AS, ormas tersebut nantinya juga diharapkan semakin mempromosikan tentang keragaman Indonesia yang sangat luar biasa.

“Jadi sekarang ini kita sudah tidak lagi hanya mau belajar ke luar tapi juga sudah ingin mempromosikan artikulasi Islam Indonesia. Bahkan, kita rencana akan ada konferensi Asia Afrika yang akan mengundang seluruh negara-negara Muslim dan bahkan non-Muslim. Di situ kita ingin mempromosikan Islam Indonesia,” jelas Kamaruddin.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC