Angka Kematian Malaria 2020 Naik Karena Pandemi Covid-19
Internasional

Angka Kematian Malaria 2020 Naik Saat Pandemi Covid-19

Channel9.id-Afrika. Kacaunya kesehatan dunia karena pandemi virus corona telah membuat malaria meregang nyawa sekitar 69,000 lebih banyak pada tahun 2020, Selasa (7/12/2021). Namun, WHO memastikan kalau skenario terburuk sudah berhasil dicegah.

Dibanding tahun 2019 yang mencapai kurang lebih 558,000 korban, total sekitar 627,000 orang di seluruh dunia – kebanyakan dari mereka adalah bayi di daerah miskin Afrika – meninggal karena malaria pada tahun 2020, kutip laporan tahunan WHO.

Baca juga: Afrika Selatan Perkuat Rumah Sakit untuk Lawan Omicron

Data tersebut jauh diatas angka kematian virus corona Afrika yang mencapai 224,000 sejak pandemi Covid-19 awal dimulai.

Sekitar dua per tiga kasus kematian malaria pada tahun 2020 disebabkan oleh protokol Covid-19 yang mengacaukan proses pencegahan, diagnosa dan pencegahan malaria, ungkap WHO.

Namun upaya Afrika Selatan dalam mempertahankan layanan kesehatannya masih dianggap berhasil karena angka kematian malaria pada tahun 2020 tidak mencapai dua kali lipat tahun lalu.

Sebagai gantinya, angka kematian di Afrika Selatan naik 12% dari tahun 2019, menurut data dari WHO.

“Berkat upaya keras dan penanganan cepat, kita dapat menyatakan kalau dunia telah berhasil mencegah skenario terburuk kematian malaria,” ujar Pedro Alonso, direktur program malaria dunia di WHO.

Para ahli berharap perlawanannya melawan malaria dapat memberikan data yang kuat untuk perkembangan vaksin Mosquirix, buatan perusahaan GlaxoSmithKline dari Inggris, dan dapat diberikan secara luas ke anak-anak di Afrika.

“Dengan berkembangnya pengumpulan dana, akses layanan kesehatan, dan perkembangan alat-alat kesehatan yang jauh melampaui evolusi malaria dan parasit, kita dapat mempercepat langkah transformatif dan menghapus penyakit malaria di masa depan nanti,” ketua eksekutif kelompok advokasi Kerjasama RBM untuk Pembasmian Malaria, Abdourahmane Diallo.

“Kita sedang dalam masa yang penting dan saya meminta komitmen dan perhatian dari para pemimpin dunia,” lanjut pernyataannya.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

41  +    =  44