Connect with us

Hukum

Anies Diperiksa 10 Jam dan Diberondong 33 Pertanyaan

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menjelaskan, pemeriksaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertujuan menggali keterangan terkait kerumunan acara Rizieq Shihab di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta. Anies diperiksa kepolisian kemarin selama hampir 10 jam dan dicecar 33 pertanyaan.

Selain Anies ada beberapa pejabat DKI lain yang turut diperiksa menyusul kerumunan Rizieq Shihab di sejumlah titik di Jakarta, akhir pekan lalu.

Baca juga: Penuhi Panggilan, Gubernur Anies Tiba di Polda

Pemeriksaan kepada Anies dan sejumlah jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini merupakan tahap pertama dari proses penyelidikan kerumunan massa tersebut.

“Kepada siapa klarifikasi itu dilakukan? Satu, kepada pemerintah daerah. Untuk apa menjawab pertanyaan yang tadi? Untuk bisa menjelaskan status DKI saat ini,” kata Tubagus kepada wartawan, Selasa (17/11).

Selain Anies, ada delapan orang lain yang turut dimintai klarifikasi, yakni Wali Kota Jakarta Pusat, Kepala Biro Hukum DKI Jakarta, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tanah Abang, Camat Tanah Abang, Ketua RT, Ketua RW, Kepala Satpol PP serta Bhabinkamtibmas.

Tubagus menjelaskan, DKI hingga saat ini masih menerapkan PSBB transisi. Menurutnya, selama penerapan PSBB terdapat sejumlah aturan yang tak boleh dilanggar, termasuk soal kerumunan yang muncul di acara pernikahan putri Rizieq pada Sabtu (14/11).

“Untuk meyakinkan bahwa betul Jakarta dalam status seperti apa, dan apa dasarnya, dengan dasar itu maka ada ketentuan yang berlaku, ketentuannya seperti apa diuraikan,” tutur Tubagus.

Setelah mengantongi pernyataan dari pihak Pemprov DKI, lanjut Tubagus, langkah selanjutnya adalah mengklarifikasi panitia penyelenggara acara.

Polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap panitia pernikahan putri Rizieq, hari ini, Rabu (18/11).

“Kita akan klarifikasi kepada elemen lain yaitu penyelenggara,” ucap Tubagus.

Anies sebelumnya mengaku menjawab seluruh pertanyaan pihak kepolisian sesuai dengan fakta. Namun, Anies enggan membeberkan materi klarifikasi tersebut dan menyerahkannya ke pihak Polda Metro Jaya.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Dua Tersangka Kasus Korupsi Edhy Prabowo Serahkan Diri ke KPK

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan, dua tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan/atau pegelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 telah menyerahkan diri.

Dua tersangka itu yakni Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) yang juga mantan Caleg PDIP dalam Pemilu 2019, Andreau Pribadi Misata (APM) dan Sekretaris Pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan Amiril Mukminin (AM).

Baca juga: Edhy Prabowo Diduga Terima Hadiah Terkait Perizinan Tambak Tahun 2020 

“Siang ini sekira pukul 12.00 WIB, kedua tersangka APM dan AM secara kooperatif telah menyerahkan diri dan menghadap penyidik KPK,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya, Kamis (26/11).

Kedua tersangka tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Setelah menjalani pemeriksaan, penyidik akan melakukan upaya paksa penahanan terhadap kedua tersangka menyusul lima orang tersangka lainnya pasca penangkapan pada Rabu dini hari kemarin,” ujar Ali.

Diketahui sebelumnya, KPK resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka.

“Dari gelar perkara adanya tindakan penerima hadiah dari tambak dan perikanan dan sejenis lainnya tahun 2020 menetapkan 7 orang tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango, Rabu (25/11) malam.

Nawawi menyampaikan, tersangka lain memiliki inisial SAF, APM, SWD, AF, dan AM. Lima tersangka itu berstatus sebagai penerima hadiah. Sedangkan, tersangka yang diduga menjadi pemberi hadiah berinisial SJT.

Atas perbuatanya, penerima hadiah melanggar pasal 12 ayat 1 UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2001 juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Pemberi disangkakan pasal 5 ayat 1 a dan b, pasal 13 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2001, jo pasal 64 ayat 1 KUHP,” kata Nawawi.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Dugaan Prostitusi Online, Dua Artis Diciduk Polisi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok mengamankan dua artis berinisial ST (27) dan MA (26) terkait dugaan prostitusi online. Keduanya ditangkap di sebuah hotel di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (25/11) malam.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Paksi Eka Saputra membenarkan kabar penangkapan tersebut. Paksi menyebut, kedua artis tersebut diamankan bersama dua orang lainnya.

Baca juga: Bisnis Prostitusi Publik Figur, Muncikari Mendapat Keuntungan Rp16 Juta 

“Iya (artis) saat ini kami masih proses pendalaman. Nanti lebih jelasnya pada saat rilis,” kata Paksi kepada wartawan, Kamis (25/11).

Selain ST dan MA, juga turut diamankan seorang pria berinisial AR dan perempuan berinisial CS.

“Keduanya sudah kita bawa ke Polsek. Sabar yah, keduanya saat ini masih dalam pemeriksaan dan pendalaman petugas,” tandas Paksi.

Continue Reading

Hot Topic

Edhy Prabowo Minta Maaf Khianati Kepercayaan Jokowi dan Prabowo

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan yang juga Ketum Gerindra Prabowo Subianto usai ditetapkan tersangka.

“Pertama saya minta maaf kepada Bapak Presiden, saya telah menghianati kepercayaan beliau. Minta maaf ke Pak Prabowo Subianto, guru saya, yang sudah mengajarkan banyak hal,” tutur Edhy di gedung KPK, Kamis (26/11/2020) dini hari.

Baca juga: Jadi Tersangka, Edhy Prabowo Ditahan di Rutan KPK 

Kader Partai Gerindra tersebut resmi mengenakan rompi tahanan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap Perizinan Tambak, Usaha dan/atau Pengelolaan Perikanan atau Komoditas Perairan Sejenis Lainnya Tahun 2020.

Edhy yang masih tercantum sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra itu juga menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan menteri, maupun posisi struktural di kepartaian.

“Saya mohon maaf kepada seluruh keluarga besar partai saya. Saya dengan ini akan mengundurkan diri sebagai wakil ketua umum,” kata Edhy.

“Juga nanti saya akan mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai menteri dan saya yakin prosesnya sudah berjalan,” tambahnya.

Dalam kasus ini, seperti diketahui, Edhy Prabowo dicokok penyidik KPK dalam OTT yang digelar di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dini hari kemarin. Menteri Kelautan dan Perikanan itu ditangkap usai tiba di RI dari Amerika Serikat (AS). Edhy dijerat Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC