Connect with us

Hot Topic

Anggota DPR Minta Polri Transparan Usut Kasus Pembunuhan Mara Salem

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi meminta Polri segera mengungkap secara transparan motif pelaku penembakan terhadap Pemimpin Redaksi LasserNewsToday, Mara Salem Harahap di Medan.

“Segera hentikan kekerasan dan ancaman teror kepada para jurnalis. Polri harus dapat segera menangkap pelaku dan membuka secara transparan motif pelaku,” kata Andi Rio, Minggu 20 Juni 2021.

Andi Rio menjelaskan, pers merupakan salah satu pilar demokrasi. Sebab, peran media sangat berkontribusi dalam mengawal proses demokrasi dalam membangun kemajuan bangsa dan negara.

Menurutnya, pers jangan sampai diintimidasi bahkan dibinasakan karena mereka harus menyampaikan berita secara objektif kepada masyarakat.

“Pers memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya demokrasi bangsa. Karena itu jangan sampai bangsa ini mengalami kemunduran, karena banyaknya ancaman atau tindak kekerasan kepada para insan pers dalam menjalankan tugas dan kewajibannya,” ujarnya.

Baca juga: AJI Medan Tuntut Polres Simalungun Ungkap Pembunuhan Jurnalis Mara Salem Harahap

Dia juga berharap agar seluruh elemen dan lapisan masyarakat untuk tidak berspekulasi serta bersabar dalam menunggu hasil keterangan resmi dari pihak kepolisian dalam menyelidiki kasus tersebut.

“Jangan sampai ada informasi liar yang berkembang yang tentunya dapat merugikan semua masyarakat sehingga lebih baik menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan aparat kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut,” pungkasnya.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Ketua DPR: Angkat Besi Kukuhkan Tradisi Medali RI di Olimpiade

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ketua DPR Puan Maharani menyatakan, pihaknya mengapreasiasi medali yang dipersembahkan Rahmat Erwin Abdullah di Olimpiade Tokyo 2020. Rahmat meraih medali perunggu dari cabang olahraga angkat besi kelas 73 kilogram putra, Rabu 28 Juli 2021.

“Prestasi Erwin bukan hanya melanjutkan, tetapi juga mengukuhkan tradisi medali angkat besi dari kontingen Indonesia di setiap Olimpiade, tidak hanya di Olimpiade Tokyo kali ini,” kata Puan, Kamis 29 Juli 2021.

Hingga Rabu 28 Juli 2021, Indonesia telah mengumpulkan tiga medali dari Olimpiade Tokyo 2020. Semua medali dipersembahkan dari cabang olahraga angkat besi.

Medali pertama dipersembahkan oleh Windy Cantika Aisah dan medali kedua dari Eko Yuli Irawan. Windy mempersembahkan medali perunggu dari kelas 49 kilogram putri dan Eko mempersembahkan medali perak dari kelas 61 kilogram putra.

Perolehan medali Eko juga mencatatkan sejarah tersendiri sebagai pemilik empat medali Olimpiade. Eko telah mendapatkan tiga medali dari tiga Olimpiade berbeda sebelum berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.

Eko mendapat medali perunggu dari kelas 56 kilogram pada Olimpiade Beijing 2008, medali perunggu kelas 62 kilogram pada Olimpiade London 2012, dan medali perak kelas 62 kilogram pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Cabang olahraga angkat besi juga adalah penyumbang tetap medali bagi Indonesia di ajang Olimpiade sejak Olimpiade Sydney 2000. Capaian Windy, Eko, dan Rahmat ini menambah 12 medali Olimpiade dari cabang olahraga ini yang diraih pada lima Olimpiade sebelumnya.

“Apa yang sudah dicapai oleh Windy, Eko, dan Rahmat, harus jadi cambuk penyemangat bagi atlet Indonesia yang kini masih berjuang di Olimpiade Tokyo 2020,” kata Puan.

Selain itu, menurut Puan, prestasi yang dipersembahkan kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 adalah pelipur di tengah situasi pandemi yang masih belum surut di Tanah Air.

“Ini juga harus jadi penyemangat bagi seluruh anak bangsa di Tanah Air yang sedang berjuang, berusaha melakukan yang terbaik sesuai bidang masing-masing,” ujarnya.

Hingga saat ini, peluang Indonesia menambah medali juga masih terbuka. Sejumlah cabang olahraga masih melanjutkan kompetisi dengan atlet Indonesia masih bertanding.

Salah satu cabang itu adalah bulutangkis yang juga merupakan penyumbang tetap medali bagi Indonesia sejak Olimpiade Barcelona 1992.

HY

Continue Reading

Ekbis

Wuih, Industri Keuangan Stabil selama Semester I 2021

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga semester I 2021 sektor jasa keuangan tetap stabil. Kondisi ini dicerminkan oleh membaiknya sejumlah indikator seperti intermediasi perbankan dan penghimpunan dana di pasar modal serta terjaganya rasio kehati-hatian di lembaga jasa keuangan.

“Meskipun indikator ekonomi domestik sampai Juni masih menunjukkan berlanjutnya pemulihan, OJK mencermati adanya penurunan mobilitas karena pemberlakuan PPKM yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi laju pemulihan ekonomi ke depan,” kata Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo, Kamis, 29 Juli 2021.

Di tengah perkembangan tersebut, pasar keuangan domestik masih terjaga stabil. IHSG hingga 23 Juli 2021 tercatat menguat ke level 6.102 atau tumbuh 1,9 persen (month to date) dengan aliran dana nonresiden tercatat masuk sebesar Rp2,02 triliun. Pasar Surat Berharga Negara (SBN) juga terpantau menguat dengan rerata imbal hasil SBN turun 13,5 basis poin (bps) di seluruh tenor. Namun, investor nonresiden tercatat jual bersih sebesar Rp11,73 triliun.

Penghimpunan dana di pasar modal hingga 27 Juli 2021 telah mencapai nilai Rp116,6 triliun atau meningkat 211 persen dari periode yang sama tahun lalu dengan 27 emiten baru yang melakukan IPO. Selain itu, masih terdapat penawaran umum yang dalam proses dari 86 emiten dengan nilai nominal sebesar Rp54,2 trliun.

Di sektor perbankan, kredit perbankan pada Juni 2021 meningkat sebesar Rp67,39 triliun dan telah tumbuh sebesar 0,59 persen (yoy). Tren ini meneruskan tren perbaikan selama empat bulan terakhir seiring berjalannya stimulus pemerintah, OJK, dan otoritas terkait lainnya. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) kembali mencatatkan pertumbuhan dua digit sebesar 11,28 persen (yoy). “Dari sisi suku bunga, transmisi kebijakan penurunan suku bunga telah diteruskan pada penurunan suku bunga kredit ke level yang cukup kompetitif,” kata Anto.

Sektor asuransi mencatatkan penghimpunan premi pada Juni 2021 sebesar Rp31 triliun dengan rincian asuransi jiwa sebesar Rp21,1 triliun, Asuransi umum dan reasuransi sebesar Rp9,9 triliun.

Selanjutnya, fintech P2P lending pada periode yang sama mencatatkan pertumbuhan baki debet pembiayaan cukup signifikan menjadi Rp23,38 triliun (Juni 2020 dan Mei 2021 masing-masing tercatat sebesar Rp11,8 triliun dan Rp21,7 triliun). Sementara itu, piutang perusahaan pembiayaan masih terkontraksi dan mencatatkan pertumbuhan negatif 11,1 persen (yoy) pada Juni 2021.

Profil risiko lembaga jasa keuangan pada Juni 2021 masih relatif terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau NPL gross tercatat sebesar 3,24 persen (NPL net: 1,06 persen) dan rasio pembiayaan bermasalah atau NPF perusahaan pembiayaan pada Juni 2021 turun pada 3,96 persen dari Mei 4,05 persen. Selain itu, posisi devisa neto Juni 2021 sebesar 2,32 persen atau jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20 persen.

Continue Reading

Ekbis

Genjot Pertumbuhan, Bank Indonesia Beberkan Empat Hal Dorong Kredit

Published

on

By

Bank Indonesia Catat Transaksi Belanja Online Melonjak 63,4 Persen

Channel9.id-Jakarta. Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti memaparkan ada empat hal yang bisa mendorong pertumbuhan kedit perbankan lebih terakselerasi pada 2021. “Kredit dari yang sebelumnya kami perkirakan 6-8 persen pada  tahun ini, kami turunkan menjadi 4-6 persen. Namun ada empat hal yang bisa mendorong akselerasinya,” ujarnya, Kamis, 29 Juni 2021.

Dia menyebutkan, pertama, yakni terus membaiknya ekonomi global yang bisa mengangkat harga komoditas dunia, sehingga Indonesia sebagai negara berbasis komoditas juga akan bisa menikmati dampak dari naiknya harga tersebut dan mampu mendorong kredit.

Kedua, kapasitas permodalan bank yang relatif tinggi dengan tingkat risiko yang terjaga, termasuk ketahanan likuiditas bank. Dengan begitu bisa mendorong bank untuk bisa terus menyalurkan kreditnya.

Ketiga, yaitu percepatan korporatisasi serta digitalisasi ekonomi dan keuangan yang dapat lebih mendukung aktivitas dan mendorong pemulihan ekonomi, khususnya UMKM yang merupakan penopang perekonomian Tanah Air. “Lebih dari 99 persen pelaku usaha itu adalah segmen UMKM dan kalau kami lihat pemulihannya di segmen kredit, kredit usaha mikro kecil dan menengah lebih cepat pulih ketimbang segmen korporasi,” tuturnya.

Keempat, efektivitas pelaksanaan bauran kebijakan sektor lintas lembaga, sehingga Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus meningkatkan sinergi dan koordinasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional serta mendorong intermediasi dari bank.

Destry mengingatkan masih terdapat beberapa hal yang perlu diwaspadai dan berpotensi menekan pertumbuhan kredit, yakni penyebaran Covid-19 varian Delta hingga persepsi risiko perbankan yang cukup tinggi. “Ini menimbulkan kehati-hatian bank dalam menyalurkan kredit,” kata dia.

Continue Reading

HOT TOPIC