Connect with us

Hot Topic

Bareskrim Polri Tangkap 5 Pelaku Pinjol Ilegal Jaringan Tiongkok

Published

on

Channel9.id  – Jakarta. Bareskrim Polri menangkap lima pelaku dugaan tindak pidana penipuan pinjaman online (pinjol) yang melibatkan jaringan asal Tiongkok.

“Tersangka ada lima orang ditangkap di wilayah Jakarta Barat, dan ada dua tersangka masih DPO yang diduga warga negara asing asal Tiongkok,” kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kombes Whisnu F Kuncoro, Kamis 17 Juni 2021.

Pelaku menawarkan pinjol dengan aplikasi RPCepat yang tidak tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau aplikasi ilegal. Penipuan ini sudah beroperasi selama empat tahun, dari 2018 hingga 2021.

Modusnya, mereka menawarkan pinjol dengan cepat melalui internet. Pinjol ini menawarkan sejumlah uang ke pengguna ternyata setelah dilakukan pinjaman tidak sesuai dengan yang dikatakan, sehingga meresahkan masyarakat.

“Aplikasi RPCepat menipu para korbannya, dengan mempromosikan pinjaman senilai Rp1 juta, tetapi yang disetujui Rp500 ribu dan diberikan Rp250 ribu. Sementara bunga pengembaliannya besar bisa dua kali lipat bahkan lebih,” katanya.

Whisnu menyampaikan, beberapa korban pinjaman online mendapatkan teror dengan foto-foto vulgar, dan melakukan tagihan ke kerabat, teman dan orang terdekat. Hal ini membuat korbannya stres karena terus diteror.

Baca juga: Dampak Buruk Pinjaman Online Bikin Konsumen Trauma Hingga Ingin Bunuh Diri

“Secara legalitas aplikasi RPCepat dibawah operasional PT SCA tidak berizin. Setelah dilakukan pengecekan ke OJK, penyidik langsung melakukan penyelidikan di lapangan,” kata Whisnu.

Hingga kini penyidik Dittipideksu Bareskrim Polri masih memburu dua warga negara Tiongkok, Xuan Wei dan Gao Kun yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pasal yang disangkakan kepada tersangka Pasal 30 Jo Pasal 46 dan atau Pasal 32 jo Pasal 48 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 61 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf F Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 3 atau Pasal 4 atau Pasal 5 atau Pasal 6 atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Anthony Ginting Maju ke Perempatfinal

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting berhasil melenggang ke perempat final bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020. Bertanding di Musashino Forest Plaza pada Kamis (29/07), Anthony mengalahkan pemain Jepang, Kanta Tsuneyama dengan skor 21-18 dan 21-14.

Di perempat final yang dijadwalkan pada Sabtu (31/07), Anthony Ginting bakal bertanding melawan wakil Denmark, Anders Antonsen. Pemain peringkat tiga dunia itu lolos ke perempatfinal usai mengalahkan Toby Penty dari Britania Raya.

Baca juga: Anthony Ginting Lolos ke Babak 16 Besar Olimpiade Tokyo 2020

Pada gim pertama, Anthony dan Tsuneyama bermain imbang. Anthony unggul dua poin pertama, namun Tsuneyama berhasil menyamakan kedudukan. Saling kejar poin pun terjadi di antara kedua pemain, hingga interval gim pertama Anthony unggul 11-8.

Masuk interval kedua, Anthony dan Tsuneyama bertarung sengit. Pemain unggulan 13 dunia ini sempat mengejar ketertinggalan dari Anthony. Bahkan, dia bisa menyamakan kedudukan menjadi 11-11 dan 12-12. Namun, Anthony tidak menyerah, perlahan ia meninggalkan Tsuneyama dan menutup gim pertama dengan skor 21-18.

Memasuki gim kedua, Anthony tampil lebih percaya diri. Dia bahkan sempat unggul sembilan poin dari Tsuneyama. Dia terus menjaga keunggulan hingga mencapai match point. Tsuneyama berusaha bangkit namun Anthony tak dapat dibendung lagi. Peringkat lima dunia itu akhirnya menutup pertandingan dengan skor 21-14.

Continue Reading

Hot Topic

Kasus Harian Turun, Kematian Covid Meroket

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indonesia mencatat penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 43.479  pada hari ini, Kamis, 29 Juli 2021. Angka ini lebih sedikit dibanding kemarin, Rabu (28/07) sebanyak 47.791 kasus. Dengan penambahan itu, total kasus Covid-19 yang ada di Tanah Air  mencapai 3.331 juta orang kasus positif baru sejak ditemukan kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Sementara itu, kematian akibat terpapar virus corona kembali meninggi. Tercatat 1.893 pasien Covid-19 meninggal. Sehingga, jumlah orang meninggal karena Covid-19 total berjumlah 90.552.  Angka kematian ini naik dibanding kemarin yakni 1.824.

Baca juga: Masih Tinggi, Kematian Covid-19 Bertambah 1.824 

Kabar baiknya, pasien sembuh dari virus corona terus bertambah sebanyak 45.494  pasien yang dinyatakan bebas dari Covid-19. Naik dari sebelumnya yang berjumlah 43.856 pasien sembuh dari Covid-19. Total pasien Corona yang dinyatakan se mbuh hingga saat ini berjumlah 2.596 juta orang orang.

Continue Reading

Hot Topic

Polri Ungkap Pinjol Ilegal KSP Cinta Damai, 8 Orang Ditangkap

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Bareskrim Polri menangkap 8 pelaku kasus pinjaman online (pinjol) ilegal berkedok koperasi dengan nama Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Cinta Damai.

“Aplikasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Cinta Damai fiktif,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Helmy Santika dalam konferensi pers, Kamis 29 Juli 2021.

Helmy menyampaikan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat. Masyarakat merasa dirugikan oleh kejahatan yang dilakukan pinjol ini.

Dalam modus operandinya, KSP Cinta Damai menawarkan pinjaman uang secara online dengan tenor panjang dan suku bunga yang rendah. Namun, ternyata hal itu hanya iming-imingan belaka.

“Faktanya tenor dan suku bunga yang dijanjikan tidak sesuai dengan apa yang ditawarkan di muka halaman aplikasi KSP Cinta Damai,” ujar Helmy.

Adapun para pelaku ditangkap di tiga lokasi berbeda, yakni dua pelaku ditangkap di Kota Medan Sumatera Utara, berinisial Dea dan Andre. Keduanya merupakan penagih utang KSP Cinta Damai.

Lalu, seorang pelaku bernama Christopher ditangkap di Tangerang Selatan. Dia berperan sebagai pemberi perintah kepada debt collector untuk melakukan penagihan kepada peminjam dengan cara-cara mengancam, menistakan dan memfitnah lewat pesan berantai.

“Lima pelaku lain yakni Elroy, Benedictus, Alfonsius, Sidharta, dan Rizky. Mereka ditangkap di Jakarta Barat adalah operator kartu SIM ponsel,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 8 Ayat (1) Huruf f juncto Pasal 62 UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Selain itu, Pasal 35 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro dan/atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atas perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 311 KUHP.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC