Internasional

Amerika Bantu Bunuh Jendral Rusia, Kremlin Sebut Rudalnya Tewaskan 600 Tentara Ukraina

Channel9.id- Ukraina. Amerika Serikat telah memberikan intelijen kepada Ukraina yang membuat mereka dapat membunuh jenderal-jenderal Rusia di peperangan mereka, lapor New York Times pada hari Rabu (5/5/2022), yang mengutip pejabat senior AS.

Amerika Serikat telah memberikan rincian pergerakan pasukan Rusia, lokasi, dan detil-detil mengenai markas militer Rusia kepada Ukraina. Memanfaatkan hal itu dengan intelijennya sendiri, Ukraina melakukan serangan artileri dan serangan lainnya yang menyebabkan tewasnya pasukan-pasukan Rusia, kutip koran New York Times.

Pentagon dan Gedung Putih masih belum mengeluarkan pernyataannya mengenai berita ini.

Pejabat Ukraina telah mengatakan kalau mereka telah berhasil membunuh 12 Jenderal Rusia di medan peperangan, kutip berita New York Times. Pejabat Amerika menolak untuk memberikan pernyataan mengenai berapa Jenderal yang tewas karena info intelijennya itu.

Di lain sisi, Rusia mengatakan kalau artilerinya telah menghantam beberapa pasukan dan benteng Ukraina, dan menewaskan sekitar 600 tentara Ukraina.

“Pasukan bersenjata Federasi Rusia terus melakukan operasi militernya di Ukraina,” ungkap kementerian pertahanan Rusia.

“Lebih dari 600 pasukan nasionalis dan 61 unit senjata dan perlengkapan militer Ukraina telah berhasil dihancurkan,” lanjutnya.

Kemenper Rusia juga mengatakan kalau rudalnya telah menghancurkan perlengkapan pasukan udara Ukraina di lapangan terbang Kanatovo, daerah Kirovohrad dan berhasil menghancurkan gudang amunisi besar di Mykolaiv.

Pada tanggal 24 Februari 2022, Rusia mengirimkan ribuan pasukannya untuk masuk ke wilayah Ukraina dan menyebutnya sebagai operasi militer khusus Rusia untuk mengurangi kemampuan militer tetangganya yang dianggap mengancam kedaulatan Rusia.

Pasukan Ukraina sampai saat ini telah memberikan perlawanan yang sengit dan negara-negara Barat membantu mereka dengan memberikan beragam sanksi kepada Rusia, agar Rusia mau menarik mundur pasukannya dari Ukraina.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

  +  84  =  93