Connect with us

Hot Topic

Anies Temui Rizieq Saat Pandemi, Epidemiolog: Kurang Sense of Crisis

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyebut tindakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mendatangi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab merupakan tindakan yang tidak bijak di masa pandemi. Ia juga menyinggung kurangnya kepekaan Anies terhadap situasi pandemi (sense of crisis). Apalagi, menurut Dicky, Anies adalah seorang tokoh publik yang harus memberikan contoh kepada masyarakat.

Dicky mengatakan Anies bisa dikatakan melanggar protokol kesehatan yaitu bertemu dengan orang yang baru saja bepergian dari luar negeri. Rizieq diketahui seharusnya menjalankan isolasi mandiri setibanya di Indonesia.

“Saya bicara secara keilmuan wabah, tentu ini bukan hal yang bijak ya bertemu seperti ini, ini tentunya berbahaya karena bisa ada penularan,” kata Dicky, Rabu (11/11).

Tindakan Anies yang melakukan pertemuan langsung dengan orang yang baru bepergian ini, bisa membawa pengaruh negatif pada masyarakat. Masyarakat, kata dia, nantinya juga bisa melanggar protokol kesehatan dengan mengadakan pertemuan, sama seperti yang dilakukan Anies.

Baca juga: Epidemiolog: Harus Ada Perubahan Strategi Pengendalian Covid-19

Dicky juga menyebut, potensi penularan akan tetap ada meski dalam pertemuan itu, Anies dan Rizieq menggunakan masker dan memerhatikan protokol kesehatan. Satu hal, sambung Dicky, mestinya Anies bisa melakukan pertemuan secara daring dengan Rizieq jika memang benar-benar penting.

“Karena walaupun face to face dan dikatakan menjaga jarak segala macam, dalam situasi saat ini, apalagi kemarin dijemput banyak orang, tentu risiko penularannya akan tinggi,” ucap Dicky.

“Kerugiannya pada yang bersangkutan, gubernurnya, Rizieqnya, kan potensi terganggu kesehatannya lebih besar,” sambungnya.

Seperti diketahui, pertemuan Anies dengan Rizieq berlangsung pada Selasa (10/11) malam. Pertemuan tersebut diketahui lewat unggahan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain di Instagram.

Zulkarnain lewat akun Instagram-nya, @tengkuzulkarnain.id menuliskan tentang persahabatan dalam unggahan foto tersebut.

“Pertemuan Empat Sahabat. Tiada yg lebih menggembirakan daripada bertemu dengan shahabat. Nilai persahabatan bagi kaum muslimin itu dari dunia hingga akhirat. Di dunia saling bantu membantu dalam kebajikan dan di akhirat saling tolong menolong menuju sorga,” tulis Zulkarnain dalam akun Instagram-nya.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

KPK Amankan Uang Dalam Kardus dari OTT Pejabat Kemensos

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah uang dalam operasi tangkap tangan (OTT) pejabat Kementerian Sosial (Kemensos).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengungkapkan, uang tersebut berada di dalam kardus.”KPK  amankan uang di dalam kardus,” kata Nurul, Sabtu (05/12).

Namun, Ghufron belum merinci jumlah uang di dalam kardus itu, lantaran penyidik KPK masih menghitung secara rinci dari barang bukti yang diamankan. “Masih dihitung,” ujarnya.

Baca juga: Pejabat Kemensos Ditangkap, Firli Terkait Bansos

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, OTT terjadi pada Jumat malam 4 Desember 2020 hingga Sabtu dini hari 5 Desember 2020. Dugaan tindak pidananya adalah dilakukan adalah rasuah terhadap bantuan sosial program penanganan Covid-19.

“Pada hari Jumat tanggal 4 Desember 2020 jam 23.00 sampai dengan Sabtu tanggal 5 Desember 2020 jam 02.00 dini hari KPK telah melakukan tangkap tangan terhadap PPK pada Program Bansos di Kemensos RI,” kata Ketua KPK, Firli Bahuri, Sabtu (5/12).

KPK memiliki waktu 1×24 jam guna menentukan status hukum pejabat Kemensos yang terjerat OTT. “Dugaan korupsi PPK telah menerima hadiah dari para vendor PBJ bansos di Kemensos RI dalam penanganan Pandemic Covid-19,” tandas Firli.

Continue Reading

Hot Topic

Pejabat Kemensos Ditangkap, Firli:  Terkait Bansos

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) terkait program bantuan sosial (Bansos) dalam penanganan Covid-19.

“Betul, pada hari Jumat tanggal 4 Desember 2020 jam 23.00 sampai dengan Sabtu tanggal 5 Desember 2020 jam 02.00 dini hari KPK telah melakukan tangkap tangan terhadap PPK pada Program Bansos di Kemensos RI,” kata Ketua KPK, Firli Bahuri, Sabtu (5/12) dikutip CNNIndonesia.

Baca juga: Pejabat Kementerian Sosial Terjaring OTT KPK 

Saat ini, para pihak yang diamankan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Kantor KPK.

“Para terperiksa sudah dibawa ke Gedung Merah Putih untuk pemeriksaan. Tolong beri waktu kami bekerja dulu, nanti pada saatnya KPK akan memberikan penjelasan,” katanyaa.

OTT KPK terhadap pejabat Kemensos diduga terkait bantuan sosial  atau Bansos. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjerat OTT. “Dugaan korupsi PPK telah menerima hadiah dari para vendor PBJ bansos di Kemensos RI dalam penanganan Pandemic Covid-19,” ucap dia menambahkan.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, KPK melakukan OTT terhadap eks Menteri KKP Edhy Prabowo, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna, dan Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Pejabat Kementerian Sosial Terjaring OTT KPK

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan pada Sabtu (5/12) dini hari.

Penyidik mengamankan beberapa orang diantaranya pejabat Kementerian Sosial yang diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan bantuan sosial covid-19.

Baca juga: KPK Kembali OTT, Kali Ini Bupati Banggal Laut

Wartawan kontributor MetroTV Mario Pasaribu menyampaikan, pihak KPK membenarkan hal itu.

Belum diketahui secara pasti detail dan siapa saja yang terjerat OTT KPK. Saat ini, pihak KPK sedang memeriksa mereka untuk menentukan status hukum pejabat Kemensos itu, apakah menjadi saksi atau tersangka.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC